Tesla berhasil kalahkan penjualan BYD di 2026

Kamis, 9 April 2026 - 18:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dinamikanews.net – Produsen otomotif asal Amerika Serikat (AS) yang fokus dalam pembuatan kendaraan elektrifikasi murni, Tesla kembali merajai puncak tertinggi penjualan terbanyak selama tahun 2026, mengalahkan rival terdekatnya yakni BYD asal China.

Arena EV pada Kamis (9/4) waktu setempat melaporkan bahwa Tesla secara resmi merebut kembali tahtanya sebagai pemimpin global dalam mobil listrik murni, mendorong produsen mobil China itu ke posisi kedua.

Perebutan kursi tertinggi di industri otomotif masa kini, harus diperjuangkan oleh Tesla dengan beragam upaya yang merepresentasikan bahwa industri otomotif modern memiliki tingkat kesulitan yang cukup tinggi.

Pada bulan-bulan terakhir tahun 2025, BYD memang memiliki kinerja yang tertandingi. Jenama itu menjual lebih banyak kendaraan bertenaga baterai daripada perusahaan lain mana pun.

Baca Juga :  BRI BO BSD Raih Predikat “The Best Roleplay” pada Ajang MRI Service Champion

Tetapi awal tahun 2026, kisah itu berbeda sangat jauh. Mulai Januari dan Maret, Tesla mengirimkan setidaknya 358.023 kendaraan listrik kepada pelanggan di seluruh dunia.

Ini merupakan peningkatan 6,5 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Mungkin terdengar seperti peningkatan kecil, tetapi itu lebih dari cukup untuk mengalahkan para pesaing mereka di industri otomotif modern.

Penjualan BYD di segmen elektrifikasi murni mengalami penurunan 25,5 persen. Perusahaan yang berbasis di kota Shenzhen, hanya berhasil mengirimkan 310.389 unit kendaraan elektrifikasi murni di kuartal pertama.

Catatan penjualan tersebut semakin memperkuat kredibilitas Tesla di industri itu. Penjualan Tesla dan BYD pada periode tersebut terpaut cukup jauh yakni mencapai 48 ribu unit kendaraan.

Baca Juga :  Bupati Tegaskan Santri Harus Jadi Pelaku Sejarah

Keterpurukan BYD di industri kendaraan elektrifikasi disebabkan aturan dari pemerintah China. Dimana, pemerintah mendorong masyarakat untuk beralih ke kendaraan baterai murni.

Hanya saja, aturan baru yang dikeluarkan oleh pemerintah China memaksa masyarakat untuk menunda pembelian kendaraan EV. Sebagai contoh, tahun lalu, masyarakat tidak perlu membayar pajak penjualan saat membeli mobil listrik baru.

Tahun ini, pemerintah menambahkan pajak sebesar 5 persen. Jika seseorang membeli mobil seharga 100.000 yuan, berarti konsumen harus membayar pajak lebih banyak sebesar 5.000 yuan.

Meski demikian, pemerintah masih memberikan dukungan kepada mereka yang beralih, namun tidak sebesar pada awal-awal gerbang EV dibuka.

Berita Terkait

Berangkat Kerja Gowes hingga WFH, Cara Ahmad Luthfi Budayakan Efesiensi dan Hemat Energi di Jateng
Kisah Wagub Jateng “Membocorkan” Nama Aslinya Diganti Mbah Moen di Depan Ribuan Alumni Ponpes 
Persatuan Media dan LSM Pagedangan Gelar Halal Bihalal, Perkuat Sinergi Antar Anggota
Pemerintah kaji skema haji tanpa antrean
Tidak Ada Keharusan 340 Siswa Ikuti Acara Syukuran Perpisahan, Kepala Sekolah SMAN 03: Semua Atas Dasar Sukarela Dapat Ijin Orang 
Harga minyak global turun drastis menyusul gencatan senjata
Masyarakat Tidak Perlu Khawatir Stok Elpiji Jateng Melimpah 6 Kali Lipat, Ahmad Luthfi: Tak Ada Alasan Untuk Panik
Tumpukan sampah Pasar Induk Kramat Jati ditargetkan tuntas Jumat besok
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 9 April 2026 - 19:58 WIB

Berangkat Kerja Gowes hingga WFH, Cara Ahmad Luthfi Budayakan Efesiensi dan Hemat Energi di Jateng

Kamis, 9 April 2026 - 19:12 WIB

Kisah Wagub Jateng “Membocorkan” Nama Aslinya Diganti Mbah Moen di Depan Ribuan Alumni Ponpes 

Kamis, 9 April 2026 - 18:35 WIB

Tesla berhasil kalahkan penjualan BYD di 2026

Kamis, 9 April 2026 - 17:54 WIB

Persatuan Media dan LSM Pagedangan Gelar Halal Bihalal, Perkuat Sinergi Antar Anggota

Kamis, 9 April 2026 - 15:20 WIB

Pemerintah kaji skema haji tanpa antrean

Berita Terbaru

Berita

Tesla berhasil kalahkan penjualan BYD di 2026

Kamis, 9 Apr 2026 - 18:35 WIB

Berita

Pemerintah kaji skema haji tanpa antrean

Kamis, 9 Apr 2026 - 15:20 WIB