BREBES, Dinamikanews.net– Roadshow perdana Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah periode 2025–2030, Dolfie Othniel Frederic Palit, di Kabupaten Brebes berlangsung tertutup pada Senin malam, 9 Maret 2026. Awak media yang datang untuk meliput kegiatan tersebut tidak diperkenankan masuk ke lokasi pertemuan dan hanya dapat menunggu di luar gedung kantor DPC PDIP Brebes.
Sejak awal kegiatan, akses menuju ruang pertemuan dibatasi oleh sejumlah kader partai yang berjaga di pintu utama. Wartawan tidak diberikan ruang untuk menyaksikan jalannya konsolidasi maupun mewawancarai peserta yang mengikuti agenda tersebut.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 20.30 WIB itu disebut-sebut sebagai konsolidasi penting setelah Dolfie Othniel Frederic Palit dipercaya memimpin PDI Perjuangan Jawa Tengah untuk periode 2025–2030. Dalam pembahasan tersebut akhirnya dari salah satu narasumber peserta rapat konsolidasi yang tidak mau disebutkan namanya, memberikan penjelasan kepada awak media.
“Intinya dari hasil rapat tertutup tadi garis besarnya bertujuan untuk menepis anggapan bahwa PDIP akan turun perolehan suaranya, pada Pemilu 2029 setelah adanya gembar-gembor dari partai yang berlambang Gajah (PSI). Jawa Tengah tetap akan tetap jadi kandang Banteng bukan kandang Gajah,” ujarnya.
Dalam kunjungan tersebut, Dolfie datang bersama dua anggota DPR RI dari Fraksi PDIP daerah pemilihan Jawa Tengah IX, yakni Shanty Alda dan Haris Turino. Daerah pemilihan ini meliputi Kabupaten Brebes, Kota Tegal, dan Kabupaten Tegal. Dari kunjungan para tokoh elit memberikan semangat kepada para kader ataupun simpatisan agar serta berharap PDIP di setiap daerah yang berada di wilayah Jawa Tengah dapat penambahan kursi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pertemuan tersebut diikuti ratusan kader dari berbagai tingkatan struktur partai di Brebes. Agenda ini disebut sebagai bagian dari safari konsolidasi yang dilakukan pimpinan baru DPD PDIP Jawa Tengah untuk menyatukan langkah organisasi serta kekompakan.
Meski demikian, hingga berita ini diturunkan belum ada pernyataan resmi terkait materi pembahasan maupun arahan politik yang disampaikan dalam forum tersebut. Namun dari pertemuan itu pada intinya bertujuan untuk mengatur strategi langkah politik kedepannya.
Meski menunggu di luar gedung, sejumlah wartawan berusaha untuk mendapatkan perkembangan informasi walaupun tanpa akses ke ruang pertemuan. Tapi para awak media dapat memantau aktivitas keluar-masuk peserta konsolidasi yang berlangsung di balik pintu tertutup sembari mencari celah informasi.
(D. Miranoor)















