KAI Commuter: Adanya Gangguan Akibatkan KRL Duri-Tangerang Terhenti

Selasa, 26 Mei 2026 - 22:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Dinamikanews.net – KAI Commuter menyebutkan adanya gangguan sarana pada Commuter Line No. 1978A relasi Duri – Tangerang, sehingga mengakibatkan kereta itu terhenti di perlintasan sebidang RT 01/RW 11 Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat, Selasa sore.

​”Gangguan tersebut berdampak pada Listrik Aliran Atas (LAA) yang harus dipadamkan, sehingga jalur hulu Duri- Rawabuaya belum dapat dilalui,” kata Manager Public Relations KAI Commuter, Leza Arlan dalam keterangannya di Jakarta, Selasa malam.

Pihaknya pun meminta maaf atas insiden tersebut. Petugas gabungan langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penanganan cepat dan menormalisasi jalur.

​”Commuter Line No. 1978A akan digandeng dengan Commuter Line No. 1980A menuju jalur tiga Stasiun Rawa Buaya untuk pemeriksaan lebih lanjut,” jelasnya.

​Akibat proses evakuasi dan pemadaman listrik aliran atas tersebut, sejumlah perjalanan Commuter Line lintas Duri- Tangerang mengalami penyesuaian operasional dan keterlambatan.

Baca Juga :  Presiden Jokowi Menghadiri Puncak Perayaan Hari Anak Nasional 2024 Di Papua

​Pihak KAI Commuter mengimbau kepada seluruh penumpang untuk tetap tenang, mengikuti arahan petugas di lapangan, dan selalu mengutamakan keselamatan.

​”Untuk informasi update secara berkala melalui akun resmi media sosial @commuterline dan aplikasi C-Access serta call center 121,” tutup Leza.

Sebelumnya, penumpang kereta rel listrik (KRL) Commuter Line lintas jurusan Duri-Tangerang mendengar tiga kali ledakan sebelum akhirnya kereta itu tiba-tiba terhenti di perlintasan sebidang RT 01 / RW 11 Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat pada Selasa sore.

“Tadi dengar ada ledakan. Jadi ledak gitu, (kereta) mati, (kereta) hidup lagi, ledak lagi, terus mati, hidup, ledak lagi, terus mati lagi. Enggak lama, kereta berhenti sampai sekarang. Ledakannya dari dalam KRL, kayak ‘dug’ gitu bunyinya,” kata Tasya (25) kepada wartawan di lokasi.

Ledakan itu, kata Tasya, turut membuat lampu di dalam gerbong ikut mati. Para penumpang KRL sontak histeris saat insiden bunyi ledakan itu terjadi.

Baca Juga :  Momen Bersejarah; Keberhasilan Pengamanan dan Antusiasme Warga Solo Menyambut Ir. Jokowi

Karena kejadian itu, Tasya bersama sebagian penumpang lain akhirnya memilih turun lantaran takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Saya kan berangkat dari Kampung Bandan mau ke Tangerang. Tadi turun di sini (perlintasan sebidang RT 01 / RW 11 Rawa Buaya). Pintunya (KRL) terbuka akhirnya tadi,” kata Tasya.

Hal senada disampaikan oleh penumpang lain bernama Butar (45) Ia tengah berada di gerbong tiga saat insiden ledakan terjadi.

“Saya tadi di gerbong tiga, terus dengar ada ledakan dari gerbong tiga. Tiga kali (bunyi ledakan), sekitar jam 17.00 tadi,” kata Butar.

Ia pun segera berpindah dari gerbong tiga ke paling depan pascaledakan itu. Bersama sebagian penumpang lain, Butar memilih untuk bertahan di dalam gerbong sampai kereta bisa bergerak kembali.

 

Berita Terkait

Musim Kemarau Panjang Picu Krisis Air Bersih di Berbagai Wilayah, Ribuan Warga Terdampak
Jerat Berbahaya Judi Online — Dampak Negatif yang Mengancam Kehidupan
Kekeringan Melanda, Kementerian PU Pastikan Pasokan Air Bersih Bagi Warga Kab. Mojokerto dan Kab. Pamekasan
Dukung Petani Kopi Lokal, Mendes Yandri Apresiasi Starbucks
Hari Pelanggan Nasional 2026, JTT Perkuat Komitmen Peningkatan Layanan
Kementerian PU Terus Pantau Debit Sungai Mahakam yang Surut Akibat Kemarau
Jadi Tamu Kehormatan Utama EEF ke-11, Langkah Strategis Presiden Prabowo di Vladivostok
Apresiasi Raperda Inisiatif & Saran DPRD, Sachrudin-Maryono: Sinergi Wujudkan Pembangunan Berkelanjutan

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 12:28 WIB

Musim Kemarau Panjang Picu Krisis Air Bersih di Berbagai Wilayah, Ribuan Warga Terdampak

Sabtu, 5 September 2026 - 04:56 WIB

Jerat Berbahaya Judi Online — Dampak Negatif yang Mengancam Kehidupan

Jumat, 4 September 2026 - 18:41 WIB

Kekeringan Melanda, Kementerian PU Pastikan Pasokan Air Bersih Bagi Warga Kab. Mojokerto dan Kab. Pamekasan

Jumat, 4 September 2026 - 18:29 WIB

Dukung Petani Kopi Lokal, Mendes Yandri Apresiasi Starbucks

Jumat, 4 September 2026 - 18:22 WIB

Kementerian PU Terus Pantau Debit Sungai Mahakam yang Surut Akibat Kemarau

Berita Terbaru