BREBES, Dinamikanews.net – Ketika fajar menyapa bumi Brebes dengan sapaan hangatnya, sebuah gerakan hati bersiap mengukir senyum di wajah sesama. Pada Jum’at yang penuh kemuliaan, 13 Februari 2026, Laskar Sabilillah Perjuangan Walisongo Indonesia (PWI) PC Brebes sukses menggelar aksi kemanusiaan bertajuk “Jum’at Berkah: Sebungkus Nasi, Sejuta Doa.”

Titik Kumpul dan Semangat Kesatuan*
Langkah mulia ini berawal dari sebuah pengabdian Gus Asfad Romli yang punya kediaman di Perumahan Dedy Jaya, Brebes. Tepat pukul 06.30 WIB, para pendekar kemanusiaan yang berbalut atribut kebanggaan Laskar/PWI berkumpul, menyatukan barisan di Gerbang pintu perumahan dedy jaya sebelum menyisir nadi-nadi kota dan desa untuk berbagi.
Kehadiran Sosok Penyejuk*
Kegiatan ini terasa kian istimewa dengan kehadiran RM. ASFAD ROMLI, SH., MH. (Gus Asfad). Beliau bukan sekadar tokoh sentral trah keturunan Sunan Bonang, melainkan simbol keteladanan yang rendah hati. Sebagai salah satu bagian deklarator awal berdirinya PWI LS di Indonesia, Gus Asfad menunjukkan bahwa kemuliaan nasab menyatu sempurna dengan keikhlasan berbaur bersama rakyat kecil.

“Kebaikan tidak butuh panggung besar untuk bercahaya; ia hanya butuh ketulusan untuk berbagi, meski lewat sebungkus nasi di pinggir jalan.”
Misi Kemanusiaan: Dari Jalanan Kota hingga Wilayah Pedesaan*
Aksi menyusuri jalanan protokol hingga ke sudut kota, tim membagikan paket kepada tukang becak, pemulung, dan pejuang jalanan lainnya.
Dukungan dan Gotong Royong*
Kesuksesan acara ini merupakan buah kedermawanan para donatur dan kekompakan Laskar. Ribuan paket nasi ponggol dan air mineral didistribusikan berkat dukungan dari:
Gus Asfad
Ibu Hj. Khoirunisa
Pak H. Masrukhi
Bpk H. Susanto
Dan dermawan lainnya.
Apresiasi mendalam juga ditujukan kepada Laskar Sabilillah Perjuangan Walisongo Indonesia (PWI) PC Brebes menyediakan 1000 bungkus nasi ponggol, Bapak H. Karminto, yang secara khusus memberikan 50 bungkus nasi dan 50 gelas es teh untuk para panitia dan Laskar yang bertugas, memastikan semangat para pejuang sosial tetap terjaga di lapangan.
Ketua PC PWI LS, Ustadz Ali Murtado, dalam pesannya menyampaikan rasa haru:
“Terima kasih kepada seluruh Laskar yang gagah perkasa dalam satu komando. Terima kasih pula kepada para donatur. Kompaknya kalian adalah energi bagi organisasi ini untuk terus menebar manfaat, baik di jalanan maupun di lokasi bencana,” ujarnya saat ditemui awak media.
“Harapan kami dengan adanya kegiatan seperti ini dapat berlangsung lama, sehingga dapat menabur manfaat kebaikan pada sesama yang membutuhkan,” tambahnya.

Doa Sebagai Senjata Utama*
Sebelum pergerakan dimulai, suasana diheningkan sejenak oleh doa yang dipimpin oleh Kyai Aminudin S.Ag., M.Si., tokoh agama Kabupaten Brebes. Beliau mengetuk pintu langit, memohon agar setiap butir nasi yang dibagikan menjadi saksi keikhlasan dan pembawa keberkahan bagi Kota Brebes, serta menjadi penguat bagi warga yang sedang diuji.
Semoga langkah kecil ini menjadi rutinitas yang abadi, karena pada akhirnya, sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesamanya, barakallah amin.
(D. Miranoor)

















