Gunung Semeru Tiga Kali Erupsi Dengan Tinggi Letusan hingga 1 km

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 19:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lumajang, Dinamikanews.net – Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, mengalami tiga kali erupsi dengan tinggi letusan hingga 1 kilometer pada Sabtu.

Erupsi pertama terjadi pada pukul 04.52 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 700 meter di atas puncak dan kolom abu vulkanik teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat. Erupsi itu terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 125 detik.

“Erupsi kedua terjadi pada pukul 06.35 WIB dengan tinggi kolom letusan semakin tinggi yakni teramati sekitar 800 meter di atas puncak atau 4.476 meter di atas permukaan laut (mdpl),” kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Agastya Rajendra dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang.

Menurut dia, kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat. Erupsi itu terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 25 mm dan durasi 90 detik.

Baca Juga :  Tim Kuali Merah Putih Berlanjut Ke Mako Satgas RI RDTL Sektor Barat

Gunung tertinggi di Pulau Jawa itu kembali erupsi pukul 10.42 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar satu kilometer di atas puncak dan kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat.

“Erupsi itu terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 25 mm dan durasi 137 detik,” kata Agastya.

Ia menjelaskan saat ini aktivitas vulkanik Gunung Semeru berada pada status Level III atau Siaga. Dengan status Siaga tersebut, masyarakat pun tidak disarankan melakukan aktivitas di luar ruangan, terutama pada wilayah sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 km dari puncak yang menjadi pusat erupsi.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Siapkan Bonus Rp3 Miliar bagi Peraih Emas Asian Games 2026

“Di luar jarak tersebut, masyarakat juga tidak boleh melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak,” katanya.

Masyarakat tidak boleh beraktivitas dalam radius lima km dari kawah/puncak Gunung Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).

Ia mengimbau masyarakat mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru.

“Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan,” kata Agastya.

Berita Terkait

Rekomendasi Akhir Pekan Di Jakarta, Festival Literasi Hingga Musik
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo Ditahan KPK, Uang Rp1,9 Miliar Disita dalam OTT
Konsep Cegah Sengketa Informasi, Pemkab Brebes Dorong Transparansi Anggaran Desa
UIN Jakarta Didaulat Sebagai Kampus Pendukung Zakat Terbaik
Warga Margadana Kota Tegal Tegal Nikmati Diskon PBB Lebih dari 50%, Apakah Pemda Brebes Bisa Demikian?!
HUT ke-88 KONI: Mengukir Prestasi Lewat Sains dan Pembinaan Terukur
Lukisan Manusia Purba Terancam Rusak Dampak Karhutla di Sulsel
Krisis Air Bersih di Paguyangan Brebes, Kejari dan ASLINMAS Salurkan 50 Ribu Liter Air untuk Warga Taraban

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 19:56 WIB

Gunung Semeru Tiga Kali Erupsi Dengan Tinggi Letusan hingga 1 km

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 17:52 WIB

Rekomendasi Akhir Pekan Di Jakarta, Festival Literasi Hingga Musik

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 06:28 WIB

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo Ditahan KPK, Uang Rp1,9 Miliar Disita dalam OTT

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:14 WIB

Konsep Cegah Sengketa Informasi, Pemkab Brebes Dorong Transparansi Anggaran Desa

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:17 WIB

Warga Margadana Kota Tegal Tegal Nikmati Diskon PBB Lebih dari 50%, Apakah Pemda Brebes Bisa Demikian?!

Berita Terbaru