BGN Buka Suara soal Anggaran Zoom Rp 5,7 Miliar, Dadan: Untuk Koordinasi Program MBG

Sabtu, 25 April 2026 - 13:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dinamikanews.net – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana akhirnya buka suara soal anggaran layanan video conference senilai Rp 5,7 miliar untuk periode April hingga Desember 2026.

Angka itu lebih dulu bikin alis publik terangkat, sebab nilainya terdengar jumbo untuk urusan rapat daring.

Namun, Dadan menegaskan anggaran tersebut bukan sekadar ongkos “zoom-zoom manis” di depan layar. Ia menyebut BGN menyiapkan layanan itu untuk menopang koordinasi besar dalam pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG), program yang butuh ritme cepat dan komando yang seragam dari pusat sampai daerah.

“Layanan tersebut disiapkan untuk mendukung pelaksanaan program makan bergizi gratis yang membutuhkan koordinasi luas, penyampaian arahan teknis secara seragam, serta edukasi kepada berbagai pemangku kepentingan di tingkat pusat dan daerah,” jelas Dadan dalam keterangan resmi, Jumat (24/4/2026).

Bukan Zoom Biasa, BGN Pakai Sistem Enterprise

Dadan menjelaskan, layanan video conference itu bukan paket rapat daring biasa. BGN memakai sistem enterprise terpusat yang Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) BGN kelola untuk menopang komunikasi skala besar.

Baca Juga :  Jelang Hari Bhayangkara ke-79: Polres Brebes Pererat Tali Silaturahmi dengan Purnawirawan

Sistem ini mampu menampung sekitar 5.000 pengguna aktif dan hingga 50.000 peserta dalam satu sesi pertemuan virtual. Kapasitas sebesar itu membuat layanan ini lebih mirip ruang komando digital ketimbang sekadar layar rapat yang dipenuhi wajah mengangguk.

Karena itu, BGN memakai layanan tersebut untuk seluruh struktur organisasi. Mulai dari pimpinan tinggi madya setara eselon I, pimpinan tinggi pratama setara eselon II, pejabat administrator setara eselon III, hingga kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah.

Dengan skema itu, BGN tidak hanya menggelar rapat internal. Mereka juga memakai layanan ini untuk mengirim arahan, menyamakan ritme, dan memastikan pesan tidak tercecer di tikungan birokrasi.

Dipakai untuk Rapat hingga Edukasi Publik

BGN menggunakan layanan video conference untuk berbagai kebutuhan program MBG. Kebutuhan itu mencakup rapat koordinasi nasional dan daerah, sosialisasi kebijakan, penyampaian pedoman teknis, bimbingan teknis bagi pelaksana, forum evaluasi program, hingga edukasi publik.

Lewat kapasitas besar itu, BGN mengaku bisa menjangkau puluhan ribu peserta dalam satu waktu. Dadan menilai kemampuan ini penting agar arahan program tidak pecah di jalan dan pelaksana di daerah menerima pesan yang sama, utuh, dan tidak setengah matang.

Baca Juga :  Wow, sebuah tempat usaha di balaraja di duga curi aliran listrik PLN! 

“Kami ingin memastikan bahwa pesan, arahan, dan pedoman pelaksanaan program dapat diterima secara utuh oleh pelaksana di berbagai daerah. Kebutuhan ini sebagai bagian dari sistem kerja untuk menjaga kualitas pelaksanaan program,” kata dia.

BGN Kejar Koordinasi Cepat dan Seragam

Dadan menegaskan, keberhasilan program makan bergizi gratis tidak hanya bergantung pada distribusi makanan di lapangan. Program ini juga bergantung pada kemampuan BGN menjaga pemahaman yang sama di semua lini pelaksana.

Karena itu, BGN membutuhkan sarana komunikasi digital berkapasitas besar agar seluruh pelaksana bergerak dengan irama yang sama. Dalam program sebesar MBG, informasi yang telat atau pesan yang bengkok bisa jadi kerikil kecil yang bikin mesin tersendat.

“Dalam situasi seperti ini, koordinasi yang cepat, serentak, dan terdokumentasi menjadi bagian penting dari keberhasilan program,” ujarnya.

Berita Terkait

Kejar Target Akhir Tahun, 1.545 Rumah Tidak Layak Huni di Brebes Dibedah, Dinperwaskim Diminta Tancap Gas
Polri-KPAI Perkuat Koordinasi Lindungi Anak Dari Tindak Kejahatan
Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih Brebes Progres Capai 70 Persen, Harapan Besar Kesejahteraan Nelayan Bertumpu
Polres Brebes Tanam 2.005 Bibit Mangrove di Pantai Randusanga, Cegah Abrasi Lewat Green Policing
BNPB: Satgas Padamkan Kebakaran Areal Perkebunan di Magetan dan Luwu
Prioritaskan Bedah Rumah dan Akses Jalan Sekolah Rakyat, Meski Sertijab Dinperwaskim Brebes Program Berjalan
Bupati Paramitha Salurkan 100 Paket Sembako di Jatibarang Lor, Sekaligus Serap Aspirasi Warga
Dijanjikan Kerja ke Yunani, Tujuh Warga Brebes Setor hingga Rp70 Juta per Orang, Kini Berharap Uang Kembali
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 8 November 2026 - 05:43 WIB

Kejar Target Akhir Tahun, 1.545 Rumah Tidak Layak Huni di Brebes Dibedah, Dinperwaskim Diminta Tancap Gas

Sabtu, 7 November 2026 - 18:29 WIB

Polri-KPAI Perkuat Koordinasi Lindungi Anak Dari Tindak Kejahatan

Sabtu, 7 November 2026 - 08:42 WIB

Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih Brebes Progres Capai 70 Persen, Harapan Besar Kesejahteraan Nelayan Bertumpu

Sabtu, 7 November 2026 - 05:27 WIB

Polres Brebes Tanam 2.005 Bibit Mangrove di Pantai Randusanga, Cegah Abrasi Lewat Green Policing

Jumat, 6 November 2026 - 19:03 WIB

BNPB: Satgas Padamkan Kebakaran Areal Perkebunan di Magetan dan Luwu

Berita Terbaru