BREBES, Dinamikanews.net– Suasana politik kisruh di Kabupaten Brebes mendadak memanas dan menjadi perbincangan hangat publik usai beredarnya sebuah video viral yang memperlihatkan pernyataan provokatif dari Ketua DPC PDIP Kabupaten Brebes, Chahrudin.
Dalam rekaman yang tersebar luas di media sosial, tokoh partai tersebut terang-terangan menyatakan akan melakukan “perang terbuka” terhadap Pemerintah Kabupaten (Pemda) Brebes. Ancaman keras ini dilontarkan terkait kebijakan mutasi jabatan aparatur sipil negara (ASN) yang dilakukan beberapa waktu lalu.
Tidak main-main, ia bahkan mengancam akan menciptakan kekacauan atau istilah yang kini ramai disebut sebagai “Brebes Chaos” jika kebijakan mutasi tersebut tidak dibatalkan. Pernyataan bernada tinggi ini langsung menuai reaksi beragam dari berbagai kalangan, mulai dari sesama politisi hingga masyarakat umum.
Diketahui, kemarahan Chahrudin dipicu oleh adanya mutasi terhadap dua orang ASN yang dinilai memiliki kedekatan khusus dengannya. Ia merasa tersinggung dan menilai keputusan mutasi tersebut tidak adil serta merugikan pihaknya, sehingga memilih jalan keras dengan mengeluarkan ancaman terbuka.
Dalam video tersebut, terdengar jelas nada suaranya yang penuh emosi saat menuntut agar kebijakan itu dicabut seketika. Ia menegaskan tidak akan tinggal diam jika keinginannya tidak dipenuhi, bahkan siap melakukan langkah-langkah ekstrem untuk melawan kebijakan Pemda.
Saat dikonfirmasi awak media terkait video viral tersebut, Chahrudin tidak menampik kebenarannya. Ia justru mengakui bahwa video itu sengaja dibuat sebagai bentuk pelampiasan kekecewaannya yang sudah memuncak, Rabu 08/04/2026.
Menurutnya, kekecewaan itu tidak hanya ditujukan kepada satu pihak, melainkan menyasar sejumlah nama besar di Brebes. Di antaranya adalah salah satu Ketua DPRD Brebes, M. Taufik, Sekretaris Daerah (Sekda) Brebes, Tahroni, hingga Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma.
“Video itu benar saya buat. Saya sudah sangat kecewa dengan sikap mereka,” tegas Chahrudin. Ia menegaskan bahwa apa yang selama ini terasa seperti perang dingin, kini telah berubah menjadi konflik terbuka.
Kasus ini kini semakin menarik perhatian publik, mengingat posisi Chahrudin sebagai ketua partai besar yang justru memilih jalan konfrontatif demi memperjuangkan kepentingannya.
Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma dan Sekda Brebes Tahroni serta M. Taufik Ketua DPRD Kabupaten Brebes belum memberikan keterangan resmi terkait video viral berisi ancaman tersebut. Belum diketahui langkah apa yang akan diambil pihak Pemda dan Ketua DPRD Brebes menyikapi ancaman “perang terbuka” dan “Brebes Chaos” yang dilontarkan Chahrudin terkait mutasi dua ASN tersebut.
(D. Miranoor)
















