Yogyakarta lahirkan pembalap dunia, tapi sirkuit permanen belum ada

Selasa, 24 Maret 2026 - 22:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Yogyakarta, Dinamikanews.net – Mantan pembalap Moto2 Indonesia Doni Tata Pradita menilai Daerah Istimewa Yogyakarta membutuhkan sirkuit permanen untuk mendukung pembinaan pembalap karena daerah tersebut telah melahirkan sejumlah rider yang mampu bersaing di level internasional.

Menurut Doni, potensi besar yang dimiliki daerah asalnya itu belum sepenuhnya didukung fasilitas latihan yang memadai.

“Kita bisa melahirkan banyak pembalap, tetapi belum punya sirkuit permanen. Mudah-mudahan ke depan ada fasilitas yang bisa mendukung pembalap di Yogyakarta,” kata Doni, Selasa (24/3).

Sejumlah pembalap asal Yogyakarta bahkan telah mencatatkan prestasi di level dunia. Terbaru adalah Veda Ega Pratama yang tampil di Moto3 dan menjadi pembalap Indonesia pertama yang meraih podium Grand Prix saat finis ketiga pada Moto3 Brasil, akhir pekan lalu.

Selain itu, Aldi Satya Mahendra juga menorehkan sejarah setelah meraih podium kedua pada seri pembuka World Supersport 2026 di Phillip Island, Australia.

Nama lain yang lebih dulu menembus kejuaraan dunia adalah Andi Farid Izdihar atau Andi Gilang yang pernah tampil di Moto2. Meski berasal dari Sulawesi Selatan, Andi Gilang, kata Doni, rutin berlatih di Yogyakarta.

Baca Juga :  Soft Launching 22 MPP, Menteri Anas Dorong Peningkatan Jumlah MPP di Daerah

Menurut Doni, Yogyakarta selama ini dikenal sebagai salah satu basis pembinaan pembalap karena banyaknya sekolah balap yang berdiri di daerah tersebut.

“Di Jogja banyak sekolah balap. Ada sekolah balap punya orang tua Veda (Sudarmono), kemudian tempat saya juga, dan beberapa pelatih lain. Jadi kami sering latihan bareng, saling berbagi pengalaman,” katanya.

Ia mengatakan para pembalap di Yogyakarta terbiasa berlatih bersama untuk membangun kekompakan sekaligus meningkatkan kemampuan.

“Biasanya kami latihan bareng di Mandala Krida atau di area Pasar Sapi. Jadi memang lebih ke kebersamaan dan saling mendukung,” ujarnya.

Keterbatasan fasilitas membuat para pembalap kerap harus berlatih di tempat seadanya, bahkan menggunakan area parkir ketika tidak ada kegiatan lain.

“Kami kadang latihan di tempat parkir. Kalau ada acara atau konser ya tidak bisa dipakai. Jadi memang masih terbatas,” kata Doni.

Ia menambahkan, beberapa pembalap seperti Veda dan Aldi kini lebih banyak berlatih di Eropa dan mendapatkan fasilitas dan program latihan yang lebih lengkap.

Baca Juga :  KOMITE III DPD RI LAKUKAN PENGAWASAN TERKAIT BANSOS DALAM PILKADA 2024

Meski demikian, ketika kembali ke Indonesia mereka tetap berlatih di Yogyakarta meski dengan keterbatasan fasilitas yang ada.

Doni berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian terhadap pembangunan sirkuit permanen mengingat prestasi pembalap asal Yogyakarta terus bermunculan, termasuk dari cabang motocross seperti Sheva Anella Ardiansyah yang meraih podium di kejuaraan internasional.

“Jogja ini sebenarnya barometer pembalap Indonesia. Dengan segala keterbatasan saja bisa lahir pembalap internasional,” katanya.

Menurut dia, keberadaan sirkuit permanen yang didukung fasilitas memadai seperti di negara-negara Eropa dan Jepang akan semakin membuka peluang lahirnya banyak pembalap berprestasi.

“Kalau tiap daerah punya sirkuit, pasti akan lebih banyak lagi pembalap top yang lahir. Sekarang saja dengan keterbatasan sudah ada yang bisa sampai ke level dunia,” katanya.

Doni berharap ke depan Yogyakarta dapat memiliki sirkuit permanen agar pembalap muda memiliki tempat latihan yang layak dan pembinaan bisa berjalan lebih maksimal.

“Harapannya tentu Jogja bisa punya sirkuit. Supaya bisa melahirkan lebih banyak Veda baru dan pembalap Indonesia lainnya,” kata Doni.

Berita Terkait

Transformasi SDM Berbasis AI, Menteri PANRB Tekankan Dampak bagi Masyarakat
PMI Siapkan Operasi Kemanusiaan Skala Besar Respons Gempa NTT
Aksi Tanggap Darurat, PT BPR BKK Mandiraja Gelontorkan Air Bersih untuk Warga Banjarnegara yang terdampak Kekeringan
Nasib Baik 250 Narapidana Lapas llB Brebes, Dapat Remisi di HUT RI ke-81 
Jathilan Kridho Mudo Budoyo Meriahkan HUT RI ke-81 dengan Pawai dan Pentas Seni di Alam Jaya Tangerang
Bupati Tangerang Terima Pawai Karnaval HUT Ke-81 RI Desa Cukanggalih Kecamatan Curug
Upacara HUT Ke-81 RI Kabupaten Tangerang Berlangsung Khidmat, Bupati Maesyal Tekankan Semangat Pengabdian
BNPB: Infrastruktur Terdampak Gempa M7,7 NTT Berangsur Pulih

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 18:20 WIB

Transformasi SDM Berbasis AI, Menteri PANRB Tekankan Dampak bagi Masyarakat

Selasa, 18 Agustus 2026 - 16:50 WIB

PMI Siapkan Operasi Kemanusiaan Skala Besar Respons Gempa NTT

Selasa, 18 Agustus 2026 - 16:46 WIB

Aksi Tanggap Darurat, PT BPR BKK Mandiraja Gelontorkan Air Bersih untuk Warga Banjarnegara yang terdampak Kekeringan

Selasa, 18 Agustus 2026 - 09:31 WIB

Nasib Baik 250 Narapidana Lapas llB Brebes, Dapat Remisi di HUT RI ke-81 

Selasa, 18 Agustus 2026 - 07:18 WIB

Bupati Tangerang Terima Pawai Karnaval HUT Ke-81 RI Desa Cukanggalih Kecamatan Curug

Berita Terbaru