Banjir Tercemar Oli di Tangerang, Ilham Candra Prima: Pemerintah Harus Berani Tindak PT ACML

Jumat, 23 Januari 2026 - 14:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kab. Tangerang, Dinamikanews.net – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Tangerang sejak beberapa hari terakhir mengakibatkan kawasan Cisereh, Kecamatan Tigaraksa, kembali terendam banjir pada Januari 2026.

Namun, banjir kali ini memicu keresahan warga karena kondisi air yang berubah menjadi hitam pekat dan mengeluarkan aroma menyengat, diduga akibat bercampur dengan limbah oli yang diduga berasal dari PT.ACML yang berada di kampung jambu RT.009 RW.003 Desa cisereh Kecamatan Tigaraksa.

 

Berdasarkan pantauan di lapangan pada 23 Januari 2026, ketinggian air di beberapa titik pemukiman dan akses jalan mencapai 40 hingga 60 sentimeter.

Genangan air yang berminyak menyulitkan mobilitas warga dan menimbulkan ke khawatiran akan dampak kesehatan jangka panjang, seperti penyakit kulit dan kontaminasi air bersih.

Menanggapi fenomena ini, Lembaga Satu Bumi Satu Negeri, Ilham Candra Prima yang akrab disapa bung Keong Candra , angkat bicara dan memberikan peringatan keras kepada pihak terkait.

Ketua Lembaga Satu Bumi Satu Negri (LSBSN) Ilham Chandra Prima  menyatakan bahwa kejadian ini bukan sekedar bencana alam akibat luapan sungai, melainkan indikasi adanya pelanggaran serius dalam pengelolaan limbah industri.

“Banjir yang bercampur oli ini adalah bukti nyata kegagalan pengawasan lingkungan di kawasan industri Cisereh. Limbah B3 yang hanyut terbawa banjir sangat berbahaya bagi ekosistem dan kesehatan warga,” tegas Keong Candra

Baca Juga :  Wisata Alam Banten, ini 15 Rekomendasinya

Lembaga Satu Bumi Satu Negri mendesak Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang untuk segera turun ke lokasi guna mengambil sampel air dan menginvestigasi sumber kebocoran oli tersebut. Mereka juga menuntut sanksi tegas bagi perusahaan yang terbukti lalai dalam mengelola limbahnya, terlebih di tengah status tanggap darurat bencana yang telah ditetapkan pemerintah daerah.

Baca Juga :  Taruna Akpol Ikut Kegiatan Gelar Kegiatan Simpatik Bersama Satlantas Polres Purbalingga

Hingga berita ini diturunkan, warga masih berupaya menyelamatkan barang-barang berharga sambil berharap air segera surut dan pihak berwenang segera menangani pencemaran limbah tersebut agar tidak meluas ke area pertanian.

Berita Terkait

BNPB: Satgas Padamkan Kebakaran Areal Perkebunan di Magetan dan Luwu
Prioritaskan Bedah Rumah dan Akses Jalan Sekolah Rakyat, Meski Sertijab Dinperwaskim Brebes Program Berjalan
Bupati Paramitha Salurkan 100 Paket Sembako di Jatibarang Lor, Sekaligus Serap Aspirasi Warga
Dijanjikan Kerja ke Yunani, Tujuh Warga Brebes Setor hingga Rp70 Juta per Orang, Kini Berharap Uang Kembali
Bupati Paramitha Kecam Keras Pungutan Sekolah di Brebes: Pendidikan Harus Gratis, Jangan Bebani Orang Tua Siswa
Kenaikan Kelas Tak Lagi Otomatis, Mendikdasmen: Karakter Ikut Dinilai
Kemenkes Catat 401.586 Kasus Kumulatif Ispa Akibat Karhutla
Kemenag RI Tinjau Masjid Al-Falaah Ciputat usai Insiden Perusakan Pengeras Suara

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 19:03 WIB

BNPB: Satgas Padamkan Kebakaran Areal Perkebunan di Magetan dan Luwu

Jumat, 6 November 2026 - 15:54 WIB

Prioritaskan Bedah Rumah dan Akses Jalan Sekolah Rakyat, Meski Sertijab Dinperwaskim Brebes Program Berjalan

Jumat, 6 November 2026 - 11:44 WIB

Bupati Paramitha Salurkan 100 Paket Sembako di Jatibarang Lor, Sekaligus Serap Aspirasi Warga

Jumat, 6 November 2026 - 07:06 WIB

Dijanjikan Kerja ke Yunani, Tujuh Warga Brebes Setor hingga Rp70 Juta per Orang, Kini Berharap Uang Kembali

Kamis, 5 November 2026 - 17:56 WIB

Kenaikan Kelas Tak Lagi Otomatis, Mendikdasmen: Karakter Ikut Dinilai

Berita Terbaru