BREBES, Dinamikanews.net-Sebuah sikap solidaritas tinggi yang mewujudkan rasa kemanusiaan, mengukuhkan esensi gotong royong dan kepedulian. Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya Kabupaten Brebes, Bapak H. Suripto, dengan langkah tegar menorehkan jejak kemanusiaan di tengah puing-puing kepiluan. Beliau tak ragu turun langsung ke titik-titik paling terdampak bencana alam, memimpin rombongan GRIB Jaya dalam sebuah kunjungan solidaritas yang mendalam di Desa Sridadi, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Momen penting ini terjadi tepat pada hari Selasa, 17 Februari 2026, kala desa tersebut masih bergelut dengan luka akibat musibah.
Sejak rombongan GRIB Jaya memasuki area Desa Sridadi sekitar pukul 14.00 WIB, sebuah aura haru bercampur harapan mulai menyelimuti atmosfer. Warga setempat yang tengah berjuang memulihkan diri dari dampak musibah—mulai dari rumah yang rusak, lahan pertanian yang hancur, hingga mata pencaharian yang terganggu—menyambut kedatangan H. Suripto dan tim dengan senyum tipis yang sarat makna. Pemandangan ini bukan sekadar pertemuan biasa; melainkan sebuah penegasan bahwa di tengah kesulitan, uluran tangan masih ada. Kunjungan ini, jauh dari sekadar protokol formalitas atau pencitraan sesaat, merupakan sebuah misi kemanusiaan yang tulus—untuk meninjau secara langsung kondisi para penyintas, mendengarkan cerita pilu dan harapan mereka dari bibir ke bibir, serta menyalurkan bantuan logistik yang bukan hanya sekadar barang, tetapi juga simbol harapan dan kekuatan agar mereka mampu bangkit kembali. Kehadiran GRIB Jaya di tengah kesulitan ini menegaskan satu pesan krusial: mereka tidak sendirian dalam menghadapi cobaan ini.
Bantuan Tepat Sasaran, Mengikis Kesulitan dan Menumbuhkan Harapan di Tengah Puing-Puing
Dengan balutan semangat kebersamaan yang membara dan dedikasi yang tak tergoyahkan, GRIB Jaya Brebes, di bawah arahan strategis serta kepemimpinan H. Suripto, dengan sigap dan terorganisir menyalurkan berbagai kebutuhan pokok yang sangat mendesak dan vital. Proses penyaluran ini dilakukan dengan hati-hati, memastikan bantuan mencapai tangan yang tepat. Bantuan tersebut dirancang untuk menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat yang paling rentan, meliputi:
Pangan Pokok sebagai Penopang Hidup: Stok beras, mi instan, minyak goreng, dan telur menjadi prioritas utama. Bantuan ini diserahkan untuk memastikan dapur-dapur warga terdampak tetap mengepul, memberikan jaminan asupan gizi esensial yang sangat dibutuhkan untuk menjaga stamina dan kesehatan di masa-masa sulit ini. Tim GRIB Jaya memahami betul bahwa tanpa pangan, segala upaya pemulihan akan sulit dilakukan.

Logistik Vital untuk Kenyamanan dan Kesehatan: Ketersediaan selimut yang tebal sangat penting untuk memberikan kehangatan di malam hari yang dingin, terutama bagi anak-anak dan lansia. Pasokan air mineral yang bersih dan layak konsumsi menjamin kebutuhan hidrasi dan mencegah penyakit, sementara beragam perlengkapan kebersihan pribadi—seperti sabun, sikat gigi, dan kebutuhan sanitasi lainnya—semua ini disiapkan demi menjaga kesehatan dan kenyamanan warga di tengah kondisi darurat yang serba terbatas.
Dukungan Moral dan Menggali Aspirasi untuk Solusi Jangka Panjang: Lebih dari sekadar bantuan materi, H. Suripto dan tim juga meluangkan waktu berharga untuk berdialog interaktif secara langsung dengan warga. Momen ini bukan hanya untuk basa-basi; ini adalah kesempatan emas untuk mendengarkan langsung keluh kesah mereka, menggali kebutuhan paling mendalam, serta menampung aspirasi untuk solusi jangka panjang. Dengan cara ini, GRIB Jaya memastikan bahwa setiap bantuan yang diberikan benar-benar sesuai dengan apa yang paling dibutuhkan dan tidak ada kebutuhan mendesak lainnya yang terlewatkan. “Kami tidak hanya membawa barang, tetapi juga telinga dan hati,” tutur salah satu anggota tim.
“Kehadiran kami di Desa Sridadi ini melampaui identitas kami sebagai sebuah organisasi semata; kami adalah bagian tak terpisahkan dari keluarga besar masyarakat Brebes. GRIB Jaya, dengan arahan langsung dan visi kepemimpinan yang jelas dari Ketua Umum Bapak H. Hercules Marshall, berkomitmen kuat untuk selalu berada di garis terdepan. Kami akan hadir di tengah masyarakat, khususnya saat saudara-saudara kita di Sirampog ditimpa musibah yang berat ini. Ini adalah janji kami, wujud nyata dari kepedulian yang mendalam, dan kami akan terus berupaya semaksimal mungkin,” tegas H. Suripto dengan suara penuh semangat namun menenangkan, memberikan suntikan energi positif di sela-sela penyerahan bantuan yang menyentuh hati dan membangkitkan kembali optimisme.
Sinergi dan Kesiapsiagaan Tiada Henti untuk Masa Depan yang Lebih Baik dan Berkelanjutan
Komitmen GRIB Jaya tidak berhenti pada fase penyaluran bantuan saja. H. Suripto juga memberikan instruksi penting kepada seluruh jajaran pengurus PAC dan anggota GRIB Jaya di wilayah Sirampog. Beliau menginstruksikan mereka untuk tetap siaga penuh, menjaga kewaspadaan terhadap potensi bencana susulan atau kebutuhan mendesak lainnya, dan secara proaktif terus membantu serta mendukung penuh proses pemulihan pascabencana yang mungkin akan memakan waktu dan memerlukan ketahanan jangka panjang. “Pemulihan adalah maraton, bukan sprint. Kita harus siap untuk setiap tahapan,” pesan H. Suripto. Beliau juga menekankan bahwa eksistensi GRIB Jaya harus senantiasa memberikan manfaat nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama dalam menciptakan rasa aman, menjaga ketertiban, dan meningkatkan kualitas kesejahteraan hidup mereka pasca-bencana, menuju kehidupan yang lebih baik dan berkelanjutan.
Rasa syukur dan apresiasi yang mendalam tak henti-hentinya diungkapkan oleh seluruh warga Desa Sridadi yang terdampak. Mereka terharu atas respons cepat dan kepedulian nyata yang ditunjukkan oleh Bapak H. Suripto beserta tim GRIB Jaya Brebes. Keberanian mereka menerjang medan yang cukup sulit dan menantang demi menjangkau lokasi bencana, tanpa sedikitpun mengeluh atau menghiraukan rintangan yang ada, adalah bukti konkret dari sebuah komitmen yang patut diacungi jempol—sebuah teladan nyata dari semangat kebersamaan, solidaritas, dan gotong royong yang tak tergoyahkan. Semangat ini menjadi pijakan penting, bukan hanya bagi proses pemulihan infrastruktur fisik, tetapi juga untuk membangun kembali harapan dan menguatkan mental masyarakat di Desa Sridadi.
(D. Miranoor)

















