Balon Api Jatuh Nyaris Bakar Lahan Tebu di Magetan

Senin, 1 Juni 2026 - 19:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Magetan, Dinamikanews.net – Sebuah balon udara ukuran raksasa berpenggerak panas api tiba-tiba jatuh di area perkebunan tebu milik seorang warga di Desa Pingkuk, Kecamatan Bendo, Magetan, Jawa Timur, Minggu (31/05/2026).

Api yang melekat sebagai sumber tenaga pendorong balon, sempat membakar tanaman tebu yang mulai mengering. Beruntung sejumlah bocah setempat berhasil memadamkannya, sehingga api tidak membesar dan menjadikan petaka yang lebih membahayakan.

Sejumlah bocah usia sekolah dasar yang tampil heroik itu, melakukan upaya pemadaman lahan tebu dengan caranya sendiri. Memukul-mukul api dengan daun tebu, sementara yang lain berusaha mencari air menggunakan timba.

Baca Juga :  COP29, PLN Paparkan Strategi Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Dalam melakukan aksinya, para bocah itu sebenarnya mengaku merasa ketakutan juga. Pasalnya, posisi berkobarnya api berada pada titik yang lumayan dalam ke area perkebunan. Yang mana mereka takut terjebak api, dan mengancam keselamatannya.

Salah seorang bocah penyelamat kebakaran sekaligus pengevakuasi, Alfin, kepada koresponden menuturkan, awalnya dia bersama teman-temannya melihat balon udara melintas di udara.

Balon udara dengan ukuran panjang sekitar 10 meter tersebut, katanya, terbang rendah dan masih terdapat nyala api pada tungkunya sebagai tenaga pendorong. Balon terbuat dari bahan dominan plastik transparan, dengan lingkar kayu bambu pada mulut bawah sebagai rongga panas apinya.

Baca Juga :  Kepolisian Kamboja Studi Banding Ke Indonesia Untuk Belajar Tentang Pemberdayaan Polwan Dan Pengarusutamaan Gender Dari Polri

“Pertama-tama saya dan kawa-kawan saya melihatnya terbang rendah. Lama-lama jatuh di lahan tebu, dan masih ada apinya. Apinya membakar lahan tebu. Lalu saya dan teman-teman memadamkannya pakai air karena takut kemana-mana. Saya juga takut kalau terbakar di dalam lahan itu,” tutur Alfin.

Menurut Alfin, balon udara itu diketahui bergerak di udara dari arah Selatan ke Utara dalam kecepatan lambat. Namun begitu, akunya, para bocah tidak mengetahui siapa pemilik balon udara berpenggerak api yang membahayakan keselamatan masyarakat tersebut.

Berita Terkait

Ribuan Santri Peringati Hari Santri Di Kantor Wali Kota Jakarta Utara
Workshop BPKP Dengan Perangkat Desa Dinodai Pengusiran Terhadap Wartawan 
Hari Santri 2026: Bupati Tangerang Guyur Beasiswa Kuliah Gratis bagi Guru Madrasah
Gub DKI: Penduduk Miskin Jakarta Di Bawah 4 Persen Untuk Pertama Kali
Sidang Vonis Sudewo di Semarang Jadi Sorotan, Pengamanan Diperketat
Polsek Curug Hadir di Perempatan Pondok Bambu, Pastikan Arus Lalu Lintas Pagi Lancar
PNM Cabang Tangerang Gelar Pelatihan literasi Bagi Nasabah dan Pelaku UMKM
Atasi Banjir Tahunan, Bupati Brebes Pimpin Rapat Koordinasi Bersama BBWS Cimanuk-Cisanggarung

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:34 WIB

Ribuan Santri Peringati Hari Santri Di Kantor Wali Kota Jakarta Utara

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:21 WIB

Workshop BPKP Dengan Perangkat Desa Dinodai Pengusiran Terhadap Wartawan 

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:46 WIB

Hari Santri 2026: Bupati Tangerang Guyur Beasiswa Kuliah Gratis bagi Guru Madrasah

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:06 WIB

Sidang Vonis Sudewo di Semarang Jadi Sorotan, Pengamanan Diperketat

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:10 WIB

Polsek Curug Hadir di Perempatan Pondok Bambu, Pastikan Arus Lalu Lintas Pagi Lancar

Berita Terbaru