Hari Anti Korupsi 2025: Pesan Tegas Abraham Garuda Laksono untuk Generasi Muda Indonesia

Selasa, 9 Desember 2025 - 10:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hari Anti Korupsi 2025: Pesan Tegas Abraham Garuda Laksono untuk Generasi Muda Indonesia

Hari Anti Korupsi 2025: Pesan Tegas Abraham Garuda Laksono untuk Generasi Muda Indonesia

Dinamikanews.net | Semangat pemberantasan korupsi kembali digaungkan oleh generasi muda dalam momentum Hari Anti Korupsi Sedunia 2025. Salah satu suara yang menonjol datang dari politisi Gen Z PDI Perjuangan, Abraham Garuda Laksono, yang menyampaikan pernyataan tegas terkait komitmen anak muda dalam melawan praktik koruptif di Indonesia.

Dalam wawancara dengan awak media, Abraham menekankan bahwa korupsi bukan hanya soal hilangnya uang negara, tetapi juga soal masa depan generasi muda yang terancam. “Korupsi bukan cuma soal uang yang hilang, ini tentang masa depan anak muda yang dirampas, tentang mimpi yang terpotong sebelum sempat tumbuh,” ujarnya, Selasa, 9 Desember 2025.

Menurutnya, tindakan korupsi memiliki dampak jangka panjang yang sering tidak disadari. Ia menyebut bahwa hilangnya satu anggaran berarti hilangnya banyak kesempatan bagi rakyat, terutama generasi muda yang masih membutuhkan fasilitas pendidikan, kesempatan kerja, dan kebijakan afirmatif lainnya. “Setiap rupiah yang dikorupsi adalah peluang yang hilang, seperti beasiswa, lapangan kerja, dan kebijakan yang seharusnya berpihak pada rakyat,” katanya.

Baca Juga :  Wamendes Ariza Pastikan Koperasi Desa Merah Putih Tidak Akan Matikan BUM Desa dan Usaha Masyarakat

Sebagai politisi muda, Abraham menegaskan bahwa generasi baru dalam politik tidak boleh mewarisi praktik lama yang sarat penyimpangan. Ia menegaskan bahwa kehadiran anak muda dalam dunia politik harus membawa semangat perbaikan. “Generasi kita tidak lahir untuk meneruskan praktik lama. Kita hadir untuk memperbaiki,” tegas pria yang dikenal vokal soal isu integritas dan etika politik ini.

Ia juga menyampaikan bahwa politik seharusnya menjadi ladang pengabdian kepada masyarakat, bukan ruang untuk mencari keuntungan pribadi. Hal ini, menurutnya, harus menjadi prinsip dasar bagi seluruh generasi muda yang berkecimpung dalam dunia publik dan pemerintahan.

Abraham kemudian mengajak seluruh anak muda Banten dan Indonesia untuk menjadikan integritas sebagai gaya hidup. Ia menilai bahwa keberanian untuk bersikap transparan, jujur, dan tegas menolak praktik koruptif harus dimulai sejak dini. “Berani bertanya, berani mengawasi, dan berani menolak ikut-ikutan dalam praktik kotor,” serunya.

Baca Juga :  Tinjau Jaringan Irigasi Komering di Sumsel, Menteri PU: Mendukung Untuk Peningkatan Produksi Pangan Nasional

Ia menambahkan bahwa perubahan besar dalam pemberantasan korupsi tidak hanya bergantung pada aparat hukum, tetapi juga pada peran aktif masyarakat, terutama generasi muda yang menurutnya memiliki energi, visi, dan idealisme lebih segar. “Korupsi hanya bisa dihentikan kalau kita berani jujur. Dan keberanian itu ada pada generasi kita,” ucapnya.

Abraham menegaskan bahwa masa depan Indonesia yang lebih bersih dan cerah hanya bisa terwujud jika seluruh elemen masyarakat, terutama generasi muda, bersedia mengambil bagian dalam pengawasan dan edukasi publik terkait korupsi. “Saatnya membangun masa depan yang lebih bersih dan lebih cerah, mulai dari kita, mulai sekarang,” tutupnya.

 

 

Red

Berita Terkait

Dukungan Konvergensi Stunting, Desa Sodong Masuk 30 Besar Desa Berkinerja Terbaik Tingkat Nasional
KRISIS AIR BERSIH MELANDA BREBES: WARGA KARANGJONGKENG BERJUANG DAPAT SETETES AIR
Pos Gizi Diperkuat, Pemkot Tangsel Percepat Penanganan Stunting Berbasis Masyarakat
​Diduga Jual Beli Tanah Timbunan Proyek PT GEI Kemurang Wetan Disorot Warga, Disebut Tindak Pidana Tanpa Izin Quarry
Mayat Kru Kapal 5 Wartawan Liputan Krakatau Ditemukan di Pulau Enggano
Wushu Tambah Tiga Medali Perunggu Untuk Indonesia
91 Desa di Brebes Sudah Lunas PBB-P2, Pemkab Hapus Denda Hingga Akhir 2026
Presiden Panggil Menkeu Suahasil ke Istana Pasca Pergantian Gubernur BI; BI. Tegas: Uang Rupiah Lama Tetap Sah

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 20:40 WIB

Dukungan Konvergensi Stunting, Desa Sodong Masuk 30 Besar Desa Berkinerja Terbaik Tingkat Nasional

Kamis, 24 September 2026 - 20:16 WIB

KRISIS AIR BERSIH MELANDA BREBES: WARGA KARANGJONGKENG BERJUANG DAPAT SETETES AIR

Kamis, 24 September 2026 - 18:04 WIB

Pos Gizi Diperkuat, Pemkot Tangsel Percepat Penanganan Stunting Berbasis Masyarakat

Kamis, 24 September 2026 - 10:49 WIB

​Diduga Jual Beli Tanah Timbunan Proyek PT GEI Kemurang Wetan Disorot Warga, Disebut Tindak Pidana Tanpa Izin Quarry

Rabu, 23 September 2026 - 19:41 WIB

Wushu Tambah Tiga Medali Perunggu Untuk Indonesia

Berita Terbaru