Untuk memeriahkan Tradisi, Ribuan Penonton Berebut Gunungan Bawang Merah di Puncak Festival Brebes  

Minggu, 13 September 2026 - 08:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Brebes, Dinamikanews.net – Suasana riuh dan penuh semangat mewarnai puncak perayaan Festival Bawang Merah Brebes 2026, Minggu. Ribuan warga dari berbagai penjuru kabupaten maupun daerah sekitarnya memadati lokasi acara, berdesak-desakan untuk ikut serta dalam tradisi berebut gunungan bawang merah yang menjadi daya tarik utama tahun ini.

Gunungan yang disusun tinggi menjulang itu sepenuhnya terbuat dari ratusan karung bawang merah segar, hasil panen terbaik dari para petani di berbagai kecamatan di Brebes. Tak hanya berisi komoditas andalan kabupaten ini, gunungan juga dihiasi aneka tanaman hias, hasil bumi lain, serta jajanan khas daerah, menjadi lambang kemakmuran, kelimpahan rezeki, dan rasa syukur masyarakat atas hasil kerja keras sepanjang tahun.

Baca Juga :  Animo Masyarakat Hadiri Acara Maulid Nabi, Harlah ke-30 Al Hasaniyyah: Lestarikan Budaya Turun-temurun

Ketika tiba saatnya gunungan dibagikan, suara sorak sorai penonton bergema keras. Warga berbaris tertib namun penuh semangat, saling berbagi dan berebut bagian dari gunungan tersebut. Bagi warga, mendapatkan bagian dari gunungan bukan sekadar memperoleh bawang merah, melainkan dianggap membawa keberkahan, keberuntungan, serta harapan agar panen tahun mendatang tetap melimpah dan kehidupan keluarga semakin sejahtera.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Brebes menyampaikan, tradisi ini sengaja dipertahankan dan dikembangkan untuk menjaga identitas daerah sebagai “Kota Bawang Merah”, sekaligus mengapresiasi peran besar para petani yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah. “Gunungan bawang merah adalah simbol jati diri kita. Lewat acara ini, kita tunjukkan bahwa Brebes bukan hanya penghasil bawang merah terbesar, tapi juga masyarakatnya yang selalu bersatu dan bersyukur,” ujarnya.

Baca Juga :  Event ini Bukan Sekedar Panggung Meriah: Brebes Culture Festival dan Awal Kebangkitan Kebudayaan Daerah

Kehadiran ribuan pengunjung tahun ini dinilai melampaui harapan. Acara ini tak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga sarana promosi luas bagi produk unggulan Brebes, sekaligus mempererat ikatan persaudaraan antarwarga. Di akhir acara, banyak pengunjung pulang dengan wajah gembira, membawa bawang merah hasil perebutan, serta kenangan manis dan harapan baik untuk masa depan daerah.

(D. Miranoor)

Berita Terkait

Jejak Sejarah yang Keramat di Slawi, Saksi Penyebaran Islam dan Warisan Leluhur
Live Mural, Gus Bill Angkat Identitas Brebes Lewat Seni Jalanan Yang Bertajuk “Mata Hati Bawang Merah”
ASAL USUL KOTA TEGAL: DARI PELABUHAN KECIL MENJADI KOTA PERDAGANGAN
Bupati Paramitha Meninjau Kondisi Jalan Rusak di sekitar Kecamatan Kersana, Bukti Pemerintah Cepat Tanggap
FESTIVAL BAWANG MERAH BREBES: PESTA RAKYAT PROMOSI KOMODITAS UNGGULAN DAERAH
Sejarah Jakarta: Dari Pelabuhan Sunda Kelapa Hingga Menjadi Ibu Kota Negara
Manfaat Waduk Malahayu: Penopang Kehidupan dan Warisan Sejarah Brebes
Sejarah Makam Syekh Junaedi Al-Baghdadi, Jejak Penyebaran Islam di Pesisir Brebes

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 08:48 WIB

Untuk memeriahkan Tradisi, Ribuan Penonton Berebut Gunungan Bawang Merah di Puncak Festival Brebes  

Minggu, 13 September 2026 - 05:23 WIB

Jejak Sejarah yang Keramat di Slawi, Saksi Penyebaran Islam dan Warisan Leluhur

Sabtu, 12 September 2026 - 07:27 WIB

Live Mural, Gus Bill Angkat Identitas Brebes Lewat Seni Jalanan Yang Bertajuk “Mata Hati Bawang Merah”

Sabtu, 12 September 2026 - 05:17 WIB

ASAL USUL KOTA TEGAL: DARI PELABUHAN KECIL MENJADI KOTA PERDAGANGAN

Kamis, 10 September 2026 - 20:01 WIB

Bupati Paramitha Meninjau Kondisi Jalan Rusak di sekitar Kecamatan Kersana, Bukti Pemerintah Cepat Tanggap

Berita Terbaru

Berita

62 SPPG Di Tangerang Ditutup Karena Tak Kantongi SLHS

Sabtu, 12 Sep 2026 - 18:02 WIB