Pertemuan Prabowo Subianto-Megawati Soekarnoputri: Merajut Kebersamaan Untuk Indonesia Kita

Rabu, 9 April 2025 - 19:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

dinamikanews.net – Publik pertama kali mengetahui bahwa telah terjadi pertemuan antara Prabowo Subianto dan Megawati Soekarnoputri, Senin 7 April 2025 melalui foto di akun Instagram Ketua Harian Partai Gerindra, Sufmi Dasco (sufmi_dasco) dengan tulisan: “Alhamdulilah, Merajut Kebersamaan Untuk Indonesia Kita”.

Terhadap Pertemuan ini, SIAGA 98 (Simpul Aktivis Angkatan 98) menilai bahwa;

Pertama; menunjukkan konsistensi kenegarawanan kedua tokoh ini, bagaimana tidak, politik pemilu 2024 yang “dinamis” dengan segela perbedaan kepentingan politik partai dan dinamika kekuasaan, diakhiri, demi merajut kebersamaan untuk Indonesia. Ini membuktikan bahwa Megawati Soekarnoputri konsisten dengan sikapnya bahwa tidak ada oposisi di Indonesia, yang ada adalah Kerjasama atau kebersamaan. (Hal ini disampaikan Megawti Soekarnoputri dalam Rakernas PDI Perjuangan ke-5, 24 April 2024)

Pertemuan ini menunjukkan sikap kebersamaan yang diperlihatkan Megawati Soekarnoputri.

Demikian juga, menunjukkan konsistensi Prabowo Subianto sebagai sosok yang menjunjung tinggi semangat kebersamaan dalam membangun Indonesia yang lebih baik. Dengan kebersamaan ini elemen bangsa dapat fokus pada tujuan Bersama demi kemajuan negara. (hal ini disampaikan Prabowo Subianto dalam Kongres VI Partai Demokrat, 25 Februari 2025)

Baca Juga :  SEA V League 2025 Leg 2, Indonesia Juara Kalahkan Thailand 3-2

Hebatnya lagi, Sufmi Dasco dapat mengkomunikasikan hal ini melalui keterangan “Merajut Kebersamaan Untuk Indonesia Kita”, selain tentu saja salah satu sosok penting dibelakang pertemuan strategis ini.

Kedua; pertemuan ini, memecahkan kebuntuan politik pasca Pemilu Presiden 2024 lalu, yang berpotensi berdampak pada hubungan eksekutif (pemerintah)-legislatif (DPR), karena kombinasi sistem pemerintahan presidensial yang dipadukan dengan sistem multipartai di Indonesia.

Ditengah situasi di “Ukraina”, “Palestina” dan perang tariff yang berdampak pada situasi internasional, dan intensifnya Prabowo Subianto melakukan peran politik Indonesia di kancah Internasional untuk kepentingan bangsa, tentu stabilitas politik di tanah air perlu menopang peran ini. Dan akibatnya diperlukan banyak terobosan kebijakan ekonomi yang perlu dibuat dan diperbahurui dan tentu saja perlu dukungan dari partai-partai politik di parlemen (DPR)

Disinilah pentingnya peran komunikasi politik yang dilakukan Sufmi Dasco, Ketua Harian Partai Gerindra, yaitu membangun kebersamaan di parlemen (DPR) untuk membantu pemerintah mengatasi berbagai tantangan ekonomi-politik kedepan;

Ketiga; pertemuan ini tidak hanya dimaknai bertemunya “Sahabat lama”, atau Silaturahmi Prabowo Subianto dengan mantan Presiden RI setelah dengan Presiden RI ke-6, Soesilo Bambang Yudhoyono dan Presiden RI ke-7, Joko Widodo, akan tetapi juga bertemunya dua petinggi Partai Politik besar di Indonesia (Gerindra-PDI Perjuangan) setelah dengan semua partai politik lainnya.

Baca Juga :  Menteri Rini: Pendekatan ‘Citizen Centric’ Digunakan sebagai Fondasi Transformasi Digital Pemerintah

Peristiwa ini akan menegaskan kembali peran partai politik sebagai representasi kekuasaan rakyat dalam politik yang dapat saja tergerus karena sistem pemerintahan presidensial, karena dalih presiden dipilih langsung oleh rakyat, bukan oleh partai politik.

Keempat; Pertemuan ini tentu saja tidak silaturahmi an sich (semata), tentu ada hal penting, sensitif dan strategis dibicarakan kedua tokoh nasional ini; sebagai “Sahabat Lama” hanya Prabowo-Megawati yang tahu, hebatnya Sufmi Dasco menutup hal ini dengan kalimat “Merajut Kebersamaan Untuk Indonesia Kita”, untuk menutup spekulasi liar.

Sebab, ada banyak pihak yang menantikan pertemuan ini, dan ada juga yang tidak menghendakinya.

SIAGA 98 berharap terhadap pertemuan ini, Prabowo-Megawati dapat mengawal agenda reformasi; demokratisasi dan pemberantasan korupsi, serta membangun kemandirian ekonomi menuju Indonesai Raya.

Berita Terkait

Delapan Wilayah Sulawesi Utara Masih Siaga Tsunami
KBPPPolri Resor Purbalingga Gelar Pertemuan Rutin di Aula Wicaksana Laghawa
AVC Cup 2026: Timnas Voli Putri Indonesia Kalah dari Kazakstan
Jonatan Christie Gagal Juarai Indonesia Open 2026
Apresiasi Terhadap Wajib Pajak, Pemerintah Kabupaten Tangerang Melalui Bapenda Gelar Pajak Digital Award 2026.
Jonatan Christie Melaju Ke Babak Final Indonesia Open
Pemprov DKI Dan BMKG Bangun Sistem Prediksi Polusi Udara Lebih Akurat
Warga Keluhkan Aktivitas Matel di Jalan Raya Binong, Minta APH dan Pemerintah Bertindak
Tag :

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 12:15 WIB

Delapan Wilayah Sulawesi Utara Masih Siaga Tsunami

Minggu, 7 Juni 2026 - 22:29 WIB

KBPPPolri Resor Purbalingga Gelar Pertemuan Rutin di Aula Wicaksana Laghawa

Minggu, 7 Juni 2026 - 21:31 WIB

AVC Cup 2026: Timnas Voli Putri Indonesia Kalah dari Kazakstan

Minggu, 7 Juni 2026 - 21:07 WIB

Jonatan Christie Gagal Juarai Indonesia Open 2026

Minggu, 7 Juni 2026 - 13:45 WIB

Apresiasi Terhadap Wajib Pajak, Pemerintah Kabupaten Tangerang Melalui Bapenda Gelar Pajak Digital Award 2026.

Berita Terbaru

Oplus_16908288

Berita

Delapan Wilayah Sulawesi Utara Masih Siaga Tsunami

Senin, 8 Jun 2026 - 12:15 WIB

Berita

Jonatan Christie Gagal Juarai Indonesia Open 2026

Minggu, 7 Jun 2026 - 21:07 WIB