Pemerintah Kabupaten Tangerang kembali meraih prestasi membanggakan. Bupati Tangerang diganjar dengan penghargaan BPJS ketenagakerjaan lindungi para pekerja rentan melalui BPJS Ketenagakerjaan yang disubsidi APBD Pemerintah Kabupaten Tangerang., penghargaan ini diberikan dalam acara penganugerahan paritrana jaminan sosial ketenagakerjaan award 2026, di Plaza BPJamsostek, Jakarta Selatan, Jumat (8/5).

Direktur Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, Agung Nugroho mengatakan, bahwa Pemerintah Kabupaten Tangerang dibawah kepemimpinan Maesyal Rasyid menorehkan capaian strategis dalam perluasan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan. Katanya, sepanjang tahun 2025, sebanyak 500.000 pekerja rentan berhasil didaftarkan sebagai peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan. Atas capaian tersebut, Pemerintah Kabupaten Tangerang pun dianugerahi Rekor MURI dengan kategori Pemberian Perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan kepada Pekerja Rentan Terbanyak dalam Kurun Waktu Satu Tahun.

” Dan kali ini, Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid diberikan penghargaan dengan kategori kabupaten terbaik se Indonesia, ” kata Agung Nugroho kepada Satelit News, Jumat (8/5).
Lanjut Agung, capaian ini sekaligus mendorong Universal Coverage Jamsostek (UCJ) di Kabupaten Tangerang mencapai 71% dari total 1.5 juta pekerja, dengan 1.1 juta peserta aktif. Secara nasional, hingga April 2026 BPJS Ketenagakerjaan telah melindungi 47,4 juta pekerja dari sekitar 129 juta angkatan kerja, di mana hampir 60% berada pada sektor informal.

Dalam tiga tahun terakhir, Kabupaten Tangerang menunjukkan akselerasi signifikan dalam perluasan perlindungan. Jumlah pekerja rentan yang terlindungi meningkat dari 116.000 pekerja pada 2023, menjadi 200.000 pekerja pada 2024, dan melonjak menjadi 500.000 pekerja pada 2025. Tren ini mencerminkan konsistensi kebijakan, penguatan governance, serta efektivitas sinergi lintas sektor.
Kondisi ini menegaskan pentingnya peran pemerintah daerah dalam memperluas perlindungan melalui dukungan fiskal, khususnya bagi pekerja rentan yang belum memiliki kemampuan membayar iuran secara mandiri, diantaranya pedagang kecil, pekerja rumah tangga, pengrajin, tukang, petani, nelayan, pengemudi ojek, pemulung, hingga pekerja keagamaan. Kelompok ini merupakan tulang punggung ekonomi daerah, namun memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap risiko sosial ekonomi.
” Capaian ini merupakan tonggak penting dalam mendorong perlindungan menyeluruh bagi pekerja Indonesia. Khusunya di Kabupaten Tangerang yang telah membuktikan bahwa perluasan perlindungan dapat dilakukan secara masif, cepat, dan tepat sasaran,” ujarnya.
Sejalan dengan transformasi kelembagaan, capaian ini mencerminkan implementasi pilar 3C BPJS Ketenagakerjaan pada aspek Coverage melalui perluasan kepesertaan secara masif, inklusif, dan berkelanjutan, baik di sektor formal maupun informal, khususnya bagi pekerja dengan tingkat kerentanan tinggi.
“Dukungan pemerintah daerah melalui pembiayaan APBD menjadi faktor kunci dalam mempercepat tercapainya Universal Coverage Jamsostek,” tegas Agung.
Sementara itu, Bupati Kabupaten Tangerang, Mochamad Maesyal Rasyid, menyampaikan bahwa capaian ini merupakan hasil nyata dari keberpihakan pemerintah daerah terhadap kelompok pekerja rentan. Ia menjelaskan bahwa hingga saat ini sekitar 500 ribu pekerja dari sektor informal, seperti nelayan, pengemudi ojek, sopir, kuli bangunan, dan petani, telah mendapatkan perlindungan jaminan sosial dengan dukungan anggaran APBD sekitar Rp101 miliar.
Keberhasilan ini tidak terlepas dari kolaborasi lintas perangkat daerah yang solid, melibatkan Bappeda, BPKAD, Dinas Sosial, Dinas Ketenagakerjaan, hingga pemerintah desa. Dimana, aparat pemerintah daerah bahu membahu dalam meningkatkan layanan kepada masyarakat. Dirinya juga menegaskan, bahwa Pemerintah Kabupaten Tangerang akan terus memberikan perlindungan bagi para pekerja rentan.
” Alhamdulillah, terimakasih atas penghargaan yang telah diberikan ini. Tetapi, kami tidak akan berhenti di 500.000 saja, target kami adalah memastikan seluruh pekerja terlindungi tanpa terkecuali, sehingga setiap pekerja dapat bekerja dengan aman dan hidup dengan bermartabat,” tutupnya. (Alfian).
Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid saat menerima penghargaan yang diserahkan secara simbolis oleh Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia, Muhaimin Iskandar, Jumat (8/5).
(Adv)















