Horor di Siang Bolong: Istri Ngaku Dipaksa Jual Rumah, Rombongan Pembeli dan Notaris ‘Geruduk’ Keluarga di Tangerang!

Minggu, 6 Juli 2025 - 06:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tangerang, Dinamikanews.net– Dugaan penjualan rumah tanpa persetujuan istri kembali mencuat. Seorang perempuan berinisial D (35), warga Perumahan Trilaksa Village 1 Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, mengaku menjadi korban. Ia menyebut suaminya menjual rumah tanpa sepengetahuannya.

Yang mengejutkan, setelah ia menolak menandatangani surat jual beli, rombongan pembeli dan notaris justru mendatangi rumah kakaknya secara mendadak pada Jumat (5/7/2025).

Kronologi Kejadian: Diduga Ada Pemaksaan dan Intimidasi

Peristiwa ini terjadi di Perumahan Griya Artha Rancabango. Tindakan rombongan yang terkesan memaksa dan mengintimidasi membuat warga sekitar resah.

D, sang korban, menceritakan kejadiannya. Seseorang meneleponnya dan meminta ia datang ke kantor notaris. Penelepon itu juga mengancam jika ia tidak hadir.

“Katanya kalau saya tidak datang, urusannya akan panjang,” kata D menirukan ucapan inisial Y via telepon kepada wartawan.

“Saya takut, anak-anak saya sampai menangis ketakutan. Saya tidak tahu-menahu soal penjualan rumah itu.” Ucaapnya via sambungan telepon.

D menegaskan, rumah yang suaminya jual merupakan harta bersama. Penjualan sepihak tanpa persetujuan tertulis kedua belah pihak jelas tidak sah. Ia juga menyatakan tidak menerima uang sepeser pun dari transaksi tersebut.

Baca Juga :  Ratusan Personel Polres Brebes Ikuti Latihan Pengendalian Massa, Kapolres Tekankan Larangan Penggunaan Senjata Api

Lebih dari sekadar ancaman telepon, D menceritakan sembilan orang datang ke rumah kakaknya, tempat D tinggal sementara. Rombongan itu terdiri dari pihak pembeli, notaris, hingga sang suami.

Meskipun mereka sudah diberitahu pemilik rumah tidak ada, rombongan tetap memaksa masuk. Mereka bahkan meminta Ketua RT memanggil D keluar rumah.

Aksi ini sempat menarik perhatian warga sekitar dan menimbulkan keresahan. Salah satu pembeli bahkan mengeluhkan dokumen belum ditandatangani, padahal rumah sudah mereka bayar.

Reaksi Keluarga dan Potensi Pelanggaran Hukum

Kakak kandung korban, F, menyayangkan tindakan rombongan. Ia menilai tindakan itu tidak manusiawi, apalagi terhadap perempuan yang diduga menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

“Kami punya video dan saksi. Ini jelas sudah melewati batas. Adik saya ditekan untuk tanda tangan rumah yang ia tidak tahu menahu. Kami akan lapor polisi,” tegas F.

F juga mempertanyakan etiket profesional pihak notaris yang tetap memproses transaksi. Padahal, ada potensi sengketa hukum dalam keluarga di sana.

Baca Juga :  Lebih Mudah Murah dan Aman, PLN Jamin Kepuasan Pelanggan yang Bertransaksi di PLN Mobile

Tindakan memaksa seseorang menandatangani dokumen, apalagi dalam keadaan tertekan atau tanpa kerelaan, berpotensi melanggar hukum.

  • Menurut Pasal 335 KUHP, tindakan memaksa dengan ancaman atau kekerasan bisa diganjar pidana maksimal satu tahun penjara.
  • Jika terbukti ada unsur intimidasi secara bersama-sama, para pelaku bisa dijerat Pasal 170 KUHP terkait perbuatan tidak menyenangkan atau perusakan ketertiban umum.
  • Bagi notaris, jika terbukti memfasilitasi transaksi atas harta bersama tanpa persetujuan sah istri, mereka bisa mendapat sanksi sesuai Undang-Undang Jabatan Notaris (UUJN). Sanksi ini termasuk pencabutan izin dan pemrosesan etik oleh Majelis Kehormatan Notaris.

Hingga berita ini diterbitkan, awak media belum menerima jawaban dari pihak notaris maupun pembeli. Mereka sudah dihubungi melalui pesan WhatsApp.

Kasus ini menjadi pengingat penting. Proses jual beli properti, khususnya harta bersama, wajib mendapat persetujuan tertulis kedua pasangan suami istri. Penjualan sepihak, apalagi dengan tekanan atau intimidasi, tidak boleh terjadi.

Berita Terkait

Ribuan Masyarakat Kecamatan Tigaraksa Antusias Mengikuti Gerak Jalan Santai.
Bersama PT ABC dan TP-PKK Kabupaten Brebes, Gelar Ajang Kreasi Memasak
Apel Bersama Forkopimda Brebes dan Elemen Terkait Guna Peningkatan Pelayanan Pada Masyarakat 
Guna Meningkatkan Kesehatan Ibu dan Anak, Pemkab Brebes Gandeng Rumah Sakit Swasta
Kapolres Brebes Tegaskan Soliditas, Pengawasan Berjenjang, dan Peka Situasi Global
30 Jenis Barang Bukti Berhasil Dimusnahkan, Berdasarkan Keputusan Hukum Cukup dan Tetap (Inkracht)
Bupati Maesyal Pastikan Pembangunan Jalan Ceplak – Kronjo Sesuai Spesifikasi Pasca Groundbreaking 
Butuh Air Bersih? Polresta Tangerang Siap Terima Laporan Kekeringan dan Kebakaran Lahan

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 13:04 WIB

Ribuan Masyarakat Kecamatan Tigaraksa Antusias Mengikuti Gerak Jalan Santai.

Kamis, 6 Agustus 2026 - 18:22 WIB

Bersama PT ABC dan TP-PKK Kabupaten Brebes, Gelar Ajang Kreasi Memasak

Rabu, 5 Agustus 2026 - 20:47 WIB

Apel Bersama Forkopimda Brebes dan Elemen Terkait Guna Peningkatan Pelayanan Pada Masyarakat 

Rabu, 5 Agustus 2026 - 10:10 WIB

Kapolres Brebes Tegaskan Soliditas, Pengawasan Berjenjang, dan Peka Situasi Global

Rabu, 5 Agustus 2026 - 06:43 WIB

30 Jenis Barang Bukti Berhasil Dimusnahkan, Berdasarkan Keputusan Hukum Cukup dan Tetap (Inkracht)

Berita Terbaru