Prabowo Pukau KTT PBB, Menteri Dody Singgung Ketahanan Bangsa

Jumat, 26 September 2025 - 09:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

foto istimewa

foto istimewa

 

Jakarta – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menyampaikan apresiasi yang tinggi atas pidato Presiden RI Prabowo Subianto dalam Konferensi Tingkat Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa (KTT PBB) di New York, Amerika Serikat, Selasa (23/9/2025).

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa di tengah pertumbuhan populasi dunia dan tekanan global terhadap pangan, energi dan air, Indonesia memilih untuk menghadapi tantangan tersebut dengan langkah nyata di dalam negeri sekaligus membantu negara lain.

Indonesia bertekad menjaga ketahanan pangan untuk generasi mendatang sekaligus mewujudkan visi menjadi lumbung pangan dunia dalam beberapa tahun ke depan melalui membangun rantai pasok pangan yang tangguh, memperkuat produktivitas petani, dan berinvestasi dalam pertanian cerdas iklim.

“Pidato Presiden Prabowo di hadapan para pemimpin dunia adalah pidato yang luar biasa, penuh visi, dan memberi kebanggaan bagi kita semua sebagai bangsa Indonesia. Pidato tersebut menunjukkan Presiden Prabowo berpikir jauh ke depan dalam menghadapi tantangan global,” kata Menteri Dody.

Menurut Menteri Dody, konsep perdamaian yang diusung Presiden Prabowo dalam pidato tersebut sejalan dengan pembangunan infrastruktur Pekerjaan Umum sebagai resiliency bangsa, khususnya pada sektor pangan, energi, dan air (Food–Energy–Water) serta dampak perubahan iklim. Menteri Dody menilai pembangunan infrastruktur harus dipandang sebagai pertahanan sipil atau non-military defense.

Baca Juga :  Mendukung Penghapusan Utang Yang Membebani UMKM

“Bendungan, irigasi, sistem penyediaan air minum, pengendalian banjir, hingga energi terbarukan seperti hydropower dan floating solar adalah bukti nyata. Infrastruktur bukan sekadar fisik, tetapi perisai (benteng) ketahanan bangsa dalam menghadapi tantangan global,”ujar Menteri Dody.

Tantangan global seperti perubahan iklim dan ketegangan antar negara-negara di Timur Tengah turut memberikan dampak nyata pada stabilitas pangan, energi, dan air, khususnya di Indonesia. Oleh karena itu, kemandirian pada tiga sektor strategis tersebut harus menjadi prioritas dalam pembangunan nasional.

“Sekali lagi, infrastruktur adalah perisai bangsa. Bendungan dan irigasi mendukung ketahanan pangan. SPAM dan sistem pengendalian banjir memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi. Jalan dan jembatan menopang konektivitas dan distribusi logistik. Semua itu menjadi bagian dari ketahanan nasional di tengah dinamika global,” tegas Menteri Dody.

Menteri Dody menggambarkan resiliensi sebagai seni bertahan sekaligus tumbuh. “Resiliensi itu bisa kita lihat ketika sawah tetap hijau di musim kemarau karena bendungan hadir di belakangnya, ketika masyarakat yang dilanda banjir tetap bisa tersenyum karena tanggul baru melindungi rumah mereka. Atau ketika petani tetap bisa panen karena jaringan irigasi mengalirkan air dari bendungan,” tutur Menteri Dody.

Baca Juga :  Giat Simpatik Operasi Zebra Candi 2024 Kapolres Purbalingga Hari Pertama Sosialisasi Turun Ke Jalan

Pada TA 2025, Kementerian PU menargetkan pembangunan 16 bendungan baru, 20,52 kilometer jalan tol, 45.000 hektare jaringan irigasi, serta rehabilitasi 10.000 hektare jaringan irigasi guna memperkuat rantai pasok pangan, mendukung swasembada pangan, sekaligus memastikan para petani mendapat suplai air yang berkelanjutan.

Melalui program strategis PU608, Kementerian PU juga terus mendorong efisiensi investasi, pengentasan kemiskinan, dan target pertumbuhan ekonomi 8 persen pada 2029. Program ini sekaligus memperkuat resiliency Indonesia menghadapi perubahan iklim, ketidakpastian ekonomi global, dan krisis geopolitik.

“Kementerian PU siap mendukung penuh arahan Presiden Prabowo. Perdamaian yang beliau gaungkan di forum internasional menjadi semangat bagi kami untuk membangun resiliency nasional melalui infrastruktur sumber daya air, pangan, energi, dan konektivitas,” tutup Menteri Dody. (*)

Berita Terkait

Veda Ega Pratama Siap Gebrak GP Aragon, Bidik Podium Moto3 2026
Putra Jaya Resmi Mendaftar sebagai Bakal Calon Ketua PWI Kabupaten Tangerang
Sejumlah ASN Brebes Memasuki Masa Pensiun, Diingatkan Waspadai Penipuan dan Investasi Bodong
Peringati Maulid Nabi 1448 H, Wakil Bupati Tangerang Ajak ASN Teladani Empat Sifat Rasulullah dalam Melayani Masyarakat
Kemerdekaan Bukan Hanya di Syukuri Saja, Isilah Dengan Sesuatu Yang Bermanfaat Bagi Sesama 
Saatnya Digitalisasi Keuangan Desa Didorong untuk Perkuat Pelayanan Masyarakat Brebes
Presiden Prabowo Tekankan Tindakan Dini, Edukasi, dan Penegakan Hukum dalam Pencegahan Karhutla
Untuk Pemerataan Wardoyo Tahap II Disalurkan, Warga yang Belum Tersentuh Bansos Kembali Mendapat Perhatian

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:11 WIB

Veda Ega Pratama Siap Gebrak GP Aragon, Bidik Podium Moto3 2026

Rabu, 26 Agustus 2026 - 18:42 WIB

Putra Jaya Resmi Mendaftar sebagai Bakal Calon Ketua PWI Kabupaten Tangerang

Rabu, 26 Agustus 2026 - 18:41 WIB

Sejumlah ASN Brebes Memasuki Masa Pensiun, Diingatkan Waspadai Penipuan dan Investasi Bodong

Rabu, 26 Agustus 2026 - 14:53 WIB

Peringati Maulid Nabi 1448 H, Wakil Bupati Tangerang Ajak ASN Teladani Empat Sifat Rasulullah dalam Melayani Masyarakat

Rabu, 26 Agustus 2026 - 11:15 WIB

Kemerdekaan Bukan Hanya di Syukuri Saja, Isilah Dengan Sesuatu Yang Bermanfaat Bagi Sesama 

Berita Terbaru