Rosan Roeslani Minta Audit Total Usai Tabrakan Kereta Bekasi, 14 Orang Tewas

Selasa, 28 April 2026 - 19:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dinamikanews.net – CEO Danantara, Rosan Roeslani, menyampaikan keprihatinan mendalam atas kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur yang menelan korban jiwa. Ia menegaskan Danantara akan mendorong evaluasi menyeluruh, terutama pada sistem keselamatan perkeretaapian yang kembali disorot usai tragedi berdarah itu.

Rosan menegaskan pihaknya akan meninjau ulang sistem keselamatan transportasi, khususnya sektor perkeretaapian. Ia menilai audit menyeluruh menjadi langkah penting agar jalur publik tidak berubah menjadi lorong petaka.

“Pertama-tama kita sangat prihatin dengan kecelakaan kereta api yang kemarin malam terjadi, dan kita akan melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap, terutama, keselamatan segala sistem yang ada dan memang kita selalu mengevaluasi secara menyeluruh,” ujar Rosan kepada wartawan di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (28/4/2026).

Baginya, keselamatan harus berdiri di posisi paling depan dalam sistem transportasi publik. Kenyamanan memang penting, tetapi keselamatan tetap menjadi pagar pertama yang tak boleh jebol.

Keselamatan Harus Jadi Prioritas

Menurut Rosan, transportasi publik harus memberi rasa aman, bukan justru membuat penumpang menebak nasib di tengah perjalanan. Karena itu, evaluasi tidak boleh berhenti di ruang rapat, tetapi harus turun sampai ke rel paling ujung.

Baca Juga :  Prestasi Petani Gemilang, Lakukan Panen Raya Serentak 35 Daerah di Jawa Tengah

“Karena keselamatan itu kan memang adalah hal yang paling utama dalam rangka kita, selain meningkatkan kenyamanan, tapi keselamatan adalah yang nomor satu,” kata dia.

Pesan Rosan menegaskan satu hal sederhana. Pemerintah dan operator harus membenahi sistem secara serius. Di jalur padat seperti Bekasi, satu celah kecil bisa berubah jadi lubang besar yang menelan banyak nyawa.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat 14 orang meninggal dunia hingga Selasa (28/4/2026) pukul 08.45 WIB. Sementara itu, 84 orang lainnya mengalami luka-luka akibat tabrakan tersebut.

Angka itu menjadi potret paling pahit dari insiden di Bekasi Timur. Di balik dentuman besi yang saling menghantam, puluhan keluarga mendadak harus menelan kabar paling getir.

KAI Tanggung Seluruh Biaya Korban

PT KAI memastikan seluruh biaya penanganan korban. Perusahaan akan menanggung biaya pengobatan korban luka dan biaya pemakaman korban meninggal bersama pihak asuransi.

Langkah ini memberi sedikit ruang napas bagi keluarga korban yang masih berjibaku dengan duka dan proses pemulihan. Setidaknya, urusan biaya tidak ikut menambah sesak di tengah luka yang masih basah.

Baca Juga :  Evaluasi 100 Hari Kerja Bupati Tangerang, Mahasiswa Gelar Aksi Kritik Tajam atas Minimnya Kinerja Nyata

Petugas mengevakuasi korban luka ke sejumlah fasilitas kesehatan. Tim medis merawat korban di RSUD Bekasi dan RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi.

Selain rumah sakit pemerintah, tim medis juga menangani korban di sejumlah rumah sakit swasta di wilayah Bekasi. Mereka merawat korban di RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.

Sebaran rumah sakit ini mempercepat penanganan agar korban tidak menumpuk di satu titik. Saat waktu berpacu dengan luka, rumah sakit harus bergerak seperti simpul yang saling menyambung.

KAI Buka Posko Darurat untuk Keluarga Korban

Untuk membantu keluarga korban, KAI membuka Posko Tanggap Darurat dan Posko Informasi di Stasiun Bekasi Timur. KAI juga meminta keluarga korban menghubungi layanan pelanggan 121 agar mereka bisa memperoleh informasi terbaru.

Posko ini menjadi titik tanya sekaligus tempat berharap bagi keluarga yang masih mencari kabar. Di tengah kepanikan yang belum benar-benar reda, informasi yang cepat dan jelas menjadi hal paling dibutuhkan.

Berita Terkait

Chery rilis Tiggo X, SUV hybrid off-road mampu tempuh 1.500 km
PSHT Ranting Rajeg Gelar Bersholawat, Pererat Sinergi Pesilat, Pemerintah, dan Masyarakat
Purbaya Optimistis IHSG Tembus 10.000 pada 2026
BGN Buka Suara soal Anggaran Zoom Rp 5,7 Miliar, Dadan: Untuk Koordinasi Program MBG
Transportasi Umum Jakarta Gratis Hari Ini, Peringati Hari Transportasi Nasional
“Seribu Teman Terlalu Sedikit”, Pesan Dimyati Natakusumah dalam Halal Bihalal DPP PIP Indonesia
KPK Duga Sudewo Terima Fee Proyek Jalur Kereta Lewat Orang Kepercayaan
107 PPK Brebes Ikuti Pembekalan, Perkuat Integritas dan Cegah Risiko Hukum Pengadaan

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 19:57 WIB

Rosan Roeslani Minta Audit Total Usai Tabrakan Kereta Bekasi, 14 Orang Tewas

Minggu, 26 April 2026 - 18:34 WIB

Chery rilis Tiggo X, SUV hybrid off-road mampu tempuh 1.500 km

Sabtu, 25 April 2026 - 22:53 WIB

PSHT Ranting Rajeg Gelar Bersholawat, Pererat Sinergi Pesilat, Pemerintah, dan Masyarakat

Sabtu, 25 April 2026 - 18:37 WIB

Purbaya Optimistis IHSG Tembus 10.000 pada 2026

Sabtu, 25 April 2026 - 13:49 WIB

BGN Buka Suara soal Anggaran Zoom Rp 5,7 Miliar, Dadan: Untuk Koordinasi Program MBG

Berita Terbaru

Berita

Purbaya Optimistis IHSG Tembus 10.000 pada 2026

Sabtu, 25 Apr 2026 - 18:37 WIB