Brebes, Dinamikanews.net – Polemik terjadi pada Yayasan Hans Satya Dharma (HSD) Jawa Tengah tengah menghadapi tuduhan serius terkait dugaan penyelewengan dana dari calon pengelola dapur Badan Gizi Nasional (BGN). Sekretaris Jenderal (Sekjen) Yayasan, INW, disebut-sebut terlibat dalam proses pendaftaran dan penawaran titik dapur dengan nilai setoran mencapai ratusan juta rupiah, (12/1/2026)
Ketua Umum Yayasan HSD Jawa Tengah, Turnya, S.H., M.H., menyatakan bahwa proses pendaftaran 25 titik dapur sejak Mei 2025 tidak pernah dilaporkan kepada dirinya sebagai penanggung jawab yayasan. “Kami tidak menyimpulkan, tapi ada dugaan serius yang harus diusut. Calon pengelola mengaku telah menyetor dana besar, namun sampai sekarang tidak ada dapur yang beroperasi dan tidak ada ID Mitra BGN,” tegas Turnya.
Daftar 25 titik dapur yang diajukan meliputi beberapa kabupaten di Jawa Tengah, yaitu:
1.Tonjong Ciregol – Kabupaten Brebes – Pak Asiz
2.Tonjong Kutamendala depan POM – Kabupaten Brebes – Pak Asiz
3.Laren Bumiayu – Kabupaten Brebes – Pak Bambang
4.Laren 2 ( mau geser ke kersana ) – Kabupaten Brebes – Pak Bambang
5.Salem Tembong Reja – Kabupaten Brebes – Pak Subhan
6.Salem Pasir – Kabupaten Brebes – Pak Subhan
7.Salem Gunung Larang – Kabupaten Brebes – Pak Subhan
8.Salem Sawah Gede – Kabupaten Brebes – Pak Subhan
9.Kramat Bumiayu – Kabupaten Brebes – Indah
10.Pangebatan Bantarkawung – Kabupaten Brebes – Mualip
11.Bojong.1 Kabupaten Tegal – YHSD Kab.Tegal –Aji
12.Balapulang – Kabupaten Tegal – YHSD Kab. Tegal – Aji
13.Bojong.2 – Kabupaten Tegal – YHSD Kab.Tegal – Aji
14.Banjarnegara – Kabupaten Banjarnegera – Pak Han
15.Jatisari – Kabupaten Kebumen – YHSD Kebumen – Choirul
16.Kabupaten Kebumen – YHSD Kebumen – Choirul
17.Candimulyo – Kota Magelang – YHSD Kota Magelang – Ibu Susi
18.Windusari – Kota Magelang – YHSD Kota Magelang – Ibu Susi
19.Kota Magelang – YHSD Kota Magelang – Ibu Susi
20.Wonosobo – Kabupaten Wonosobo – YHSD Wonosobo – Pak Sukur
21.Sukoharjo – Kabupaten Sukoharjo – Ibu Reviana
22.Sukoharjo – Kabupaten Sukohar – Ibu Reviana
23.Sukoharjo – Kabupaten Sukoharjo – Pak Bagus
24.Temanggung – Kabupaten Temanggung – Pak Listyo
25.Jatibarang kab. Brebes – pak Bambang
Yayasan HSD Jawa Tengah kini membuka ruang klarifikasi dan meminta pertanggungjawaban atas dana yang disetor. “Jika tidak ada itikad baik untuk menjelaskan dan mempertanggungjawabkan, maka langkah hukum akan kami tempuh,” tegas Turnya.
Turnya juga menambahkan, “Kami menerima banyak keluhan dari calon pengelola yang mengaku telah menyetor dana besar. Namun hingga kini, dapur tidak jalan, operasional tidak ada, dan statusnya tidak jelas.”
Yayasan HSD Jawa Tengah juga menduga adanya praktik jual beli titik dapur BGN, dan meminta klarifikasi terbuka dari Sekjen dan pihak-pihak terkait. Yayasan juga membuka ruang bagi para calon pengelola dapur yang merasa dirugikan untuk menyampaikan klarifikasi secara resmi.
“Ketua Umum sebagai penanggung jawab pengurusan justru tidak mengetahui proses pendaftaran tersebut. Ini menimbulkan pertanyaan besar: atas dasar kewenangan siapa, dan untuk kepentingan siapa,” kata Turnya.
Yayasan HSD Jawa Tengah berkomitmen untuk mengembalikan tata kelola yayasan ke rel yang semestinya, transparansi, dan akuntabilitas, serta mendukung penuh proses penegakan hukum apabila ditemukan pelanggaran.
Turnya juga menyatakan bahwa yayasan tidak akan bertanggung jawab atas kerugian yang dialami oleh calon pengelola dapur jika tidak ada klarifikasi dan pertanggungjawaban dari pihak-pihak terkait. Yayasan juga akan mengambil langkah hukum untuk melindungi hak-hak calon pengelola dapur.
(D. Miranoor)











