Workshop Penyegaran ToT Pengemudi Berkeselamatan Perkuat Peran Alumni di Bogor
BOGOR Dinamikanews.net – 11 Februari 2026 — Pusat Pengembangan SDM Perhubungan Darat menggelar Workshop Penyegaran Training of Trainers (ToT) Angkutan Barang Umum Berkeselamatan di Ruang Mini Theater, Kabupaten Bogor. Kegiatan berlangsung pada 11–12 Februari 2026. Selain memperbarui materi, penyelenggara juga memperkuat kapasitas alumni pelatihan keselamatan transportasi.
Kepala Pusat Pengembangan SDM Perhubungan Darat, Bambang Siswoyo, S.T., M.T., membuka kegiatan secara resmi. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa alumni ToT memegang peran strategis. Oleh karena itu, ia meminta peserta terus menanamkan budaya keselamatan di sektor angkutan barang.
Penguatan Peran Alumni ToT
Workshop mengusung tema “Penyegaran & Penguatan Peran Alumni ToT untuk Mendukung Multiplier Effect dalam Implementasi Pengemudi Berkeselamatan”. Melalui tema tersebut, panitia ingin menyegarkan pemahaman peserta. Selain itu, penyelenggara juga mendorong alumni agar bertindak sebagai agen perubahan di lapangan.
Selanjutnya, Pusat Pengembangan SDM Perhubungan Darat menargetkan alumni ToT mampu berperan sebagai fasilitator dan mentor. Dengan demikian, peserta dapat menularkan nilai keselamatan transportasi secara konsisten di lingkungan kerja, komunitas, dan wilayah masing-masing.
Komitmen Keselamatan Transportasi
Sebanyak 50 peserta mengikuti workshop ini. Selama kegiatan berlangsung, mereka aktif berdiskusi tentang strategi penerapan standar keselamatan. Di sisi lain, peserta juga mempelajari manajemen risiko dan pendekatan edukasi bagi komunitas pengemudi angkutan barang.
Untuk memperkuat materi, panitia menghadirkan sejumlah narasumber lintas sektor. Pertama, perwakilan KNKT, Wildan, menjelaskan pentingnya investigasi kecelakaan sebagai bahan pembelajaran. Kemudian, Maya Lukita dari PT Peduli Lestari Indonesia membagikan praktik keselamatan berbasis pengalaman lapangan.
Sinergi Pemerintah dan Praktisi
Selain itu, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat melalui Direktorat Sarana dan Keselamatan memaparkan kebijakan terbaru di sektor angkutan barang. Paparan tersebut membantu peserta memahami arah regulasi. Karena itu, peserta dapat menyesuaikan praktik keselamatan secara lebih tepat.
Selanjutnya, penyelenggara mendorong sinergi antara pemerintah, praktisi, dan komunitas pengemudi. Dengan kolaborasi tersebut, program keselamatan tidak berhenti pada pelatihan semata. Sebaliknya, workshop ini menjadi ruang konsolidasi untuk memperluas jaringan alumni ToT.
Membangun Efek Berantai Keselamatan
Bambang Siswoyo kembali menekankan bahwa keberhasilan program bergantung pada konsistensi alumni. Oleh sebab itu, ia berharap setiap peserta menciptakan efek berantai melalui pelatihan lanjutan di daerah masing-masing.
Pada akhirnya, Pusat Pengembangan SDM Perhubungan Darat menargetkan terbentuknya komunitas pengemudi yang disiplin dan profesional. Dengan langkah tersebut, sektor transportasi darat dapat menekan angka kecelakaan sekaligus meningkatkan kualitas keselamatan nasional.

















