Dinamikanews.net | Warga Kampung Pabuaran RT 03 RW 01, Kelurahan Manis Jaya, Kecamatan Jatiuwung, Kota Tangerang, menghadapi kehidupan yang penuh tantangan di lahan yang sedang disengketakan. Pada Sabtu (17/1/2026), pantauan awak media di lokasi mengungkapkan kondisi rumah yang tidak layak huni, pekerjaan serabutan, dan banyak anak-anak kecil yang masih bersekolah di tengah keterbatasan.
Kehidupan sehari-hari warga di kampung ini terlihat berat, dengan rumah-rumah sederhana yang dibangun dari kayu dan bahan seadanya. Anak-anak kecil terlihat bermain dan belajar di lingkungan yang kurang mendukung, menunjukkan urgensi perhatian dari pemerintah untuk meningkatkan kualitas hidup mereka.
Salah satu warga, Asinan, berbagi cerita tentang asal-usul lahan tersebut. “Dulu lahan ini seperti hutan belantara, dari zaman kakek saya,” ujarnya. Ia menjelaskan bahwa penghasilan warga kebanyakan berasal dari mencari barang bekas atau rongsokan, berdagang kecil-kecilan, dan rumah mereka pun hanya dibuat dari kayu sederhana.
Warga ini menyampaikan harapan mereka kepada Pemerintah Kota Tangerang: “Ya kami berharap Pemkot Tangerang memberikan solusi terkait permasalahan kami sebagai rakyat kecil.” Aspirasi ini mencerminkan keinginan akan perlindungan hukum, keamanan, dan bantuan untuk meningkatkan taraf hidup di tengah sengketa lahan yang telah berlangsung lama.
Kondisi ini mengingatkan kita akan pentingnya perhatian pemerintah terhadap masyarakat marginal. Dengan partisipasi aktif dari semua pihak, diharapkan solusi yang adil dan berkelanjutan dapat segera tercapai, sehingga warga Kampung Pabuaran dapat hidup lebih layak dan tenang.
RedKjk










