Warga Binong  Keluhkan Air Kali Berwarna Coklat, Diduga Terkait Proyek Pembangunan di Curug Wetan

Minggu, 8 Maret 2026 - 17:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga Binong  Keluhkan Air Kali Berwarna Coklat, Diduga Terkait Proyek Pembangunan di Curug Wetan

Warga Binong  Keluhkan Air Kali Berwarna Coklat, Diduga Terkait Proyek Pembangunan di Curug Wetan

Dinamikanews.net | Warga Perumahan Binong mengeluhkan air di saluran besar (kali) yang berubah warna menjadi coklat di RW 014 Kelurahan Binong, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, Sabtu (7/3/2026). Kondisi tersebut dikhawatirkan warga dapat memperparah banjir saat hujan turun.

 

Warga menduga perubahan warna air tersebut berkaitan dengan aktivitas proyek pembangunan Lippo yang berada di kawasan Pondok Jengkol, Desa Curug Wetan, Kecamatan Curug.

 

Ketua Forum Jurnalis, Ryan, meminta pemerintah tidak tinggal diam terhadap permasalahan yang terjadi di wilayah tersebut, khususnya terkait banjir di Perumahan Binong Permai.

Baca Juga :  Pemilik Lahan, Bayar Dulu,Silahkan Bongkar, Eksekusi Penertiban Lapak Pedagang Eks Penampungan Pasar Cisoka Gagal,

Menurutnya, hingga saat ini pemerintah dinilai belum memberikan langkah nyata terkait penanganan banjir di kawasan tersebut.

 

“Mana janji pembangunan tandon air. Sampai sekarang belum ada realisasi, hanya sebatas janji,” ujar Ryan.

 

Ryan juga meminta pemerintah menegur dan menindak tegas pengembang yang diduga tidak memperhatikan dampak lingkungan dari aktivitas pembangunan.

 

Ia menilai pembangunan di Curug Wetan terus berjalan, namun belum terlihat adanya tindakan tegas dari pemerintah terhadap pengelolaan saluran air di kawasan tersebut.

“Jika semua perumahan mengalirkan pembuangan airnya ke saluran di Perumahan Binong, maka saat hujan sebentar saja bisa menyebabkan banjir. Pemerintah diminta segera menertibkan saluran pembuangan air di hulu Perumahan Binong Permai,” katanya.

Baca Juga :  Keseriusan Pemprov Jateng Atasi Sampah, Tiga Target Aglomerasi Siap Pangkas 3.000 Ton per Hari

 

Menurut Ryan, kemajuan pembangunan wilayah seharusnya tidak menimbulkan dampak yang merugikan bagi perumahan yang telah lebih dulu berdiri.

 

Sementara itu, warga mengaku merasa khawatir setiap kali hujan deras turun, terlebih dengan kondisi air kali yang saat ini terlihat berwarna coklat.

 

“Warga jadi was-was kalau hujan deras turun,” pungkasnya.

 

Red

Berita Terkait

Normalisasi Bendung Notog Tingkatkan Debit Air 2,8 Kali Lipat, 25.180 Hektare Sawah Tegal-Brebes Terbantu
Kapolsek Ciputat Timur Ajak Warga dan Tokoh Agama Perkuat Keamanan Lingkungan
Petugas Rutan Batam Borong 4 Medali di PORPROV Kepri 2026 Cabang Catur
Bercak Darah di Lokasi Dugaan Mutilasi Kemukten Brebes Terbukti Darah Manusia, Potongan Tubuh Korban Belum Ditemukan
Kejar Target Akhir Tahun, 1.545 Rumah Tidak Layak Huni di Brebes Dibedah, Dinperwaskim Diminta Tancap Gas
Polri-KPAI Perkuat Koordinasi Lindungi Anak Dari Tindak Kejahatan
Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih Brebes Progres Capai 70 Persen, Harapan Besar Kesejahteraan Nelayan Bertumpu
Polres Brebes Tanam 2.005 Bibit Mangrove di Pantai Randusanga, Cegah Abrasi Lewat Green Policing

Berita Terkait

Senin, 9 November 2026 - 06:09 WIB

Normalisasi Bendung Notog Tingkatkan Debit Air 2,8 Kali Lipat, 25.180 Hektare Sawah Tegal-Brebes Terbantu

Minggu, 8 November 2026 - 14:19 WIB

Kapolsek Ciputat Timur Ajak Warga dan Tokoh Agama Perkuat Keamanan Lingkungan

Minggu, 8 November 2026 - 13:55 WIB

Petugas Rutan Batam Borong 4 Medali di PORPROV Kepri 2026 Cabang Catur

Minggu, 8 November 2026 - 07:35 WIB

Bercak Darah di Lokasi Dugaan Mutilasi Kemukten Brebes Terbukti Darah Manusia, Potongan Tubuh Korban Belum Ditemukan

Minggu, 8 November 2026 - 05:43 WIB

Kejar Target Akhir Tahun, 1.545 Rumah Tidak Layak Huni di Brebes Dibedah, Dinperwaskim Diminta Tancap Gas

Berita Terbaru