Musim Kemarau Panjang Picu Krisis Air Bersih di Berbagai Wilayah, Ribuan Warga Terdampak

Sabtu, 5 September 2026 - 12:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Brebes, Dinamikanews.net — Keterbatasan akses air bersih di Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, kini mendesak dicarikan solusi. Warga mengeluhkan lambatnya penyaluran bantuan air bersih yang disebabkan jarak sumber pengambilan air yang cukup jauh, sehingga mendorong masyarakat meminta pemerintah segera memasang hidran di titik-titik strategis wilayah tersebut.

Hidran tidak hanya berfungsi sebagai sumber air untuk pemadam kebakaran, tetapi juga dinilai mampu mempercepat penyaluran air bersih kepada warga saat menghadapi krisis ketersediaan air.

Tokoh pemuda Bantarkawung, Andrian Igong, meminta Pemerintah Kabupaten Brebes bersama PDAM segera merealisasikan pemasangan hidran tersebut. Menurutnya, selama ini mobil tangki air harus mengambil air dari wilayah Bumiayu yang berjarak sekitar 15 kilometer dari Bantarkawung. Kondisi ini tentu memakan waktu dan memperlambat distribusi kepada warga yang membutuhkan.

“Bantarkawung membutuhkan hidran. Jangan sampai ketika terjadi kebakaran, mobil damkar kesulitan mendapatkan sumber air. Kalau ada hidran, petugas bisa lebih cepat mengambil air tanpa harus mencari sumber yang jauh,” ujar Andrian, Jumat (4/9/2026).

Ia menegaskan, fungsi hidran tidak terbatas pada penanganan kebakaran saja. Infrastruktur ini juga dapat menjadi bagian dari upaya pemerintah mempercepat penanganan krisis air bersih.

Baca Juga :  Banten Siap Jadi Tuan Rumah HPN 2026, Gubernur Andra Soni Sambut Kunjungan PWI

“Fungsinya bukan hanya untuk pemadam kebakaran. Hidran juga bisa digunakan untuk kepentingan kemanusiaan, terutama ketika warga mengalami krisis air bersih. Mobil tangki bisa mengambil air dari hidran untuk kemudian disalurkan kepada masyarakat,” tambahnya.

Kendala ini dirasakan langsung oleh Abrag, warga setempat. Ia mengaku butuh waktu cukup lama untuk mendapatkan bantuan air bersih, karena sumber pengisian mobil tangki hanya tersedia di Bumiayu dengan jarak sekitar 15 kilometer.

“Selama ini kalau warga meminta bantuan air bersih harus menunggu lama. Mungkin karena sumber untuk mengambil air bersih terlalu jauh, hanya ada di Bumiayu dengan jarak sekitar 15 kilometer,” ujar Abrag.

Ia berharap pemerintah menyediakan hidran di Bantarkawung agar distribusi air bersih dapat dilakukan lebih cepat. “Kalau ada hidran di Bantarkawung, kan bisa cepat. Warga tidak perlu menunggu terlalu lama ketika membutuhkan bantuan air bersih,” katanya.

Dukungan terhadap rencana pemasangan hidran juga disampaikan Budi Sujatmiko, Koordinator Lapangan BPBD Brebes wilayah Bumiayu. Ia menilai keberadaan hidran dapat membantu penanganan kebutuhan air masyarakat sekaligus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat.

“Kami mendukung pemasangan hidran di Bantarkawung. Hidran tentunya akan sangat membantu, terutama ketika terjadi kondisi darurat dan masyarakat membutuhkan sumber air yang lebih dekat,” kata Budi.

Baca Juga :  Prabowo: Amankan Stok Pangan Dalam Negeri Hadapi Krisis Global

Hal serupa juga disampaikan Wawan Irawan (Sarben), warga Desa Jipang. Ia menilai fasilitas ini memberikan manfaat ganda: selain untuk pengambilan air mobil pemadam kebakaran, juga dapat mendukung penyaluran air bersih bagi warga.

“Saya sangat setuju kalau di Bantarkawung dipasang hidran. Fungsinya selain untuk pengambilan air mobil damkar, juga untuk kemanusiaan, yaitu pengambilan air untuk penyaluran air bersih kepada warga,” ujar Wawan.

Andrian berharap aspirasi ini mendapat perhatian serius dari Pemkab Brebes dan PDAM. “Jangan menunggu sampai terjadi kebakaran besar atau krisis air semakin parah baru pemerintah bergerak. Hidran ini bisa menjadi fasilitas penting untuk keselamatan sekaligus membantu kebutuhan dasar masyarakat,” tegasnya.

Ia meminta Pemkab dan PDAM segera turun ke lapangan untuk memetakan kebutuhan dan menentukan titik strategis pemasangan hidran.

“Kami berharap Pemda dan PDAM segera turun melihat kondisi di lapangan dan menentukan titik-titik yang tepat untuk pemasangan hidran. Bantarkawung jangan terus bergantung pada sumber air yang jaraknya jauh dari Bumiayu,” pungkas Andrian.
(D. Miranoor)

Berita Terkait

Kekeringan Melanda, Kementerian PU Pastikan Pasokan Air Bersih Bagi Warga Kab. Mojokerto dan Kab. Pamekasan
Dukung Petani Kopi Lokal, Mendes Yandri Apresiasi Starbucks
Hari Pelanggan Nasional 2026, JTT Perkuat Komitmen Peningkatan Layanan
Kementerian PU Terus Pantau Debit Sungai Mahakam yang Surut Akibat Kemarau
Jadi Tamu Kehormatan Utama EEF ke-11, Langkah Strategis Presiden Prabowo di Vladivostok
Apresiasi Raperda Inisiatif & Saran DPRD, Sachrudin-Maryono: Sinergi Wujudkan Pembangunan Berkelanjutan
Bupati Tangerang Sambangi Keluarga Korban Pohon Tumbang Di Teluknaga
Kemnaker Siapkan Kompetensi Tenaga Kerja Hadapi Peluang Green Jobs

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 12:28 WIB

Musim Kemarau Panjang Picu Krisis Air Bersih di Berbagai Wilayah, Ribuan Warga Terdampak

Jumat, 4 September 2026 - 18:41 WIB

Kekeringan Melanda, Kementerian PU Pastikan Pasokan Air Bersih Bagi Warga Kab. Mojokerto dan Kab. Pamekasan

Jumat, 4 September 2026 - 18:29 WIB

Dukung Petani Kopi Lokal, Mendes Yandri Apresiasi Starbucks

Jumat, 4 September 2026 - 18:22 WIB

Kementerian PU Terus Pantau Debit Sungai Mahakam yang Surut Akibat Kemarau

Kamis, 3 September 2026 - 19:19 WIB

Jadi Tamu Kehormatan Utama EEF ke-11, Langkah Strategis Presiden Prabowo di Vladivostok

Berita Terbaru