Jakarta, Dinamikanews.net – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan jaringan telekomunikasi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) kini berangsur pulih setelah sempat terganggu karena guncangan gempa bumi, sementara pemulihan sarana air bersih dan prasarana umum terus diakselerasi.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat, mengatakan bahwa pulihnya jaringan telekomunikasi ini turut menunjang aktivitas masyarakat serta koordinasi tanggap darurat bencana.
“Di wilayah NTT relatif normal dengan seluruh 735 site Telkomsel telah recover. Layanan internet kembali normal, serta jaringan backbone tetap terlayani menggunakan jalur cadangan,” kata dia, namun untuk jaringan kabel fiber optik bawah laut ruas Ende-Tente di Manggarai hingga saat ini proses perbaikan teknisnya masih terus berlangsung.
Di samping itu, ia memastikan bahwa BNPB akan berkoordinasi secara erat dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dalam menjamin ketersediaan serta pendistribusian air bersih bagi warga penyintas bencana.
Dalam hal ini ada tiga daerah terdampak gempa bumi yang diprioritaskan antara lain di Kabupaten Ende, Kabupaten Nagekeo, dan Kabupaten Sikka.
Kementerian PU, kata dia, juga sedang menangani perbaikan fisik pada dua bendungan, dua daerah irigasi, serta dua sumur terdampak, disertai asesmen menyeluruh terhadap infrastruktur sumber daya air dan Daerah Aliran Sungai (DAS).
Selama proses berlangsung pemerintah turut menyiagakan satu unit drilling rig dan dua unit truck crane di Workshop SNVT Air Tanah dan Air Baku Flores Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara II untuk mendukung penanganan darurat dan pemulihan infrastruktur secara optimal.
“Guna mempercepat pemulihan di lapangan, sebanyak 13 unit ekskavator telah dikerahkan, antara lain masing-masing satu unit di Mbai, Kabupaten Manggarai Barat, dan Nangaroro,” cetusnya.















