Jakarta, Dinamikanews.net – Ratusan perempuan di Jakarta Utara yang terdiri dari dari kader Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK), pelajar, dan warga mengikuti “Workshop Eco Enzyme” untuk mengelola sampah organik dalam melestarikan lingkungan.
“Kegiatan yang digelar Gereja Santo Andreas Kim Tae Gon sebagai upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah organik dan menjaga kelestarian lingkungan,” kata Ketua TP PKK Jakarta Utara, Fida Hendra, Kamis (18/6).
Menurut dia, gerakan ini sangat positif karena mengajarkan bahwa menjaga lingkungan dapat dimulai dari hal-hal sederhana di rumah. Melalui cara mengolah sampah organik menjadi eco enzyme, peserta tidak hanya menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga menghasilkan produk yang bermanfaat.
Fida menuturkan, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bentuk kepedulian terhadap lingkungan, tetapi juga bagian dari upaya pencatatan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) untuk pembuatan eco enzyme secara massal.
“Kami sangat mengapresiasi antusiasme para perempuan di Jakarta Utara yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini. Eco enzyme memiliki banyak manfaat, baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun untuk mendukung pelestarian lingkungan,” paparnya.
TP PKK Jakarta Utara juga melaksanakan panen melon di Kebun Gangnam dan sebagian tanaman di kebun tersebut memanfaatkan pupuk cair yang dihasilkan dari proses pengolahan eco enzyme.
“Kami berharap pembuatan eco enzyme dapat terus dilakukan secara berkelanjutan dan diterapkan di lingkungan masing-masing, termasuk untuk menyuburkan tanaman,” ujar Fida.
Sementara itu, Perwakilan Gereja Santo Andreas Kim Tae Gon, Romo Yustinus Kesarianto mengatakan pihaknya sudah lama memanfaatkan eco enzyme sebagai salah satu solusi pengelolaan sampah organik di lingkungan gereja.
“Komunitas gereja juga mengembangkan berbagai produk turunan berbahan dasar eco enzyme,” katanya.
Pihak gereja menyerahkan sejumlah produk hasil olahan eco enzyme kepada TP PKK Jakarta Utara, di antaranya sabun mandi, sabun cair, dan bantal eco enzyme.
“Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekaligus memperkuat kolaborasi berbagai pihak dalam mewujudkan sungai yang bersih, sehat, dan berkelanjutan,” kata Andreas.
Workshop Eco Enzyme serentak di lima wilayah kota administrasi di DKI Jakarta ini merupakan hasil kolaborasi antara TP PKK dan Yayasan Sedulur Bunda Milenial dalam rangka mendukung Gerakan Nasional Bersih Sungai 2026 serta menyambut HUT ke-499 Jakarta.















