Sekretaris DPD GMPK Siap Laporkan Dugaan Jual Beli Tanah Sitaan Kejagung di Pakuhaji

Rabu, 22 April 2026 - 15:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris DPD GMPK Siap Laporkan Dugaan Jual Beli Tanah Sitaan Kejagung di Pakuhaji

Sekretaris DPD GMPK Siap Laporkan Dugaan Jual Beli Tanah Sitaan Kejagung di Pakuhaji

 Dinamikanews.id | Dugaan praktik jual beli tanah sitaan milik Kejaksaan Agung (Kejagung) di Desa Rawaboni, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang mencuat dan memicu reaksi dari kalangan aktivis. Sekretaris DPD Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK) Kabupaten Tangerang bersama aktivis Pantura menyatakan siap melaporkan kasus tersebut ke aparat penegak hukum, Rabu (22/4/2026).

 

Langkah pelaporan ini disebut sebagai bentuk kepedulian terhadap upaya pemberantasan mafia tanah yang dinilai masih marak.

 

Tomy Suherman, aktivis Pantura sekaligus Sekretaris DPD GMPK Kabupaten Tangerang, menegaskan bahwa kasus ini diduga tidak sekadar pelanggaran administratif seperti pemalsuan tanda tangan atau stempel kepala desa, tetapi mengarah pada perbuatan melawan hukum yang lebih luas.

Baca Juga :  Perayaan HUT BRI ke-130, Unit Parung Serab Perkuat Kebersamaan dan Semangat Melayani

 

“Kami melihat ada indikasi kuat praktik yang tidak hanya melibatkan pemalsuan dokumen, tetapi juga upaya terorganisir untuk mengalihkan aset sitaan negara menjadi kepentingan pribadi,” ujarnya.

 

Berdasarkan informasi yang dihimpun, tanah sitaan yang seharusnya berada di bawah pengawasan negara diduga diperjualbelikan oleh pihak tertentu dengan memanfaatkan celah hukum dan lemahnya pengawasan.

 

Kondisi ini dinilai berpotensi merugikan negara serta menciptakan preseden buruk dalam penegakan hukum di sektor agraria.

 

Tomy menyampaikan, laporan yang akan diajukan tidak hanya untuk mengusut dugaan kasus tersebut, tetapi juga sebagai langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang.

Baca Juga :  13 Pengurus Cabang Di Kabupaten Tangerang Resmi Dilantik

 

Ia juga mendesak aparat penegak hukum untuk bertindak tegas, transparan, dan profesional dalam menangani perkara ini.

 

“Ini bukan sekadar kasus lokal, tetapi cerminan masih adanya praktik mafia tanah. Jika dibiarkan, kepercayaan publik terhadap hukum bisa menurun,” tegasnya.

 

Selain pelaporan, pihaknya juga mendorong evaluasi terhadap sistem pengelolaan aset sitaan Kejagung, termasuk pengawasan internal dan mekanisme pengelolaannya.

 

Kasus ini kini menjadi perhatian publik dan diharapkan dapat menjadi momentum bagi aparat penegak hukum untuk menunjukkan komitmen dalam penanganan dugaan mafia tanah.

 

Red

Berita Terkait

Normalisasi Bendung Notog Tingkatkan Debit Air 2,8 Kali Lipat, 25.180 Hektare Sawah Tegal-Brebes Terbantu
Kapolsek Ciputat Timur Ajak Warga dan Tokoh Agama Perkuat Keamanan Lingkungan
Petugas Rutan Batam Borong 4 Medali di PORPROV Kepri 2026 Cabang Catur
Kejar Target Akhir Tahun, 1.545 Rumah Tidak Layak Huni di Brebes Dibedah, Dinperwaskim Diminta Tancap Gas
Polri-KPAI Perkuat Koordinasi Lindungi Anak Dari Tindak Kejahatan
Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih Brebes Progres Capai 70 Persen, Harapan Besar Kesejahteraan Nelayan Bertumpu
Polres Brebes Tanam 2.005 Bibit Mangrove di Pantai Randusanga, Cegah Abrasi Lewat Green Policing
Serah Terima jabatan Kecamatan Sepatan Timur. Dwi Candra Budiman Disambut Dengan Meriah.

Berita Terkait

Senin, 9 November 2026 - 06:09 WIB

Normalisasi Bendung Notog Tingkatkan Debit Air 2,8 Kali Lipat, 25.180 Hektare Sawah Tegal-Brebes Terbantu

Minggu, 8 November 2026 - 14:19 WIB

Kapolsek Ciputat Timur Ajak Warga dan Tokoh Agama Perkuat Keamanan Lingkungan

Minggu, 8 November 2026 - 13:55 WIB

Petugas Rutan Batam Borong 4 Medali di PORPROV Kepri 2026 Cabang Catur

Minggu, 8 November 2026 - 05:43 WIB

Kejar Target Akhir Tahun, 1.545 Rumah Tidak Layak Huni di Brebes Dibedah, Dinperwaskim Diminta Tancap Gas

Sabtu, 7 November 2026 - 08:42 WIB

Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih Brebes Progres Capai 70 Persen, Harapan Besar Kesejahteraan Nelayan Bertumpu

Berita Terbaru