Juri LCC MPR Kalbar Dirujak Netizen, Dinilai Tak Fair saat Final

Selasa, 12 Mei 2026 - 10:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dinamikanews.net – Polemik penilaian dalam Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI tingkat Kalimantan Barat viral di media sosial.

Sorotan muncul setelah dua jawaban dengan substansi serupa justru mendapat penilaian berbeda dari dewan juri.

Final LCC Empat Pilar MPR RI tingkat Kalbar digelar di Pontianak, Sabtu (9/5/2026). Tiga sekolah yang lolos ke babak final yakni SMAN 1 Pontianak, SMAN 1 Sambas, dan SMAN 1 Sanggau.

Kronologi Kejadian

Polemik terjadi saat sesi rebutan jawaban. Peserta mendapat pertanyaan mengenai lembaga yang pertimbangannya wajib diperhatikan DPR dalam memilih anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Regu C dari SMAN 1 Pontianak menjadi peserta pertama yang menjawab.

“Anggota-anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan presiden,” ujar salah satu peserta.

Namun, jawaban itu dinyatakan salah oleh juri. Regu C pun mendapat pengurangan nilai minus lima.

Pertanyaan kemudian dialihkan ke Regu B dari SMAN 1 Sambas. Peserta dari SMAN 1 Sambas lalu memberikan jawaban yang dinilai memiliki inti serupa.

“Anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan presiden,” ucap peserta dari SMAN 1 Sambas.

Baca Juga :  Ratusan Mahasiswa Datangi DPRD Tangerang, Tuntut Klarifikasi Pernyataan Anggota Dewan

Juri kemudian menyatakan jawaban tersebut benar.

“Inti penjelasannya sudah benar, nilai 10,” kata Dyastasita selaku juri.

Keputusan itu langsung diprotes peserta dari SMAN 1 Pontianak. Mereka menilai jawaban yang disampaikan tidak berbeda dengan jawaban Regu B.

“Dewan juri, izin, tadi kami menjawabnya sama seperti regu B,” kata salah satu peserta.

Peserta bahkan meminta penonton di studio menjadi saksi bahwa unsur DPD sudah disebut dalam jawaban mereka.

Namun, dewan juri tetap mempertahankan keputusan. Salah satu juri menilai persoalan ada pada artikulasi jawaban peserta.

“Begini, kan sudah diperingatkan dari awal bahwa artikulasi itu penting. Jadi, biasakan menjawab dengan artikulasi yang jelas, kalau menurut kalian sudah, tapi dewan juri menilai kalian tidak karena mendengar artikulasi yang tidak jelas, ya itu artinya dewan juri berhak memberi nilai minus 5,” paparnya.

Pembawa acara lomba juga menegaskan keputusan sepenuhnya berada di tangan dewan juri.

“Baik adik-adik, keputusan di dewan juri karena dewan juri yang hadir hari ini sudah sangat berkompeten dan sangat teliti untuk mendengar jawaban dari adik-adik. Mungkin itu hanya perasaan adik-adik saja, nanti bisa dilihat tayangan ulangnya,” jelas MC.

Video perdebatan antara peserta dan dewan juri kemudian ramai di media sosial. Banyak warganet mempertanyakan tidak adanya pengecekan ulang terhadap jawaban peserta sebelum keputusan ditetapkan.

Baca Juga :  Buka Asskat League 2026, Bupati Tangerang: Jadi Ajang Bidik Bibit Muda Menuju Pentas Nasional

Tak sedikit netizen yang merujak dewan juri karena dianggap tidak fair dalam memberikan penilaian.

MPR Buka Suara

Polemik tersebut akhirnya mendapat perhatian pimpinan MPR RI. Wakil Ketua MPR RI Abcandra Muhammad Akbar Supratman menyampaikan permohonan maaf atas insiden penilaian tersebut.

“Kami mohon maaf atas kelalaian dewan juri. Kami akan tindak lanjuti kejadian ini,” kata Akbar dalam keterangan tertulis, Senin (11/5/2026).

Akbar memastikan evaluasi menyeluruh akan dilakukan, mulai dari kinerja juri, sistem tata suara, hingga mekanisme keberatan peserta.

“Saya melihat, Lomba Cerdas Cermat ini perlu dievaluasi supaya lebih baik. Jangan ada lagi kejadian seperti ini,” tegasnya.

Melalui unggahan di Instagram pribadinya, Akbar juga kembali menyampaikan permohonan maaf.

“Atas nama pimpinan MPR kami mohon maaf dan akan segera menyetujui terhadap juri yang bertugas,” ucap Akbar.

Meski menuai polemik dan sempat diprotes peserta, hasil akhir lomba tetap tidak berubah. SMAN 1 Sambas keluar sebagai juara dan berhak mewakili Kalimantan Barat ke tingkat berikutnya setelah unggul poin dari SMAN 1 Pontianak.

Berita Terkait

Dukung BIK 2026 di Banjarnegara, BPR BKK Mandiraja Bawa Misi Lindungi Pelajar dari Pinjol Ilegal dan Judi Online
Aprilia Kuasai FP1 Mandalika, Bezzecchi Ungguli Marc Marquez
TBC di Tonjong Brebes Capai 350 Kasus, Puskesmas Gencarkan Pelacakan, Prioritas Desa Linggapura
Diduga Jadi Kurir Ganja, Pria 69 Tahun Diamankan Polisi di Pantura Brebes
Sebanyak 3.150 Keluarga Brebes Tak Lagi Bergantung PKH, 579 Dapat Modal Usaha
Prakiraan Cuaca Jawa Tengah 8 Oktober 2026: 17 Daerah Berpeluang Hujan Ringan, Warga Diminta Waspada
Sah. H. Soleh Terpilih Menjadi Ketua PPBNI Satria Banten DPC Kabupaten Tangerang Periode 2026-2931.
DPR Setujui RUU Satu Data Indonesia Menjadi Undang-Undang

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 16:12 WIB

Dukung BIK 2026 di Banjarnegara, BPR BKK Mandiraja Bawa Misi Lindungi Pelajar dari Pinjol Ilegal dan Judi Online

Jumat, 9 Oktober 2026 - 15:30 WIB

TBC di Tonjong Brebes Capai 350 Kasus, Puskesmas Gencarkan Pelacakan, Prioritas Desa Linggapura

Jumat, 9 Oktober 2026 - 06:35 WIB

Diduga Jadi Kurir Ganja, Pria 69 Tahun Diamankan Polisi di Pantura Brebes

Kamis, 8 Oktober 2026 - 19:05 WIB

Sebanyak 3.150 Keluarga Brebes Tak Lagi Bergantung PKH, 579 Dapat Modal Usaha

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:53 WIB

Prakiraan Cuaca Jawa Tengah 8 Oktober 2026: 17 Daerah Berpeluang Hujan Ringan, Warga Diminta Waspada

Berita Terbaru