Jalan Berlumpur, Janji Manis Pemerintah Tidak Terbukti, Derita Rakyat Merasa Sulit Melintasi Jalan Tersebut 

Sabtu, 3 Januari 2026 - 08:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Brebes, Dinamikanews.net – Jalan menuju Kampung Adat Jalawastu, Desa Ciseureuh, Kecamatan Ketanggungan, Brebes, Jawa Tengah, masih menjadi perhatian serius yang tak kunjung direalisasikan. Setiap tahun, pejabat pemerintah berdatangan, hanya berjanji, karena kondisi jalan tetap saja rusak parah dan berlumpur, seperti tak ada harapan untuk perbaikan. Warga setempat sudah kehabisan kata-kata, mereka hanya ingin jalan yang layak untuk beraktivitas, bukan jalan yang menjadi derita bagi mereka.

Reza, seorang sopir yang setiap hari melintas di jalan tersebut, mengaku kesulitan saat melintas di jalan yang rusak parah dan berlumpur. “Aing mah teu kuat, Pak! Jalanana ruksak pisan, mobil aing sering kempis ban na, tapi teu aya perbaikan,” kata Reza dengan nada frustrasi. “Warga mengeluh dengan kondisi jalan yang rusak parah dan berlumpur. Padahal itu jalan akses menuju Kampung Adat Jalawastu, Garogol, dan pedukuhan lainnya. Setiap tahun juga dilalui pejabat Pemerintah Kabupaten Brebes untuk menghadiri acara Upacara Ngasa di kampung adat,” tambahnya. Reza juga menambahkan bahwa warga sudah bosan dengan janji-janji kosong pemerintah, mereka ingin aksi nyata, bukan hanya kata-kata.

Baca Juga :  Pertamax Jadi Andalan, Pertamina Apresiasi Pelanggan Setia Melalui Promo Melimpah

Berdasarkan pantauan awak media baru -baru ini (1/1/2026) Setiap hari, warga harus melintas di jalan yang rusak parah dan berlumpur, anak-anak sekolah berangkat dengan hati-hati, dan warga lainnya beraktivitas dengan susah payah. Padahal, jalan tersebut merupakan akses utama ke pasar, sekolah, dan fasilitas kesehatan. Warga berharap, jalan sepanjang 5 kilometer yang menjadi akses satu-satunya ke pusat kota ini segera diperbaiki. “Kami hanya ingin hidup yang lebih baik, bukan hidup dalam kesulitan,” kata seorang warga.

Warga lain, Waoman, mengatakan, jalan tersebut merupakan akses ke pasar dan puskesmas atau rumah sakit. Dia menyebut akses yang cukup jauh dan kondisi jalan yang rusak parah dan berlumpur seringkali membuat warga kesulitan saat beraktivitas. “Warga merasa tidak ada respon dari pemerintah meskipun sering dikeluhkan,” katanya. Waoman juga menambahkan bahwa warga sudah kehilangan kepercayaan pada pemerintah, karena janji-janji yang tak kunjung ditepati.

Baca Juga :  Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi, Tetapi Juga Membangun Manusia Yang Sehat, Bugar Dan Produktif

Warga sudah protes, tapi tidak ada respon dari pemerintah. Mereka merasa diabaikan, janji-janji pejabat hanya menjadi janji palsu. Apakah pemerintah akan terus membiarkan warga Jalawastu hidup dalam kesulitan? Apakah pemerintah akan terus mengabaikan kebutuhan warga?

Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Brebes, Agus Pramono, mengatakan bahwa jalan tersebut merupakan ruas Ciseureuh-Jalawastu-Selagading yang berstatus jalan poros dan kewenangan Pemerintah Kabupaten Brebes. Namun, warga masih menunggu aksi nyata dari pemerintah, bukan hanya kata-kata.

Jalan Berlumpur, Janji Palsu: pertanyaan besar bagi pemerintah, akankah janji-janji palsu terus berlanjut, sedangkan warga setempat punya kewajiban yang sama untuk membayar pajak? Mestinya daerah mereka mempunyai hak yang sama dalam perhatian dari pemerintah terutama kondisi jalan yang baik seperti daerah lainnya. (D. Miranoor)

Berita Terkait

Ribuan Pengunjung Padati Puncak Suroloyo, Ikuti Tradisi Kirab dan Jamasan Pusaka
Dinkominfo Banyumas dan Bea Cukai Purwokerto Bersinergi Gempur Peredaran Rokok Ilegal di Kabupaten Banyumas
Sekda Soma Terima Kedatangan Jamaah Haji Kabupaten Tangerang
Wabup Intan Apresiasi Pasar Tradisional Sebagai Pusat Pergerakan Ekonomi Rakyat
FORBETA SALURKAN SANTUNAN ANAK YATIM: BERBAGI KASIH, MENEBAR KEBAHAGIAAN, MERAIH KEBERKAHAN
Menag: Jadikan Tahun Baru Hijriah Momentum Transformasi Diri & Sosial
Iran tekankan tanggung jawab AS atas pelaksanaan kesepakatan damai
Ikatan Keluarga Gunung Kidul (IKG) bersama Badan Penghubung Daerah (Banhubda) Daerah Istimewa Yogyakarta sukses menggelar Grebeg Suro

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 17:29 WIB

Ribuan Pengunjung Padati Puncak Suroloyo, Ikuti Tradisi Kirab dan Jamasan Pusaka

Rabu, 17 Juni 2026 - 17:19 WIB

Dinkominfo Banyumas dan Bea Cukai Purwokerto Bersinergi Gempur Peredaran Rokok Ilegal di Kabupaten Banyumas

Rabu, 17 Juni 2026 - 17:09 WIB

Sekda Soma Terima Kedatangan Jamaah Haji Kabupaten Tangerang

Selasa, 16 Juni 2026 - 21:54 WIB

Wabup Intan Apresiasi Pasar Tradisional Sebagai Pusat Pergerakan Ekonomi Rakyat

Selasa, 16 Juni 2026 - 18:46 WIB

Menag: Jadikan Tahun Baru Hijriah Momentum Transformasi Diri & Sosial

Berita Terbaru

Olahraga

Messi Cetak Hattrick, Argentina Gulung Aljazair 3-0

Rabu, 17 Jun 2026 - 12:41 WIB