BREBES, Dinamikanews.net-Polres Brebes memusnahkan ribuan botol minuman keras hasil Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) yang digelar selama Ramadan, Kamis (12/3/2026) sore di halaman Mapolres Brebes. Langkah ini diambil untuk menjaga kekhusyukan ibadah dan menekan potensi gangguan keamanan menjelang arus mudik Lebaran.
Pemusnahan dipimpin Kapolres Brebes AKBP Lilik Ardiansyah, dihadiri Bupati Brebes Hj. Paramitha Widya Kusuma bersama unsur Forkopimda, tokoh agama, dan tokoh masyarakat. Barang bukti disita dari warung remang-remang, toko ilegal, dan distributor tanpa izin di seluruh wilayah Kabupaten Brebes.
“Sebanyak 3.072 botol miras pabrikan dan tradisional serta 759 botol tuak (brangkal) kita musnahkan hari ini,” kata AKBP Lilik usai Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Candi (OKC) 2026. Ia menegaskan Operasi Pekat menjadi tahap awal cipta kondisi sebelum OKC digelar.
Metode pemusnahan dilakukan terbuka: ribuan botol ditata di lapangan, lalu dilindas alat berat (stumpers/tandem roller) hingga pecah. Cairannya dialirkan ke saluran pembuangan yang telah disiapkan, disaksikan peserta apel dan tamu undangan.
Kapolres menambahkan, selama OKC pihaknya meningkatkan patroli kewilayahan di titik-titik rawan untuk mencegah gangguan Kamtibmas, termasuk kenakalan remaja. “Patroli kita maksimalkan dengan cakupan area yang lebih luas,” ujarnya.
Polres Brebes juga berkoordinasi dengan Pemda menyiapkan kegiatan positif bagi remaja selama libur sekolah. “Jika ditemukan pelanggaran yang melibatkan remaja, akan ditindak tegas dan terukur sesuai peraturan yang berlaku,” tegas AKBP Lilik.
Ia menutup pernyataannya dengan ajakan kepada masyarakat untuk aktif melapor bila mengetahui peredaran miras maupun potensi gangguan keamanan di lingkungannya. “Dukungan warga menjadi kunci. Dengan sinergi Polres, Pemda, tokoh agama, dan masyarakat, Brebes bisa tetap aman, tertib, dan kondusif selama Ramadan hingga puncak arus mudik Lebaran,” pungkasnya.
(D. Miranoor)















