Erupsi beruntun, Badan Geologi Larang Warga Dekati Anak Krakatau

Selasa, 20 Oktober 2026 - 15:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Dinamikanews.net – Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melarang warga, wisatawan, dan pendaki, mendekati radius lima kilometer dari puncak menyusul status Level III (Siaga) serta rangkaian letusan beruntun yang dialami Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, perairan Provinsi Lampung-Banten, Selasa (20/10).

Kepala Badan Geologi Lana Saria di Jakarta, Selasa, menegaskan kepatuhan terhadap batas radius aman tersebut mutlak dilakukan mengingat aktivitas vulkanik gunung api tersebut terus menunjukkan peningkatan sepanjang hari ini.

Berdasarkan laporan pos pengamatan, Gunung Anak Krakatau tercatat mengalami tiga kali erupsi sepanjang Selasa. Letusan pertama terjadi pada pukul 06.27 WIB dengan amplitudo maksimum 67 milimeter dan durasi sekitar 3 menit 53 detik, disusul letusan kedua pada pukul 06.40 WIB beramplitudo 49 milimeter.

Baca Juga :  LUAR BIASA!! Tim E-Sport UNEJ Infinity Raih Emas di POMPROV III Jawa Timur 2025

Rangkaian aktivitas vulkanik tersebut kemudian berlanjut pada siang hari, yakni letusan ketiga pukul 12.28 WIB dengan amplitudo maksimum 44 milimeter dan durasi 28 detik.

Sepanjang kejadian tersebut, tinggi kolom abu tidak teramati secara visual karena tertutup sebaran abu serta perangkat CCTV lapangan yang sempat tidak aktif.

Atas eskalasi aktivitas tersebut maka, kata Lana, Badan Geologi mengeluarkan rekomendasi tegas agar masyarakat, pengunjung, wisatawan, serta pendaki, mematuhi larangan beraktivitas di dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi Gunung Anak Krakatau.

Selain radius utama tersebut, pembatasan ketat juga diberlakukan di sektor barat laut dan tenggara. “Warga dilarang keras memasuki wilayah dalam radius satu kilometer dari kemunculan pulau baru di sekitar kawasan tersebut,” kata dia.

Baca Juga :  Masih Maraknya Bank Keliling! Warga Desa Renged Resah, Minta Agar APH Menindak Tegas

Masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bahaya di zona merah, seperti lontaran batu pijar, hujan abu lebat, potensi aliran lava, serta erupsi sekunder akibat kontak panas lava dengan air laut atau air hujan.

Kendati letusan terjadi beruntun, Badan Geologi mengimbau warga di pesisir Banten dan Lampung agar tetap tenang, tidak panik, serta tidak mudah mempercayai isu bohong mengenai potensi tsunami akibat erupsi tersebut.

Bagi masyarakat yang membutuhkan perkembangan data visual maupun instrumental secara aktual dapat menghubungi pusat layanan informasi Pos Pengamatan Gunung Api Krakatau di Pasauran, Banten.

Berita Terkait

Peringatan HUT ke-62 Partai Golkar di Kabupaten Tangerang: Fokus pada Aksi Sosial
Sawah Retak, Hati Terluka: Amuk Petani Tangerang di Depan kantor Dinas Pertanian 
Tekan Polusi Udara, Dinas Lingkungan Hidup Tangerang Gelar Uji Emisi Massal di Depan DPRD
MUI Serukan Shalat Istisqa Untuk Mohon Hujan, Bantu Atasi Karhutla
BKSDA Kaltim Pastikan Perawatan Medis Bagi Bayi Orangutan
Geger! Kerangka Manusia Diduga Perempuan Ditemukan di Rumah Kosong Limbangan Wetan Brebes
Gunung Semeru Tiga Kali Erupsi Dengan Tinggi Letusan hingga 1 km
Rekomendasi Akhir Pekan Di Jakarta, Festival Literasi Hingga Musik

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 15:07 WIB

Erupsi beruntun, Badan Geologi Larang Warga Dekati Anak Krakatau

Selasa, 20 Oktober 2026 - 15:03 WIB

Peringatan HUT ke-62 Partai Golkar di Kabupaten Tangerang: Fokus pada Aksi Sosial

Selasa, 20 Oktober 2026 - 12:45 WIB

Sawah Retak, Hati Terluka: Amuk Petani Tangerang di Depan kantor Dinas Pertanian 

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:31 WIB

Tekan Polusi Udara, Dinas Lingkungan Hidup Tangerang Gelar Uji Emisi Massal di Depan DPRD

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:47 WIB

MUI Serukan Shalat Istisqa Untuk Mohon Hujan, Bantu Atasi Karhutla

Berita Terbaru