BMKG Optimalkan Analisis Cuaca Kawal OMC Karhutla Di Kalbar-Kalteng

Sabtu, 5 September 2026 - 18:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Dinamikanews.net – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengoptimalkan analisis data cuaca serta pemantauan dinamika atmosfer secara real-time untuk mengawal efektivitas Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah.

Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG Tri Handoko Seto di Jakarta, Sabtu, mengatakan bahwa keakuratan pasokan data cuaca menjadi syarat mutlak keberhasilan penyemaian awan guna membasahi lahan gambut serta menekan sebaran titik panas.

“Penyemaian awan dilakukan di area lahan gambut yang terdeteksi hotspot untuk mengurangi titik panas dan memperbaiki kualitas udara akibat pekatnya kabut asap,” kata dia.

Baca Juga :  Mensesneg Bantah Haji Isam Jadi Koordinator Penanganan Karhutla

Direktur Operasional Modifikasi Cuaca BMKG Budi Harsoyo menambahkan, data radar cuaca BMKG dari Posko OMC di Pangkalan Udara Supadio, Kubu Raya, menjadi panduan utama armada udara gabungan dalam merencanakan rute penerbangan semai garam.

Sepanjang periode 22 Agustus hingga 4 September 2026, OMC di Kalimantan Barat telah menyelesaikan 27 sortie penerbangan dengan menabur 24.600 kilogram garam murni (NaCl) di ketinggian 6.000 hingga 10.000 kaki.

“Intervensi ini memicu hujan di Putussibau, Kubu Raya, hingga Kota Pontianak,” cetusnya.

Secara paralel, kata dia, OMC di Kalimantan Tengah pada 26 Agustus hingga 5 September 2026 mencatatkan 10 sortie penerbangan dengan total 8.000 kg NaCl, yang berhasil mendatangkan hujan ringan hingga sedang di Murung Raya, Barito Utara, Kotawaringin Barat, Kapuas, Lamandau, dan Barito Selatan.

Baca Juga :  Para Militan PDI-P Tanjung Merasa Kecewa Atas Putusan Hasil Konfercab, Mereka Menghendaki Perubahan

Melihat hasil positif pada kelembapan tanah gambut dan penipisan kabut asap, pemerintah resmi memperpanjang pelaksanaan OMC di Kalbar dan Kalteng mulai 5 – 14 September 2026 dengan dukungan pembiayaan dari Kementerian Kehutanan dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Harsoyo menegaskan integrasi analisis meteorologi BMKG dalam OMC menandai pergeseran paradigma tata kelola bencana ekologis nasional dari tindakan pemadaman reaktif menjadi pencegahan dini yang terukur dan terintegrasi lintas kementerian/lembaga.

Berita Terkait

Pemutakhiran Data DTSEN, Atasi Keresahan Masyarakat, Penerapan Desil Bansos dan Tepat Sasaran
Tim Basket Putra Maksimalkan Kesempatan Ikuti Asian Games 2026
Musim Kemarau Panjang Picu Krisis Air Bersih di Berbagai Wilayah, Ribuan Warga Terdampak
Kekeringan Melanda, Kementerian PU Pastikan Pasokan Air Bersih Bagi Warga Kab. Mojokerto dan Kab. Pamekasan
Dukung Petani Kopi Lokal, Mendes Yandri Apresiasi Starbucks
Hari Pelanggan Nasional 2026, JTT Perkuat Komitmen Peningkatan Layanan
Kementerian PU Terus Pantau Debit Sungai Mahakam yang Surut Akibat Kemarau
Jadi Tamu Kehormatan Utama EEF ke-11, Langkah Strategis Presiden Prabowo di Vladivostok
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 18:59 WIB

Pemutakhiran Data DTSEN, Atasi Keresahan Masyarakat, Penerapan Desil Bansos dan Tepat Sasaran

Sabtu, 5 September 2026 - 18:28 WIB

BMKG Optimalkan Analisis Cuaca Kawal OMC Karhutla Di Kalbar-Kalteng

Sabtu, 5 September 2026 - 15:40 WIB

Tim Basket Putra Maksimalkan Kesempatan Ikuti Asian Games 2026

Sabtu, 5 September 2026 - 12:28 WIB

Musim Kemarau Panjang Picu Krisis Air Bersih di Berbagai Wilayah, Ribuan Warga Terdampak

Jumat, 4 September 2026 - 18:29 WIB

Dukung Petani Kopi Lokal, Mendes Yandri Apresiasi Starbucks

Berita Terbaru