Bukan Debu Biasa, Abu Vulkanik Anak Krakatau Mulai Terasa di Tangerang Selatan

Minggu, 6 September 2026 - 14:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tangsel, Dinamikanews.net – Aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda mulai memberikan dampak hingga wilayah Tangerang Selatan. Sejumlah warga melaporkan adanya debu atau abu vulkanik yang menempel pada kendaraan, halaman rumah, hingga sejumlah permukaan di lingkungan permukiman pada Minggu (6/9/2026).

Kawasan Bintaro dan Pondok Cabe menjadi sejumlah wilayah Tangerang Selatan yang dilaporkan merasakan dampak sebaran abu vulkanik. Warga mendapati material berwarna gelap menempel pada kendaraan dan permukaan rumah.

Kondisi tersebut terjadi setelah aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau meningkat. Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan Gunung Anak Krakatau masih berstatus Level III atau Siaga. Pada 5 September 2026, gunung api tersebut mengalami erupsi menerus yang disertai suara gemuruh dan menghasilkan abu vulkanik.

Baca Juga :  BPBD Brebes Luncurkan Aplikasi Si Perkasa, Warga Bisa Laporkan Bencana Lebih Cepat

Sebaran abu kemudian terbawa angin menuju sejumlah wilayah di Banten dan Jawa Barat. Berdasarkan analisis citra satelit Himawari-9 serta data PVMBG dan VAAC Darwin, material abu vulkanik teridentifikasi bergerak ke sejumlah wilayah, termasuk Banten dan kawasan sekitar Jakarta.

Di Tangerang Selatan, laporan mengenai abu vulkanik juga muncul dari warga. Laporan dari kawasan Pondok Cabe menyebut abu terlihat menempel di kendaraan dan halaman rumah. Kondisi serupa juga dilaporkan dari kawasan Bintaro.

Fenomena tersebut membuat sebagian warga memilih lebih berhati-hati dan mengurangi aktivitas di luar rumah.

Baca Juga :  Perkuat Dukungan DPD RI, Setjen Benahi Kelembagaan

Warga Diminta Menggunakan Masker

Masyarakat yang berada di wilayah terdampak sebaran abu vulkanik diimbau meningkatkan kewaspadaan. BMKG meminta warga melindungi mata, menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan, serta mengurangi kegiatan di luar rumah apabila kondisi sebaran abu semakin terasa.

Abu vulkanik juga perlu diwaspadai karena partikelnya berbeda dengan debu biasa. Material tersebut dapat menempel pada permukaan kendaraan dan apabila dibersihkan secara sembarangan berpotensi menimbulkan goresan karena sifat partikelnya yang kasar.

Warga juga disarankan tidak mengucek mata apabila terkena abu. Jika abu masuk ke mata, pembilasan dengan air bersih menjadi langkah yang lebih aman.

Berita Terkait

IPB University Buka Konsultasi Gratis untuk Petani dan Peternak di Brebes, 277 Peserta Antusias
Mentan: Pengadaan Bulog Perkuat Cadangan Beras Pemerintah
Vista Land Group Sukses Gelar Vistaporun 2026 di Kabupaten Tangerang
BPBD Brebes Luncurkan Aplikasi Si Perkasa, Warga Bisa Laporkan Bencana Lebih Cepat
BKSDA Selamatkan Induk Dan Anak Orangutan Yang Terjerat di Kotim
Perbaikan Jalan Lingkar Waduk Penjalin Brebes Senilai Rp6,3 Miliar Mulai Digarap, Warga Diminta Awasi Kualitas Proyek
Pemkab Brebes Siapkan Anggaran Rp270 Miliar untuk Atasi Banjir Sungai Babakan, Lelang Ditargetkan 28 Oktober 2026
BRIN Ungkap 9 Jenis Mangrove Dari Aceh Berpotensi Sebagai Tanaman Obat

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 09:18 WIB

IPB University Buka Konsultasi Gratis untuk Petani dan Peternak di Brebes, 277 Peserta Antusias

Minggu, 25 Oktober 2026 - 17:43 WIB

Mentan: Pengadaan Bulog Perkuat Cadangan Beras Pemerintah

Minggu, 25 Oktober 2026 - 10:25 WIB

Vista Land Group Sukses Gelar Vistaporun 2026 di Kabupaten Tangerang

Minggu, 25 Oktober 2026 - 08:10 WIB

BPBD Brebes Luncurkan Aplikasi Si Perkasa, Warga Bisa Laporkan Bencana Lebih Cepat

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 19:08 WIB

BKSDA Selamatkan Induk Dan Anak Orangutan Yang Terjerat di Kotim

Berita Terbaru

Berita

Mentan: Pengadaan Bulog Perkuat Cadangan Beras Pemerintah

Minggu, 25 Okt 2026 - 17:43 WIB