Bisnis Seragam Sekolah SMP Negeri di Kabupaten Tangerang Raup 7,5 Miliar, Dilaporkan ke Kejari

Jumat, 9 Januari 2026 - 09:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bisnis Seragam Sekolah SMP Negeri di Kabupaten Tangerang Raup 7,5 Miliar, Dilaporkan ke Kejari

Bisnis Seragam Sekolah SMP Negeri di Kabupaten Tangerang Raup 7,5 Miliar, Dilaporkan ke Kejari

Dinamikanews.net | Bisnis pengadaan seragam sekolah untuk tingkat Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) di seluruh Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, dinilai sebagai ladang bisnis yang “abadi” dengan perputaran uang sangat besar. Nilai bisnis ini diperkirakan mencapai Rp7,5 miliar setiap tahun, dan telah dilaporkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) untuk investigasi lebih lanjut. Jumat (9/1/2026).

Deputi Kajian Korupsi DPW GMPK Banten, Adang Kosasih, mengungkapkan hal ini kepada wartawan. Ia menjelaskan bahwa kebutuhan seragam sekolah yang wajib dibeli oleh siswa baru setiap tahun ajaran membuat sektor ini selalu ramai. Bahkan, ada dugaan keterlibatan ketua Gugus dan MKKS dari masing-masing sekolah SMP Negeri dalam bisnis ini, termasuk kegiatan tour dan private renang.

Baca Juga :  Wamen Diana Tinjau Kesiapan Tol Trans Jawa untuk Nataru 2025

“Setiap tahun ajaran baru, orang tua siswa pasti mengeluarkan biaya untuk seragam. Jika dikalkulasikan untuk semua SMP Negeri se-Kabupaten Tangerang, nilainya bisa mencapai Rp7,5 miliar per tahun,” kata Adang.

“Ia menambahkan bahwa keuntungan per sekolah bisa mencapai Rp72 juta, di luar agenda bisnis seperti tour dan private renang.”

“Besarnya nilai ini seharusnya menjadi perhatian pemerintah daerah dan pemangku kebijakan pendidikan, termasuk Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang. Jika tidak dikelola transparan, pengadaan seragam bisa menimbulkan monopoli, pungutan liar, atau bahkan korupsi.”

Baca Juga :  Sinergi TNI-Polri di Perbatasan, Dansatgas Pamtas Yonarmed 11 Kostrad Hadiri Pemusnahan Barang Bukti Narkoba

Adang Kosasih mendorong agar pengadaan seragam sekolah tidak menjadi ajang bisnis yang membebani wali murid. “Sekolah harus mematuhi aturan dan tidak boleh mewajibkan pembelian seragam di pihak tertentu,” tegasnya.

Ia juga meminta Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang untuk melakukan pengawasan ketat terhadap praktik penjualan seragam di lingkungan sekolah. “Pendidikan itu hak semua warga negara.

Jangan sampai ada orang tua yang kesulitan menyekolahkan anaknya hanya karena mahalnya biaya seragam,” pungkas Adang.

Dengan pengawasan yang lebih baik, diharapkan bisnis seragam sekolah bisa lebih transparan dan tidak memberatkan masyarakat.

 

 

Red

Berita Terkait

BMKG — Sebagian Besar Wilayah Indonesia Cerah Berawan, Beberapa Daerah Berpotensi Hujan Ringan
Febrie Adriansyah Ajukan Praperadilan, “33 Tahun Jadi Jaksa Tidak Pernah Bermasalah”  
Presiden Prabowo Tegaskan: Pendidikan Sekolah Negeri Gratis SD sampai SMA, Mendikdasmen Jelaskan Sudah Dibiayai Pemerintah
Asian Games 2026: Karate Sumbang Satu Perunggu Untuk Indonesia
Nasib Tragis MenimpaTaruna Polimarin Asal Brebes, Larut Tenggelam Bersama KM Virgo Transport 8 di Masalembo
Kabar Terakhir KM Virgo Transport 8 — Pencarian Masih Berlanjut, Rencana Pengangkatan Bangkai Disiapkan
Prabowo Ingin Sekolah Hingga Universitas Negeri Gratis
Benteng Pendem Cilacap: Sejarah, Misteri, dan Jejak Masa Lalu

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 06:59 WIB

BMKG — Sebagian Besar Wilayah Indonesia Cerah Berawan, Beberapa Daerah Berpotensi Hujan Ringan

Senin, 21 September 2026 - 06:37 WIB

Febrie Adriansyah Ajukan Praperadilan, “33 Tahun Jadi Jaksa Tidak Pernah Bermasalah”  

Senin, 21 September 2026 - 05:07 WIB

Presiden Prabowo Tegaskan: Pendidikan Sekolah Negeri Gratis SD sampai SMA, Mendikdasmen Jelaskan Sudah Dibiayai Pemerintah

Minggu, 20 September 2026 - 18:11 WIB

Asian Games 2026: Karate Sumbang Satu Perunggu Untuk Indonesia

Sabtu, 19 September 2026 - 19:45 WIB

Nasib Tragis MenimpaTaruna Polimarin Asal Brebes, Larut Tenggelam Bersama KM Virgo Transport 8 di Masalembo

Berita Terbaru