Para Pegiat Keagamaan Adalah Garda Terdepan Pembinaan Akhlak Umat, Perlu Wujudkan Sinergi dan Moderasi 

Rabu, 11 Maret 2026 - 15:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BREBES, Dinamikanews.net-Pemerintah Kabupaten Brebes kembali menyalurkan insentif kepada 886 pegiat keagamaan di Kecamatan Larangan pada hari Selasa (10/3/2026), di Komplek KGB Larangan. Wakil Bupati Brebes Wurja, SE memimpin langsung pembinaan sekaligus penyerahan bantuan yang berlangsung khidmat sejak pagi hingga menjelang siang.

Wurja menyebut langkah ini sebagai komitmen Pemkab untuk merapatkan jarak dengan warga, menguatkan ukhuwah Islamiyah, serta memperkokoh sinergi dengan para pegiat agama demi Brebes yang religius dan berakhlakul karimah. “Pemerintah tidak boleh berjarak. Kehadiran kami hari ini adalah ikhtiar menyambung komunikasi, mendengar langsung denyut lapangan,” ujarnya di hadapan peserta.

“Para pegiat keagamaan adalah garda terdepan pembinaan akhlak umat, pembentuk karakter generasi muda, sekaligus penjaga harmoni sosial,” tegas Wurja. Ia menekankan, peran itu tak tergantikan oleh program pemerintah mana pun, sebab sentuhannya personal, konsisten, dan mengakar di lingkungan.

Menurutnya, insentif bukan ukuran materi atas pengabdian, melainkan bentuk hormat, apresiasi, dan terima kasih agar semangat dakwah serta pendidikan keagamaan kian menyala. “Kami sadar, pengabdian para kiai, ustaz, guru ngaji, imam, dai, dan hafiz/hafizah tak ternilai dengan angka. Yang kami berikan adalah sinyal keberpihakan,” kata Wurja.

Baca Juga :  Bangun Ekosistem Energi PLN

Wurja menggarisbawahi, pembangunan tidak melulu soal infrastruktur; pondasi mental-spiritual masyarakat hanya terbangun lewat pendidikan dan pembinaan keagamaan yang berkelanjutan.

“Jalan, jembatan, dan gedung bisa dibangun dengan anggaran tetapi karakter, adab, dan akhlak hanya tumbuh lewat keteladanan dan pembinaan yang sabar setiap hari,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan serupa diperkuat sebagai momentum peningkatan kualitas hidup beragama, tidak berhenti pada seremoni tahunan.

“Jadikan Ramadan kesempatan memperbaiki diri, merapatkan persaudaraan, dan menebalkan kepedulian sosial, terutama bagi yang membutuhkan,” ucapnya. Ia mengajak para pegiat agama mengintensifkan majelis taklim, TPQ, madrasah diniyah, dan kegiatan remaja masjid selama Ramadan hingga Syawal, agar masjid dan mushola menjadi pusat penguatan nilai.

Ia juga mengajak pegiat agama bersinergi menjaga kondusivitas wilayah, menyebar pesan damai, dan menangkal paham pemecah belah. “Sampaikan pesan yang meneduhkan. Jika ada gesekan di masyarakat, kita redam sejak dini dengan tabayun, bukan dengan provokasi,” pesan Wurja. Di akhir sambutan ia menutup, “Semoga relasi Pemkab dan tokoh agama kian erat, mewujudkan Brebes yang religius, harmonis, dan berakhlak mulia.”

Camat Larangan dalam laporannya merinci penerima insentif terdiri atas guru ngaji, guru madrasah diniyah (Madin), imam masjid dan musala, dai, hafiz/hafizah, serta pengasuh pondok pesantren yang berdomisili dan aktif membina di wilayah Larangan. Proses verifikasi dilakukan berjenjang oleh pemerintah kecamatan bersama pemerintah desa, dengan basis data yang dimutakhirkan setiap tahun agar tepat sasaran.

Baca Juga :  Mantap! GRIB Ranting Desa Bitung Jaya Adakan Kopdar dan Evaluasi Kepengurusan

“Insentif ini bukan sekadar bantuan, melainkan pengakuan atas peran. Mereka yang tiap sore mengajar iqra, yang menghidupkan subuh berjemaah, yang merawat tradisi ngaji kitab kuning itulah penjaga moral kampung,” kata Camat. Ia menambahkan, sinergi Forkopimca dengan tokoh agama terbukti efektif menjaga ketertiban, khususnya pada momentum keagamaan dan hari besar.

Acara turut dihadiri jajaran kepala OPD Pemkab Brebes, unsur Forkopimca Larangan, serta perwakilan organisasi keagamaan. Usai sambutan, penyerahan insentif dilakukan secara simbolis kepada perwakilan pegiat, dilanjutkan pembinaan singkat tentang penguatan moderasi beragama, tata kelola TPQ/Madin, serta pentingnya administrasi sederhana bagi lembaga keagamaan.

Salah satu penerima, imam mushola asal Desa Larangan, mengaku bersyukur. “Ini menyemangati kami. Bukan soal nominal, tapi perhatian. Kami jadi merasa didampingi pemerintah,” ujarnya singkat.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa bersama untuk kebaikan Brebes dan kelancaran ibadah Ramadan.

(D. Miranoor)

Berita Terkait

Gubernur Meninjau Bencana Tanah Longsor di Desa Cilibur Sirampog, Memberikan Bantuan Pada Korban Terdampak 
Pertiwi Bamus Tangkot Gelar Bukber, Pembagian Takjil dan Santunan Yatim piatu, Dihadiri Pimpinan DPP Beserta Jajarannya  
Kolaborasi Strategis, Polres dan Pemkab Brebes Luncurkan Aplikasi Digital “Beres Apik” untuk Meningkatkan Layanan Publik
Sheenaz Snafeesa Zara Rayakan Ulang Tahun dengan Penuh Keceriaan.
Tanamkan Jiwa Wirausaha, Siswa Narada School Kunjungi Pabrik Kosmetik PT Souvenhostel Cipta Persada
Puskesmas Jatirokeh Brebes Tingkatkan Inovasi, Tenaga Kesehatan Diharapkan Memiliki Pemahaman Standar Pelayanan
DPD PDIP Menyatukan Langkah Organisasi Melalui Roadshow, Jawa Tengah Tetap Kandang Banteng Bukan Kandang Gajah
Bulan Baik Untuk Berbuat Baik Bersama Yayasan Pendidikan Sekolah Digital (Online) Gratis “Janji Baik” dan GANN (Generasi Anti Narkotika Nasional)

Berita Terkait

Rabu, 11 Maret 2026 - 19:03 WIB

Gubernur Meninjau Bencana Tanah Longsor di Desa Cilibur Sirampog, Memberikan Bantuan Pada Korban Terdampak 

Rabu, 11 Maret 2026 - 15:13 WIB

Para Pegiat Keagamaan Adalah Garda Terdepan Pembinaan Akhlak Umat, Perlu Wujudkan Sinergi dan Moderasi 

Rabu, 11 Maret 2026 - 00:41 WIB

Pertiwi Bamus Tangkot Gelar Bukber, Pembagian Takjil dan Santunan Yatim piatu, Dihadiri Pimpinan DPP Beserta Jajarannya  

Selasa, 10 Maret 2026 - 22:35 WIB

Kolaborasi Strategis, Polres dan Pemkab Brebes Luncurkan Aplikasi Digital “Beres Apik” untuk Meningkatkan Layanan Publik

Selasa, 10 Maret 2026 - 19:50 WIB

Tanamkan Jiwa Wirausaha, Siswa Narada School Kunjungi Pabrik Kosmetik PT Souvenhostel Cipta Persada

Berita Terbaru