BREBES, Dinamikanews.net – Kabar baik bagi sektor pertanian di wilayah Kabupaten Brebes dan Kabupaten Tegal. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana telah menyelesaikan normalisasi kantong lumpur Bendung Notog di Desa Pakulaut, Kecamatan Margasari, Kabupaten Tegal 8/11/2026.
Pekerjaan tersebut dilakukan dengan mengeruk sekitar 8.000 meter kubik sedimentasi atau endapan lumpur yang selama ini mengurangi kapasitas tampung dan menghambat aliran air menuju jaringan irigasi.
Hasilnya cukup signifikan. Kapasitas aliran air yang sebelumnya mencapai 12.550 liter per detik meningkat menjadi sekitar 35.072 liter per detik atau naik hingga 2,8 kali lipat.
Peningkatan kapasitas tersebut diharapkan memperkuat pasokan air untuk jaringan irigasi dengan luas layanan potensial mencapai 25.180 hektare lahan pertanian.
Plt Kepala BBWS Pemali Juana, Indah Kusuma Hidayati menjelaskan bahwa,
” pengerukan dilakukan pada kantong lumpur sepanjang kurang lebih 810 meter. Peningkatan kapasitas aliran ini diharapkan memberikan manfaat bagi sektor pertanian, termasuk jaringan irigasi yang melayani wilayah Kabupaten Brebes,” ujarnya.
Saluran Irigasi Wanasari Brebes Ikut Dinormalisasi
Tidak hanya Bendung Notog, penanganan juga dilakukan pada jaringan irigasi wilayah hilir, salah satunya Saluran Sekunder Wanasari di Desa Rengaspendawa, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes.
Saluran tersebut merupakan bagian dari Daerah Irigasi (DI) Pemali Bawah yang memperoleh pasokan air dari Bendung Notog.
Normalisasi dilakukan pada jaringan Wanasari 1 hingga Wanasari 3 sepanjang kurang lebih 3,2 kilometer dengan mengangkat sekitar 850 meter kubik sedimen.
Setelah dilakukan penanganan, debit air di saluran tersebut meningkat dari sebelumnya 38,5 liter per detik menjadi 162 liter per detik.
Peningkatan aliran air ini diharapkan mampu memperlancar kebutuhan irigasi bagi 280 hektare lahan persawahan yang menjadi prioritas penanganan.
Program tersebut juga diharapkan memberikan manfaat kepada 285 petani yang tergabung dalam empat kelompok tani di Desa Rengaspendawa.
Petani Brebes Diharapkan Mendapat Manfaat
Normalisasi Bendung Notog dan jaringan irigasi di wilayah hilir menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan sektor pertanian.
Pasalnya, kelancaran distribusi air merupakan salah satu faktor utama dalam mendukung produktivitas lahan, terutama bagi petani yang mengandalkan jaringan irigasi untuk memenuhi kebutuhan air tanaman.
Dengan meningkatnya kapasitas aliran Bendung Notog serta perbaikan saluran sekunder Wanasari, distribusi air diharapkan semakin optimal hingga menjangkau area persawahan di wilayah Brebes.
Namun demikian, keberhasilan normalisasi juga perlu diikuti pemeliharaan jaringan irigasi secara berkelanjutan, termasuk pengawasan terhadap sedimentasi dan kondisi saluran di tingkat hilir.
Dengan demikian, manfaat pembangunan infrastruktur sumber daya air tidak hanya terlihat dari meningkatnya debit aliran, tetapi juga benar-benar dirasakan petani melalui ketersediaan air yang lebih terjamin.
Upaya tersebut menjadi bagian dari dukungan pemerintah dalam menjaga produktivitas pertanian dan memperkuat ketahanan pangan nasional.
(D. Miranoor)















