Birokrasi dan Kreativitas: Dua Dunia yang Butuh Disiplin dan Harmoni

Rabu, 22 Oktober 2025 - 09:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

dinamikanews.net – Birokrasi dan kreativitas seringkali sebagai dua dunia yang berbeda, tetapi keduanya memiliki persamaan. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini menegaskan bahwa birokrasi dan kreativitas memiliki elemen yang sama, yaitu disiplinan, arah, serta harmoni.

“Kreativitas seringkali dikaitkan dengan seniman, dan birokrasi dikenal mengikuti aturan dan prosedur. Musik tanpa harmoni hanya bunyi, birokrasi tanpa kolaborasi hanya bersifat administrasi. Makanya, keduanya sama-sama membutuhkan disiplin, arah, dan harmoni,” ungkap Menteri Rini dalam acara Selasa Sharing di Kantor Kementerian PANRB, Selasa (21/10/2025).

Menteri Rini kemudian menyoroti temuan World Economic Forum yang menyampaikan bahwa kapabilitas tertinggi masa depan tidak lagi administratif, tetapi berorientasi pada kreativitas, teknologi, dan penyediaan layanan berkualitas. Aparatur sipil negara (ASN) juga harus demikian, harus dapat berpikir kreatif, harus beradaptasi terhadap perubahan, dan harus mampu menciptakan solusi.

Baca Juga :  Pertamina SMEXPO 2024: Jajakan Kopi Nusantara, Eksplorasi dari Jawa hingga Sumatra

Untuk mewujudkan hal tersebut, dibutuhkan fondasi perubahan. Pertama, perlu membangun kreativitas sebagai fondasi untuk kemajuan. Kemajuan tidak lahir dari rutinitas, tapi dari ide dan keberanian mencoba.

Kedua, reformasi butuh daya cipta,karena birokrasi tidak hanya mengurus administrasi saja. “Kita sedang menghadirkan manfaat. Tidak hanya sekadar mengikuti proses, tapi ada juga kewajiban untuk menyelesaikan persoalan di masyarakat,” lanjut Rini.

Terakhir, perubahan membutuhkan orkestrasi yang kolaboratif. Tidak ada ASN dan instansi yang bisa bekerja sendiri. Kementerian PANRB memiliki tugas untuk membangun organisasi yang agile agar dapat bekerja tanpa sekat-sekat birokrasi.

“Pemerintahan harus bergerak serempak seperti orkestra. Kementerian PANRB mengorkestrasi perubahan birokrasi nasional. Tujuannya untuk menghadirkan harmoni, bukan ego sektoral,” lanjut Menteri Rini.

Dalam acara bertema Merangkai Harmoni Generasi: Kreativitas untuk Masa Depan, Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi Kreatif Yovie Widianto menyampaikan bahwa harmoni adalah ilmu yang paling penting dalam tatanan kehidupan. Harmoni terjadi karena adanya perbedaan, dan tak akan terjadi kalo semuanya sama.

Baca Juga :  Pemkab Tangerang bangun MPP yang ramah disabilitas

“Kreativitas tetap diperlukan dalam birokrasi, meski ada bingkai-bingkai yang membatasi. Tapi bingkai ini jangan dijadikan sebuah halangan, jadikan hal tersebut sebagai diferensiasi sehingga bisa menghasilkan sesuatu yang bagus,” ungkap Yovie.

Dirinya juga menekankan bahwa kolaborasi menjadi hal penting dalam membentuk harmonisasi. Dengan bingkai-bingkai yang ada, harus bisa berkolaborasi dengan optimal sehingga menghasilkan sesuatu yang indah.

“Jangan takut dengan batasan, karena itu menjadi tantangan dalam kreativitas. Harmonisasi dapat terjadi asal kolaborasi berjalan dengan mengoptimalisasi dan melengkapi dengan kelebihan serta kekurangan yang ada,” tutupnya.

Berita Terkait

“Seribu Teman Terlalu Sedikit”, Pesan Dimyati Natakusumah dalam Halal Bihalal DPP PIP Indonesia
KPK Duga Sudewo Terima Fee Proyek Jalur Kereta Lewat Orang Kepercayaan
107 PPK Brebes Ikuti Pembekalan, Perkuat Integritas dan Cegah Risiko Hukum Pengadaan
Sekda Soma Atmaja: Beasiswa Tangerang Gemilang Tetap Terus Berlanjut ‎
Ganjil Genap Jakarta Hari Ini 23 April 2026: Jam Berlaku, 26 Lokasi, dan Daftar Kendaraan yang Dikecualikan
Kritik MUI Picu Pramono Ubah Prosedur Pemusnahan Ikan Sapu-Sapu
Penjarahan Aset KAI Pasca Pencanangan Perumahan Rakyat di Manggarai
Sekretaris DPD GMPK Siap Laporkan Dugaan Jual Beli Tanah Sitaan Kejagung di Pakuhaji
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 23:52 WIB

“Seribu Teman Terlalu Sedikit”, Pesan Dimyati Natakusumah dalam Halal Bihalal DPP PIP Indonesia

Kamis, 23 April 2026 - 18:49 WIB

KPK Duga Sudewo Terima Fee Proyek Jalur Kereta Lewat Orang Kepercayaan

Kamis, 23 April 2026 - 18:49 WIB

107 PPK Brebes Ikuti Pembekalan, Perkuat Integritas dan Cegah Risiko Hukum Pengadaan

Kamis, 23 April 2026 - 16:09 WIB

Sekda Soma Atmaja: Beasiswa Tangerang Gemilang Tetap Terus Berlanjut ‎

Rabu, 22 April 2026 - 18:38 WIB

Kritik MUI Picu Pramono Ubah Prosedur Pemusnahan Ikan Sapu-Sapu

Berita Terbaru