Soal Lahan Pulo Cangkir, Camat Kronjo mengatakan Milik Pertani, Bukan Pemkab Tangerang

Selasa, 2 September 2025 - 19:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tangerang, Dinamikanews.net – Camat Kronjo, H. Mumu Mukhlis menyampaikan klarifikasi terkait sejumlah dugaan Pungli yang saat ini tengah menjadi sorotan, antara lain kondisi Pulau Cangkir yang disebut “Carut Marut”, praktik pungutan liar (pungli) yang marak, dan tudingan adanya ketidakpedulian Pemerintah Kabupaten Tangerang.

Camat Kronjo H. Mumu Mukhlis ketika di konfirmasi Ketua Komunitas jurnalis kompeten Tangerang Raya Agus M Romdoni Via Telepon WhatsApp, mengatakan “Area Pulo cangkir bukan milik Pemkab Tangerang, melainkan milik PT pertani maka segala bentuk apapun yang terjadi kami tidak mengetahui.” Ucapnya

Baca Juga :  Berhadiah Total Rp480 Juta, Waktu Pendaftaran PLN Journalist Award 2024 Masih Dua Pekan Lagi

Kendati demikian. Soal adanya pungutan liar kami juga tidak mengetahui karena saya menjabat camat Kronjo baru satu bulan, andaikan ada pungli soal parkir itu diluar tanggung kami

Kendati demikian, Camat Kronjo. Akan mengagendakan pendalaman dan informasi serta berkomunikasi dengan dinas Aset dan pariwisata untuk mengevaluasi dan melakukan monitoring ke wilayah Pulo cangkir tersebut, Selasa (02/09/2025) saat ditelepon via WhatsApp.

Baca Juga :  Jasa Marga Catat 1,8 Juta Kendaraan Kembali ke Jabotabek

Selain itu camat Kronjo menambahkan bahwa apabila Abang sebagai pengunjung merasa di rugikan silahkan laporkan saja ke pihak yang berwajib,” tandasnya

Menanggapi ungkapan camat Kronjo dan ketua KJK Agus M Romdoni Apresiasi pendapat camat Kronjo, soal akan mengevaluasi adanya pungutan liar di Pulo cangkir tersebut.

Akan tetapi..! lahan yang di bilang Camat Kronjo milik PT Pertani..! kenapa jalan itu di bangun oleh pemerintah daerah.” Singkatnya mengakhiri

(Red/KJK)

Berita Terkait

Yogyakarta lahirkan pembalap dunia, tapi sirkuit permanen belum ada
Kearifan Lokal Tetaplah Dijaga, Jadikan Bagian dari Kehidupan Masyarakat Yang Sesungguhnya
Hari Keempat Pagelaran Sintren Lengkapi Wisata Lebaran, Para Wisatawan Memadati OW. Parin Randusanga 
H+4 Pasca Lebaran Kapolres Brebes Pantau Obyek Wisata PARIN, Imbau Pengunjung Utamakan Keselamatan
Dietisien bagikan kiat memanaskan lagi masakan bersantan sisa Lebaran
MOMEN YANG DINANTI: Open House Rutan Batam Hadirkan Senyum, Tawa, dan Air Mata Kebahagiaan
Brebes Barat-Cikatama Dibuka Satu Arah, Antisipasi Kemacetan One Way Nasional Arus Balik Diberlakukan
Kemenhub catat jumlah pemudik dengan angkutan umum naik 8,58 persen

Berita Terkait

Selasa, 24 Maret 2026 - 22:57 WIB

Yogyakarta lahirkan pembalap dunia, tapi sirkuit permanen belum ada

Selasa, 24 Maret 2026 - 20:32 WIB

Kearifan Lokal Tetaplah Dijaga, Jadikan Bagian dari Kehidupan Masyarakat Yang Sesungguhnya

Selasa, 24 Maret 2026 - 16:50 WIB

Hari Keempat Pagelaran Sintren Lengkapi Wisata Lebaran, Para Wisatawan Memadati OW. Parin Randusanga 

Selasa, 24 Maret 2026 - 15:38 WIB

H+4 Pasca Lebaran Kapolres Brebes Pantau Obyek Wisata PARIN, Imbau Pengunjung Utamakan Keselamatan

Selasa, 24 Maret 2026 - 14:22 WIB

Dietisien bagikan kiat memanaskan lagi masakan bersantan sisa Lebaran

Berita Terbaru