Penanaman pohon dilakukan di kawasan perbukitan Napua, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan dengan melibatkan 300 siswa dan guru dari SD YPPGI Napua dan Sekolah Papua Harapan Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikbud Papua Pegunungan Simon Sembor di Wamena, Sabtu mengatakan penanaman pohon dilakukan pada momentum Hardiknas tahun 2026 di kawasan perbukitan Napua dan SMA Kristen Wamena.

“Penanaman pohon ini menjadi dukungan kami Disdikbud Papua Pegunungan untuk menjaga kelestarian dan ekosistem alam untuk mencegah musibah seperti tanah longsor dan banjir,” katanya.

Baca Juga :  Megawati Mundur dari Timnas Voli Indonesia

Sementara itu Ketua Tim Tenaga Ahli Gubernur Papua Pegunungan Paul Wetipo mengatakan penanaman 3.000 pohon sebagai langkah awal untuk mensukseskan program “menghijaukan lembah” di Kabupaten Jayawijaya.

“Koordinasi kami dengan bapak gubernur (Papua Pegunungan) supaya pada setiap perayaan Hardiknas semangat menanam ini harus ditanamkan kepada generasi muda supaya dapat menjaga ekosistem alam di daerah ini,” ujarnya.

Menurut dia, generasi muda di Papua Pegunungan khususnya Kabupaten Jayawijaya harus dibekali jiwa menjaga lingkungan sejak dini.

“Bapak gubernur inginkan anak-anak sekolah harus diajarkan sejak ini untuk mencintai alam dengan menjaga hutan dan menanam pohon. Dan bukti kecintaan terhadap alam, maka hari ini anak-anak sekolah kami ajak untuk menanam pohon,” katanya.

Baca Juga :  Progres Konstruksi Seksi 1 Yogyakarta-Simpang Susun Banyurejo Capai 67,23%, Jasa Marga Targetkan Jalan Tol Yogyakarta-Bawen Selesai Sesuai Rencana.

Dia menjelaskan visi misi Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Pegunungan John Tabo-Ones Pahabol mengedepankan tiga pilar utama yakni pemerintah, adat dan agama.

“Kami mengajak dan memberikan edukasi kepada anak-anak adat untuk selalu mencintai alam dengan menanam pohon,” ujarnya.

Dia menyebut jumlah tanaman yang ditanam kurang lebih 3.000 pohon terdiri dari pohon-pohon asli seperti Wilo, Sin, dan pucuk merah untuk mempercantik daerah ini.

“Kami lebih mengutamakan pohon-pohon asli salah satunya Wilo, Sin, karena dapat meningkatkan kesuburan tanah. Kami juga mulai saat ini setiap perayaan Hardiknas akan menanam pohon di delapan kabupaten Papua Pegunungan untuk memberikan edukasi dan budaya menanam pohon bagi generasi muda,” katanya.