Dandhy Dwi Laksono Soroti Deforestasi Papua Selatan Lewat Film ‘Pesta Babi’

Kamis, 16 April 2026 - 20:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dinamikanews.net – Dandhy Dwi Laksono mengajak dunia membuka mata terhadap proyek agribisnis raksasa di Papua Selatan. Lewat film dokumenter terbarunya, ‘Pesta Babi’, ia menyoroti dampak deforestasi, perluasan perkebunan, hingga keterlibatan militer Indonesia yang membayangi wilayah tersebut.

“Dunia harus melihat ini. Ini bukan Amazon, ini tepat di depan pintu kita, di Pasifik sini,” ujar Dandhy saat diwawancarai jurnalis Radio New Zealand, Johnny Blades, belum lama ini.

Dalam wawancara itu, Dandhy hadir bersama produser film sekaligus jurnalis Papua Barat, Victor Mambor. Keduanya datang ke Selandia Baru untuk mempromosikan film yang mengupas perubahan besar di Papua Selatan, sebuah wilayah yang kini seperti papan catur raksasa tempat negara, perusahaan, dan masyarakat saling berebut langkah.

Bagi Dandhy dan Victor, proyek yang kini berjalan di Papua Selatan melampaui banyak kasus deforestasi lain di Indonesia. Pemerintah membuka sekitar 2,5 juta hektare lahan untuk proyek pangan dan biofuel. Lahan itu akan digunakan untuk produksi tebu, padi, serta ditambah konsesi kelapa sawit dalam skala besar.

Akibatnya, bentang alam Papua Selatan berubah drastis. Hutan dan rawa yang sebelumnya mendominasi wilayah itu mulai tersingkir, seperti karpet hijau yang pelan-pelan digulung lalu diganti mesin dan jalan tanah.

Selain mengubah wajah lingkungan, proyek tersebut juga memengaruhi budaya, kesehatan, dan kehidupan masyarakat Papua setempat. Warga yang selama ini hidup berdampingan dengan hutan kini menghadapi perubahan yang datang seperti buldoser tanpa rem.

Victor Mambor: Dunia Belum Mengetahui Konflik Ini

Sementara itu, Victor Mambor menilai dunia internasional belum benar-benar memahami apa yang terjadi di Papua. Banyak orang di luar negeri hanya mengenal Papua dari konflik bersenjata dan isu separatisme. Padahal, menurut Victor, ada konflik lain yang diam-diam bergerak di balik suara gergaji dan alat berat.

Baca Juga :  Polsek Cikupa Jaga Ketat Ibadah Umat Kristiani: Jemaat Tenang, Aman Terkendali

“Mungkin mereka hanya tahu (tentang) konflik, konflik militer, konflik bersenjata di Papua Barat. Tetapi mereka tidak pernah tahu konflik seperti itu,” katanya.

Melalui film ‘Pesta Babi’, Dandhy dan Victor mencoba menunjukkan sudut pandang masyarakat Papua di Merauke dan wilayah pedalaman. Film ini merekam bagaimana warga merespons rencana induk agribisnis yang beberapa presiden Indonesia dorong dari masa ke masa.

Prabowo Percepat Proyek, Militer Ikut Mengawal

Selanjutnya, Presiden Prabowo Subianto mempercepat proyek tersebut. Ia juga berkomitmen memberikan dukungan militer karena pemerintah menganggap proyek agribisnis Papua penting untuk ketahanan pangan dan energi nasional.

Pemerintah menilai kehadiran militer perlu untuk mengamankan proyek. Namun, Victor Mambor melihat langkah itu seperti menuangkan bensin ke bara yang belum padam.

Menurut Victor, masyarakat Papua sudah lama menghadapi persoalan akibat kehadiran pasukan Indonesia. Kini, jumlah pasukan terus bertambah seiring meluasnya proyek di Papua Selatan.

“Inilah masalah di Papua Barat. Akan ada lebih banyak pasukan, dan tentu saja karena lebih banyak pasukan akan ada lebih banyak konflik. Lebih banyak pasukan, lebih banyak konflik, lebih banyak masalah.”

Victor menilai penambahan aparat berpotensi memicu konflik baru. Di tengah situasi Papua yang sudah tegang, kehadiran lebih banyak pasukan bisa membuat suasana semakin panas seperti kawah yang terus dipanaskan dari bawah.

Deforestasi Papua Selatan Ancam Lingkungan Dunia

Di sisi lain, film ‘Pesta Babi’ juga mengingatkan dunia tentang ancaman lingkungan yang jauh lebih luas. Papua masih menyimpan salah satu kawasan hutan hujan asli terbesar di dunia. Namun, proyek pembukaan lahan di Papua Selatan menggerus kawasan itu sedikit demi sedikit.

Baca Juga :  Menteri ESDM ungkap minyak mentah Rusia segera masuk RI

Penebangan hutan dan rawa dalam skala besar berpotensi meningkatkan emisi karbon, memunculkan kabut polusi, dan menghilangkan keanekaragaman hayati. Jika hutan Papua terus terpotong, dunia bisa kehilangan paru-paru hijau terakhir di kawasan Pasifik.

Menurut LSM Mighty Earth, pembukaan lahan seluas itu dapat menghasilkan emisi antara 315 juta ton setara CO2 hingga lebih dari dua kali lipatnya. Angka itu muncul dalam sejumlah laporan lembaga riset dan pemantauan independen.

Besarnya emisi tersebut membuat proyek di Papua Selatan tidak lagi sekadar urusan dalam negeri. Dampaknya bisa menjalar ke kawasan Pasifik, termasuk Papua Nugini dan Australia, seperti asap yang merayap diam-diam lalu memenuhi seluruh ruangan.

Film ‘Pesta Babi’ Akan Diputar di Sydney dan Melbourne

Setelah dipromosikan di Selandia Baru, film dokumenter ‘Pesta Babi’ juga akan diputar di Sydney dan Melbourne pekan ini. Dandhy dan Victor berharap pemutaran itu bisa menarik perhatian publik internasional terhadap proyek deforestasi terbesar di dunia yang kini terjadi di Merauke.

Film tersebut tidak hanya membahas pembukaan 2,5 juta hektare lahan untuk tebu, bioetanol, sawit, dan biodiesel. Lebih jauh, ‘Pesta Babi’ juga menelusuri jejak 60 tahun militerisme Indonesia di Tanah Papua.

Pada akhirnya, film ini menjadi semacam alarm yang terus berbunyi di sudut ruangan. Suaranya mungkin tidak selalu nyaring, tetapi cukup keras untuk mengingatkan bahwa Papua Selatan sedang berubah, dan perubahan itu datang dengan harga yang tidak kecil.

Berita Terkait

Kemitraan Pemkab dan Kejaksaan Brebes, Perkuat Langkah Pengawasan Desa Lewat Tiga Program Strategis
Bupati Tangerang Hadiri Apel Akbar dan Pengukuhan DPD Aslinmas Se-Indonesia di Palembang
Brebes Culture Festival 2026, Pesta Budaya Raksasa Warnai Malam Kota Brebes
Dua Tahun Tak Berfungsi, Pustu Kebon Cau Dikeluhkan Warga Baduy
Presiden Prabowo di Tengah Pengungsi Nagekeo: Menyapa, Mendengar, dan Menguatkan
Bupati Tangerang Bersama Gubernur Banten Dorong Percepatan Cek Kesehatan Gratis dan Penanganan Stunting
Presiden Prabowo Tegaskan Korupsi Harus Diberantas hingga ke Akar
Wujud Kemanunggalan Dengan Rakyat, TNI Melakukan Aksi Bersih-Bersih di Sekitar Pasar Pagi Brebes

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 13:38 WIB

Kemitraan Pemkab dan Kejaksaan Brebes, Perkuat Langkah Pengawasan Desa Lewat Tiga Program Strategis

Minggu, 30 Agustus 2026 - 13:41 WIB

Bupati Tangerang Hadiri Apel Akbar dan Pengukuhan DPD Aslinmas Se-Indonesia di Palembang

Minggu, 30 Agustus 2026 - 07:21 WIB

Brebes Culture Festival 2026, Pesta Budaya Raksasa Warnai Malam Kota Brebes

Jumat, 28 Agustus 2026 - 20:00 WIB

Dua Tahun Tak Berfungsi, Pustu Kebon Cau Dikeluhkan Warga Baduy

Jumat, 28 Agustus 2026 - 18:47 WIB

Presiden Prabowo di Tengah Pengungsi Nagekeo: Menyapa, Mendengar, dan Menguatkan

Berita Terbaru