Aspal Presisi Proving Ground: HKA Buktikan Kemampuan Teknis

Sabtu, 26 April 2025 - 06:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

dinamikanews.net – Pengaspalan jalur uji kendaraan (proving ground) yang dikerjakan PT Hakaaston (HKA) telah memasuki tahap finalisasi. Seluruh lintasan utama telah di aspal menggunakan aspal jenis Performance Grade (PG) yang dirancang khusus untuk menjaga kestabilan permukaan jalan dalam berbagai kondisi cuaca dan beban. Pengaspalan untuk area pelengkap seperti jalan masuk – keluar proyek dan lahan parkir juga terus dikerjakan, dan kini sudah mencapai sekitar 80%. Seluruh pekerjaan diproyeksikan bisa selesai tepat waktu pada akhir bulan April tahun ini.

Pengaspalan ini merupakan bagian dari pengerjaan Proyek Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) antara Balai Pengujian Laik Jalan dan Sertifikasi Kendaraan Bermotor (BPLJSKB) Bekasi dengan PT Indonesia International Automotive Proving Ground (IIAPG) kini mencapai kemajuan signifikan dengan seluruh lintasan utama pengujian seperti jalur kecepatan tinggi, area manuver kendaraan, tanjakan uji, dan area pengukuran kebisingan telah selesai diaspal 100%. Kini, sejumlah tahap penyempurnaan tengah dilakukan demi memastikan seluruh area memenuhi standar kualitas yang diharapkan.

Direktur Operasi HKA Martin Nababan mengatakan, selama proses pengaspalan, HKA menghadapi berbagai tantangan yang cukup rumit khususnya pada area manuver. Untuk mendapatkan hasil terbaik, diperlukan berbagai penyesuaian dan percobaan teknis untuk mendapatkan hasil maksimal.

Baca Juga :  Ditangkap Warga Di Karangmoncol Polres Purbalingga Proses Hukum Karena Penjual Obat Terlarang

“Kami berhasil mengatasi berbagai tantangan teknis yang kompleks, terutama pada area manuver,” ungkap Martin. Adapun pengerjaan High Speed Ovale dengan kemiringan mencapai 20% serta uji coba berulang untuk area Dynamic membutuhkan implementasi metode khusus dan peralatan presisi tinggi.

Aspal PG memberikan keunggulan langsung bagi proses pengujian kendaraan karena mampu menjaga kestabilan permukaan di berbagai kondisi cuaca dan beban. Hal ini membuat hasil uji menjadi lebih akurat dan konsisten setiap kali dilakukan. Selain itu, permukaan jalan yang rata dan seragam memungkinkan pengujian kecepatan, manuver, kebisingan, dan aspek performa kendaraan lainnya berjalan optimal tanpa terganggu oleh kondisi jalan yang tidak ideal.

Martin menekankan bahwa standar kualitas pengaspalan pada proyek ini memiliki toleransi kerataan sangat minimal. “Lapisan hotmix harus memiliki permukaan prima dengan nilai toleransi maksimal hanya 2 milimeter. Penghamparan dilakukan tanpa jeda dengan menggunakan aspal PG berkualitas tinggi untuk menghasilkan permukaan yang sempurna,” imbuhnya.

Baca Juga :  Korsleting listrik hanguskan gudang onderdil motor di Cengkareng

Keberhasilan pengaspalan presisi tersebut merupakan hasil kolaborasi tim yang solid dimana HKA kembali membuktikan reputasinya sebagai perusahaan terdepan dalam penyediaan dan konstruksi aspal hotmix di tanah air.

“Proyek ini menjadi bukti nyata kemampuan HKA mengeksekusi pekerjaan dengan tingkat kompleksitas tinggi. Semangat kolaborasi dan dedikasi tim di lapangan menjadi kunci pencapaian kami hingga saat ini,” tutup Martin Nababan, Direktur Operasi HKA.

Setelah seluruh proses pengaspalan dan penyempurnaan selesai, HKA bersama PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) sebagai kontraktor utama dan manajemen konstruksi akan melaksanakan inspeksi terpadu sebelum memasuki tahap serah terima dan uji operasional.

Proyek yang dimulai pada Juli 2024 ini mencakup pengaspalan High Speed Ovale, Dynamic Area, Test Hill, dan Emission Area. Dengan penyelesaian proyek ini, HKA berkomitmen memberikan kontribusi signifikan bagi pengembangan fasilitas uji kendaraan berstandar internasional di Indonesia, mendukung kemajuan ekosistem industri otomotif nasional.

Berita Terkait

UI Investigasi Dugaan Pelecehan Verbal Sejumlah Mahasiswa di FHUI
Koperasi di Jawa Tengah Menjadi Mesin Penggerak Ekonomi Rakyat, Juga Sebagai Badan Usaha Aktif dan Produktif 
BMKG: Kemarau 2026 lebih kering dibanding rata-rata selama 30 tahun
Minim Drainase dan PJU, Warga Bayur Rawa Bambu Desak Pemkab Tangerang Segera Bertindak
Dinilai Berhasil, Jateng Jadi “Pilot Project” Penguatan Kemitraan MBG dari Kemenko Pangan
Keseriusan Pemprov Jateng Atasi Sampah, Tiga Target Aglomerasi Siap Pangkas 3.000 Ton per Hari
Aceh tetapkan status siaga bencana hidrometeorologi hingga 20 April
Nasabah Asal Mandiraja Boyong Mobil Honda Brio di Gebyar Hadiah BKK Mandiraja 2026
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 14 April 2026 - 18:51 WIB

UI Investigasi Dugaan Pelecehan Verbal Sejumlah Mahasiswa di FHUI

Selasa, 14 April 2026 - 16:39 WIB

Koperasi di Jawa Tengah Menjadi Mesin Penggerak Ekonomi Rakyat, Juga Sebagai Badan Usaha Aktif dan Produktif 

Selasa, 14 April 2026 - 14:18 WIB

BMKG: Kemarau 2026 lebih kering dibanding rata-rata selama 30 tahun

Selasa, 14 April 2026 - 14:06 WIB

Minim Drainase dan PJU, Warga Bayur Rawa Bambu Desak Pemkab Tangerang Segera Bertindak

Senin, 13 April 2026 - 21:07 WIB

Keseriusan Pemprov Jateng Atasi Sampah, Tiga Target Aglomerasi Siap Pangkas 3.000 Ton per Hari

Berita Terbaru