Kementerian PU Pacu Pembangunan 4 Sabo Dam di Tapanuli Tengah, Rampung 2026

Jumat, 27 Februari 2026 - 06:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

dinamikanews.net – Kementerian Pekerjaan Umum mempercepat pembangunan empat sabo dam prioritas di Sungai Aek Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, sebagai langkah strategis pengendalian banjir dan material sedimen guna melindungi permukiman masyarakat dari risiko luapan material saat hujan deras.

Percepatan pekerjaan telah dimulai melalui penyelidikan tanah dan pengeboran (soil investigation) untuk memastikan desain konstruksi yang aman dan efektif sebagai dasar pelaksanaan pembangunan pada 2026.

Menteri PU Dody Hanggodo bersama Kepala Staf Umum (Kasum) TNI, Letjen TNI Richard Taruli Horja Tampubolon dan Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu meninjau langsung lokasi penanganan bencana banjir kawasan Aek Tukka dan Aek Gala-Gala di Tapanuli Tengah, Kamis (26/2/2026).

Saat ini penanganan Aek Tukka masih bersifat darurat melalui pembangunan tanggul sungai, baik dengan metode pancang (sheet pile) pada kawasan padat permukiman maupun tanggul tanah. Namun, Menteri Dody menekankan pentingnya percepatan pembangunan sabo dam sebagai solusi permanen.

“Khusus di sini (Aek Tukka) saya minta dipercepat pembangunan sabo dam-nya. Paling tidak tahun ini harus sudah ada yang selesai. Karena kalau terjadi hujan deras 4–5 jam, saya khawatir tanggul darurat ini tidak akan mampu menahan material dari hulu. Karena itu dam harus segera dibangun agar sedimen, pasir, kayu, dan batu bisa tertahan di atas, sementara air tetap mengalir,” kata Menteri Dody.

Baca Juga :  Peluncuran Buku “Delivered”, Dokumentasi Perjalanan Menteri Basuki 10 Tahun Pimpin Kementerian PUPR

Sebagai tahap awal, pada 2026 akan dibangun empat sabo dam di DAS Aek Tukka, yakni Sabo Dam (TK-D.1) di Desa Bona Lumban, Sabo Dam (TK-D.2) di Desa Hutan Nabolon, Sabo Dam Oprit (TK-D.3) di Desa Sigala-gala, dan Sabo Dam (TK-D.4) di Desa Tukka.

Keempat sabo dam tersebut dirancang memiliki bentang antara 15–50 meter dengan tinggi 3–6 meter serta total kapasitas tampungan mencapai 205.000 m3 untuk menahan sedimen dan material lainnya dari hulu.

“Kalau air saja tidak ada masalah. Yang menjadi persoalan adalah ketika air membawa batu, kayu, dan pasir dalam jumlah besar. Itu yang harus kita tahan di dam,” ujar Menteri Dody.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera II Medan Feriyanto Pawenrusi menyampaikan bahwa pembangunan sabo dam ini merupakan bagian dari rencana pengendalian sungai secara menyeluruh di wilayah Tapanuli.

Baca Juga :  Memanfaatkan Potensi Lokal, Mendes Yandri Ajak Untuk Kembangkan Desa Wisata

“Kami menyiapkan sabo plan untuk memperlambat arus air dan mengendalikan sedimen. Total kebutuhan untuk penanganan sungai-sungai di wilayah Tapanuli mencapai 30 sabo dam dan 6 sand pocket. Seluruh sungai kita sentuh. Atensi Bapak Menteri untuk Tukka, sesuai arahan, pada 2026 sudah ada yang selesai,” ujar Ferry.

Secara bertahap, penanganan sungai-sungai besar di Sumatera Utara dan provinsi lainnya dilakukan dalam kurun waktu hingga empat tahun. Namun khusus Sungai Aek Tukka, Ferry menyampaikan bahwa Menteri Dody meminta agar pekerjaan prioritas dapat diselesaikan pada 2026.

“Fokus utama kita di sini. Supaya masyarakat di kanan-kiri sungai tidak lagi terdampak banjir meski hujan deras turun. Itu tugas utama yang harus kita tuntaskan,” tutur Ferry.

Melalui percepatan pembangunan sabo dam permanen ini, Kementerian PU memastikan penanganan di Aek Tukka tidak hanya bersifat darurat, tetapi menjadi bagian dari sistem pengendalian sedimen dan mitigasi banjir yang lebih kuat dan berkelanjutan. (*)

Berita Terkait

Bupati Paramitha Buka Sosialisasi MPLS Sekolah Rakyat
Menteri LH Minta Persoalan Sampah Di Sumbar Selesai Pada 2027
Bupati Tangerang Pastikan Warga Terima Hunian dan Air Bersih Saat Tinjau pembangunan RTLH di Tigaraksa
Anggota DPRD Fraksi Demokrat M. Yaya Amsori : Apresiasi Kinerja Bupati Tangerang Dalam Program Gebrak Pak Kumis
DKI Jakarta Alami Kerugian Miliaran Rupiah Imbas JPO Tendean Ditabrak Truk
Kunjungi Kejagung, Polri Serahkan Administrasi Penyidikan Korupsi
Bansos PKH Dan BPNT Untuk Triwulan Ketiga Cair Pada 20 Juli 2026
Menhut Siapkan Kawasan Preservasi Orangutan seluas 87 Ribu Hektare
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 19:43 WIB

Bupati Paramitha Buka Sosialisasi MPLS Sekolah Rakyat

Rabu, 15 Juli 2026 - 17:51 WIB

Menteri LH Minta Persoalan Sampah Di Sumbar Selesai Pada 2027

Rabu, 15 Juli 2026 - 17:45 WIB

Bupati Tangerang Pastikan Warga Terima Hunian dan Air Bersih Saat Tinjau pembangunan RTLH di Tigaraksa

Rabu, 15 Juli 2026 - 15:43 WIB

Anggota DPRD Fraksi Demokrat M. Yaya Amsori : Apresiasi Kinerja Bupati Tangerang Dalam Program Gebrak Pak Kumis

Selasa, 14 Juli 2026 - 20:40 WIB

DKI Jakarta Alami Kerugian Miliaran Rupiah Imbas JPO Tendean Ditabrak Truk

Berita Terbaru

Berita

Bupati Paramitha Buka Sosialisasi MPLS Sekolah Rakyat

Rabu, 15 Jul 2026 - 19:43 WIB