Evaluasi MBG, Peneliti BRIN Sarankan Penataan Bertahap Berbasis Data

Rabu, 24 Juni 2026 - 19:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Dinamikanews.net – Peneliti Pusat Riset Kependudukan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Yanu Endar Prasetyo mengapresiasi langkah Badan Gizi Nasional (BGN) yang bersedia mengevaluasi dan menata ulang tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dalam sesi wawancara di ANTARA Heritage Center, Jakarta, Rabu, Yanu menilai sikap terbuka pemerintah dan BGN untuk mendengarkan aspirasi publik merupakan sinyal positif bagi perbaikan kebijakan tersebut.

Kendati demikian, Yanu mengingatkan agar perbaikan program skala nasional ini ke depannya harus dilandasi oleh indikator yang terukur secara objektif, bukan sekadar pelabelan yang bersifat subjektif.

“Program sebesar ini tidak bisa kita menggunakan indikator subjektif seperti sekolah kaya, sekolah miskin. Indikator harus objektif, apa sih sekolah kaya itu? Apa sih sekolah miskin? Apa itu 3T begitu ya,” katanya.

Baca Juga :  Hari Buruh, Bulog salurkan 350 ribu paket sembako ke buruh di Monas

Yanu menilai penentuan sasaran penerima manfaat harus dikalibrasi ulang dengan melihat tingkat kerentanan suatu daerah, seperti tingginya angka kemiskinan, prevalensi tengkes (stunting), hingga status kerentanan pangan di wilayah terkait.

Ia meyakini bahwa pemerintah sejatinya sudah mengantongi berbagai data strategis tersebut. Tantangan selanjutnya adalah bagaimana menyatukan dan mengonsolidasikan data-data itu ke dalam satu sistem yang transparan agar penyaluran program menjadi benar-benar tepat sasaran.

Lebih lanjut, peneliti BRIN yang telah berkecimpung di riset sosial selama 17 tahun ini juga menyoroti desain awal pelaksanaan program yang dinilai terlalu terburu-buru mengejar skala universal secara serentak, sehingga kini justru terpaksa dipersempit kembali cakupannya.

Baca Juga :  Pegi Setiawan Bebas dari status tersangka kasus pembunuhan Vina Cirebon

“Padahal seharusnya secara kebijakan publik, secara desain sebuah program, target dulu, baru kemudian kita mendekati universal. Nah, di sinilah kemudian momentum yang tepat untuk kemudian menata lagi,” ujarnya.

Melalui pembenahan basis data dan penataan sasaran yang terencana dengan baik, Yanu optimistis cita-cita mulia Presiden RI Prabowo Subianto untuk menghadirkan manfaat makan bergizi bagi seluruh anak Indonesia pada akhirnya dapat terwujud secara menyeluruh dan berkesinambungan.

Berita Terkait

AVC Cup 2026: Usai Tekuk Thailand, Indonesia Bidik Semifinal
Indonesia Dorong Kemitraan Yang Lebih Seimbang Dengan China
Menkes: Ada Tiga Strategi Untuk Sukseskan Program Imunisasi Nasional
Bupati Tangerang Maesyal Rasyid : Sensus Ekonomi 2026 Optimis Menghasilkan Data Berkualitas 
Gaya Hidup Sehat, Mulai dari Sekarang..!!
Bupati Tangerang Minta Jurusita Pajak Daerah Berintegritas, Humanis, Persuasif dan Profesional
Listrik Jawa Berangsur Normal, PLN Pastikan Keandalan Sistem Makin Kuat
Gerbang Tol Jakarta -Tangerang KM 25 akan Segera Beroperasi

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 19:49 WIB

Evaluasi MBG, Peneliti BRIN Sarankan Penataan Bertahap Berbasis Data

Rabu, 24 Juni 2026 - 18:35 WIB

AVC Cup 2026: Usai Tekuk Thailand, Indonesia Bidik Semifinal

Rabu, 24 Juni 2026 - 13:27 WIB

Indonesia Dorong Kemitraan Yang Lebih Seimbang Dengan China

Selasa, 23 Juni 2026 - 18:47 WIB

Menkes: Ada Tiga Strategi Untuk Sukseskan Program Imunisasi Nasional

Selasa, 23 Juni 2026 - 16:58 WIB

Bupati Tangerang Maesyal Rasyid : Sensus Ekonomi 2026 Optimis Menghasilkan Data Berkualitas 

Berita Terbaru