BREBES, Dinamikanews.net – Semarak keagamaan dan kearifan lokal menyelimuti kawasan Kedawon, Desa Rengaspendawa, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, Senin (24/8/2026). Pondok Pesantren Putra-Putri Al Hasaniyyah menggelar kirab budaya Grebeg Maulud dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (Harlah) ke-30, dengan mengusung tema: “Tiga Dekade Mengabdi: Merawat Warisan Ulama, Menyiapkan Generasi Mulia.”
Kegiatan ini sekaligus memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, dan bukan sekadar seremonial — melainkan wujud nyata upaya menjaga warisan leluhur sekaligus mendongkrak perekonomian warga setempat.
Usai prosesi kirab, Pengasuh Pondok Pesantren Al Hasaniyyah, Dr. KH. Nuridin Syamsudin, M.Pd., memberikan keterangan kepada awak media. Beliau didampingi Kapolsek Larangan AKP Suryantono serta jajaran pengurus pondok pesantren.
“Kegiatan ini kami selenggarakan untuk merawat tradisi para pendahulu kita. Hal-hal yang berkaitan dengan keselamatan, penyajian gunungan, semuanya itu kami tujukan untuk mencari keberkahan. Itu semua tidak lepas dari hasil sedekah-sedekah masyarakat sekitar yang ikut berpartisipasi dan berbagi,” ujar KH. Nuridin.
Ia menambahkan, kesenian tradisional seperti jaran lumping juga turut ditampilkan dalam prosesi tersebut. “Jaran lumping ini adalah tradisi peninggalan para pendahulu kita yang harus kita jaga dan lestarikan. Inilah bagian dari identitas dan kekayaan budaya yang harus terus dihidupkan,” tegasnya.
Tujuan utama penyelenggaraan Grebeg Maulud dan Kirab Budaya ini, menurut beliau, adalah untuk merawat tradisi dan sejarah yang diwariskan para pendahulu. “Kami juga menampilkan tradisi dan budaya Jawa yang memuat pesan-pesan kebaikan, agar peninggalan para pendahulu yang bernilai positif dapat terus kita rawat dan selaras dengan pembinaan di lingkungan pondok pesantren,” jelas KH. Nuridin.
Kirab budaya ini menarik antusiasme luas. Sebanyak 70 peserta secara langsung terlibat dalam prosesi kirab, sementara jumlah keseluruhan peserta dan warga yang hadir diperkirakan mencapai 3.000 hingga 5.000 orang, yang datang tidak hanya dari sekitar lokasi, melainkan juga dari beberapa kecamatan di Kabupaten Brebes.
Selain nilai spiritual dan budaya, kegiatan ini juga dirancang untuk membuka peluang ekonomi bagi masyarakat. “Di lokasi kegiatan kami buka pasar malam yang rutin kami adakan setiap bulan Maulid di Lapangan Desa Rengaspendawa. Ini tujuannya agar bisa memicu putaran ekonomi masyarakat sekitar, sehingga kehadiran kegiatan ini tidak hanya membawa berkah secara rohani, tetapi juga manfaat secara materi bagi warga,” ungkap KH. Nuridin.
Sementara itu, Kapolsek Larangan AKP Suryantono yang turut hadir memberikan apresiasi. “Kami sangat mendukung kegiatan yang bernilai ibadah sekaligus melestarikan budaya ini. Alhamdulillah, seluruh peserta dan warga yang hadir bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, dan keselamatan sehingga kegiatan berjalan lancar, aman, dan kondusif,” ujarnya.
Dengan semangat yang baru, di usia yang memasuki tiga dekade, Pondok Pesantren Al Hasaniyyah berkomitmen terus melestarikan nilai-nilai keagamaan sekaligus kearifan lokal, serta berkontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat di sekitarnya — mewujudkan tema: “Merawat Warisan Ulama, Menyiapkan Generasi Mulia.”
Dr. KH. Nuridin Syamsudin, M.Pd., bersama Kapolsek Larangan AKP Suryantono saat memberi keterangan pers usai Kirab Budaya Grebeg Maulud Harlah ke-30 Al Hasaniyyah di Rengaspendawa, Larangan, Brebes.
(D. Miranoor)















