Brebes, Dinamikanews.net – Para petani di Kabupaten Brebes, harus mengantre berhari hari untuk mendapatkan pupuk subsidi. Bahkan banyak petani yang menunggu jatah sejak 2 Januari lalu,Senin (12/1/2026)
Antrean petani dalam mendapatkan pupuk hampir terjadi di semua KPL (Kios Pupuk Lengkap). Salah satu kios yang terjadi antrean cukup panjang berada di Desa Kluwut, Kecamatan Bulakamba, Brebes.
Di kios ini, antrean sudah ada sejak awal tahun 2026. Rahmat (63) warga Kluwut mengaku sudah membayar untuk dua jenis pupuk subsidi, Urea dan Phonska. Rahmat sudah membayar pada 2 Januari dan sampai hari ini belum mendapatkannya.
“Sudah bayar sejak 2 Januari. Tiap hari harus antre disini sampai tanaman padi saya tinggal, ga pernah ditiliki. Kalau tidak antre nanti diserobot orang,” ungkap Rahmat di sela antrean di Kios Pupuk Brebes Putra.
Petani lain, Eni (59) juga mengalami hal sama. Demi dapat pupuk Urea dan Phonska, harus datang pagi tiap hari. Menurut dia, untuk dapat jatah, sudah membayar dari tanggal 3 Januari.
“Harus dibela belain antre pagi pagi. Kalau tidak dipupuk pertumbuhan padi tidak maksimal, hasilnya sedikit,” ucapnya.
Admin Kios Pupuk Lengkap Brebes Putra, Agus menyebutkan, antrean petani ini karena keterlambatan distribusi pupuk dari distributor ke kios. Admin ini menjelaskan, permintaan pupuk tiap hari rata rata 50 ton, sedangkan pengiriman pupuk dalam sehari hanya tiga kali.
“Tiap hari hanya tiga kali kiriman, padahal kebutuhan banyak. Tiap hari 50 ton, sementara tiap kali kirim untuk satu armada hanya 8 ton, jadi sehari 24 ton untuk tiga kali kirim,” beber Agus.
Agus meminta agar distributor menambah armada untuk mempercepat distrbusi pupuk. Mengingat permintaan pupuk dari petani sangat banyak setiap harinya.
“Jadi yang baru membayar hari ini tidak akan langsung dapat. Harus antre lama karena memang armada pengiriman pupuk sangat kurang memadai. Harus diperbamyak armadanya,” sambung Agus.
Menanggapi banyaknya antrean pupuk, Juwari, Ketua KUD Wanasari selaku distributor pupuk wilayah Kecamatan Bulakamba menjelaskan, penyebab masalah tersebut karena jadwal tanam padi dilakukan hampir bersamaan. Khusus wilayah pantura Bulakamba, lanjut Juwari, diakui mengalami peningkatan cukup tinggi.
Meski ada kenaikkan permintaan, Juwari menegaskan stok pupuk untuk petani sangat cukup. Ditegaskan pula, antrean itu bukan karena adanya kelangkaan.
“Memang terjadi peningkatan luar biasa, ini disebabkan mereka menanam padi hampir bersamaan. Antran ini bukan kelangkaan, stok pupuk sangat cukup untuk para petani,” tegas Juwari.
Soal distribusi diakui Juwari memang kekurangan armada. Saat ini pihaknya hanya memiliki 3 truk dengan kapasitas masing masing 8 ton. Sedangkan dalam sehari, tiap armada hanya bisa mengangkut maksimal 3 rit.
“Kami ada 3 truk dan sangat kurang. Jadi imbasnya kurang maksimal dalam pengiriman ke kios kios,” terangnya.
Untuk membantu meningkatkan pengiriman, KUD Wanasari sudah menambah 2 unit truk dengan sistem sewa. Namun dengan kondisi tersebut tetap masih belum bisa memenuhi permintaan tiap kios.
“Dengan tambahan armada, dalam sehari bisa menambah distribusi pupuk jadi 50 ton ke kios,” pungkasnya.
(D. Miranoor)













