LaNyalla Meminta Pemerintah Untuk Libatkan Pengusaha Saat Bahas Terkait Regulasi

Kamis, 7 November 2024 - 13:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA,Dinamikanews.net – Kementerian maupun lembaga dalam membuat regulasi terkadang tidak melibatkan pengusaha dalam perumusannya. Hal inilah yang dikeluhkan oleh para pengusaha yang tergabung di KADIN Jawa Timur kepada AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, Anggota DPD RI dapil Jawa Timur saat reses, Kamis (7/11/2024).

Olah karena itu, LaNyalla meminta kementerian atau lembaga mengajak pengusaha dan stakeholder lain duduk bersama dalam membahas sebuah regulasi.

Menurutnya, sebuah regulasi membutuhkan kajian dan riset. Sehingga perlu mendengar masukan dan mengetahui semua hal dari berbagai pihak yang terkait.

Baca Juga :  Nicke Widyawati Kembali Masuk di Fortune Most Powerful Women 2024, Pertamina Semakin Kokoh di Kancah Global

Ketua DPD RI ke-5 itu mencontohkan Rancangan Peraturan Menteri Kesehatan (RPMK) sebagai aturan pelaksana dari Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28/2024 tentang Kesehatan. Aturan tersebut dikhawatirkan mempengaruhi keberlangsungan industri hasil tembakau (IHT) dalam negeri, terutama di Jawa Timur.

Di dalamnya terdapat beberapa poin seperti penyeragaman kemasan rokok tanpa identitas merek hingga zonasi larangan penjualan rokok di samping lembaga pendidikan atau sekolah.

“Jawa Timur sebagai penghasil tembakau terbesar nasional. Yakni dengan kontribusi sebesar 51,16 persen dari total produksi secara nasional sebesar 265.701 ton tentu saja terdampak aturan tersebut,” ujar dia lagi.

Baca Juga :  Bupati Brebes Serahkan SK Pensiun 37 ASN, Apresiasi Atas Kontribusi di Berbagai Bidang Pembangunan 

Harapan LaNyalla, Kementerian Kesehatan berkomunikasi dengan pelaku usaha supaya keberlangsungan industri tembakau tidak terpengaruh secara signifikan. Apalagi hal itu berkaitan dengan target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen yang ditargetkan pemerintahan Prabowo Subianto.

“Tentu target pertumbuhan ekonomi akan sulit tercapai jika pelaku usaha justru mendapat batasan dari regulasi. Makanya perlu dicari jalan tengah, supaya masyarakat sehat, namun industri hasil tembakau juga tumbuh,” tegasnya.(*)

Berita Terkait

Kemenag Kabupaten Tangerang Luncurkan Program Madrasah Ligh Competition 
1.095 Personel Disiagakan Untuk Pengamanan Unjuk Rasa Di Jakarta Pusat
Spanyol Juara Piala Dunia 2026 Usai Kalahkan Argentina 1-0
Seluruh RT dan RW Kelurahan Sawah Baru Gelar Mancing Mania Pererat Kebersamaan Warga
Data 900 Petani Diduga Dipakai Ajukan KUR, 3 Orang Jadi Tersangka
Perahu Bocor Dan Tenggelam, Seorang Pemancing Hilang Di Waduk Saguling
Polresta Tangerang Gelar Kajian dan Doa Hari Bhayangkara ke-80, Perkuat Pengabdian dan Tebar Kepedulian
Sidang Isbat Nikah Massal Kabupaten Tangerang Diikuti 270 Pasangan 
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 14:21 WIB

Kemenag Kabupaten Tangerang Luncurkan Program Madrasah Ligh Competition 

Selasa, 21 Juli 2026 - 08:17 WIB

1.095 Personel Disiagakan Untuk Pengamanan Unjuk Rasa Di Jakarta Pusat

Senin, 20 Juli 2026 - 14:14 WIB

Spanyol Juara Piala Dunia 2026 Usai Kalahkan Argentina 1-0

Sabtu, 18 Juli 2026 - 18:37 WIB

Data 900 Petani Diduga Dipakai Ajukan KUR, 3 Orang Jadi Tersangka

Jumat, 17 Juli 2026 - 18:14 WIB

Perahu Bocor Dan Tenggelam, Seorang Pemancing Hilang Di Waduk Saguling

Berita Terbaru