Polresta Tangerang menunjukkan kesiapsiagaan dalam mengawal peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) dengan menggelar Apel Gelar Pasukan di Lapangan Arya Yudhanegara, Puspemkab Tangerang, Kamis (30/4/2026) sore. Usai apel, seluruh personel langsung bergerak menuju titik ploting masing-masing untuk melaksanakan pengamanan.

Apel dipimpin Bupati Tangerang Maesyal Rasyid selaku inspektur apel. Serta dihadiri sejumlah pejabat tinggi, di antaranya TK I KBRN Brigjen Pol Pradah Pinunjul, Pamen Korps Brimob Mabes Polri Kombes Pol Nugroho, dan Dansat Brimob Polda Banten Kombes Pol Edi Suranta Sinulingga.
Dalam amanatnya, Maesyal menegaskan, peringatan May Day bukan sekadar momentum menyampaikan aspirasi. Tetapi juga refleksi bersama dalam membangun dunia kerja yang lebih adil dan manusiawi.
“Peringatan May Day bukan hanya menjadi momentum untuk menyuarakan aspirasi pekerja, tetapi juga menjadi refleksi bersama tentang bagaimana kita membangun dunia kerja yang lebih manusiawi, adil, dan berkeadilan,” ujarnya.
Dia juga menyoroti pentingnya peran pekerja dalam mendorong kemajuan industri di Kabupaten Tangerang,. Sehingga kesejahteraan buruh harus menjadi fondasi utama pembangunan.
“Tahun ini, kita mengusung tema ‘Kolaborasi Bersama Mewujudkan Kemajuan Industri dan Kesejahteraan Pekerja’, yang sangat relevan dengan kondisi saat ini,” tambahnya.
Sementara itu, Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah menegaskan komitmen jajarannya untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan May Day berjalan aman dan kondusif.
Dia menekankan kepada seluruh personel agar mampu menjamin keamanan dan ketertiban masyarakat, mengedepankan profesionalisme, serta memahami potensi kerawanan di lapangan.
“Seluruh personel harus siap bertindak cepat, tepat, dan terukur sesuai prosedur, serta memastikan kesiapan perlengkapan dan dukungan teknis agar pengamanan berjalan optimal,” tegasnya.
Selain itu, Kapolresta juga mengingatkan pentingnya soliditas dan sinergitas antar unsur TNI, Polri, dan instansi terkait dalam satu kesatuan komando pengamanan. Kata dia, pengamanan harus dilakukan secara humanis dan simpatik. Yakni dengan tetap menghormati hak masyarakat dalam menyampaikan aspirasi secara damai.
“Kami juga menekankan pentingnya koordinasi dan komunikasi yang efektif di lapangan, serta pelaporan situasi secara cepat dan akurat guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan,” tandasnya.
















