Berangkat Kerja Gowes hingga WFH, Cara Ahmad Luthfi Budayakan Efesiensi dan Hemat Energi di Jateng

Kamis, 9 April 2026 - 19:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG, Dinamikanews.net – Cuaca Kota Semarang pagi ini terlihat cerah. Di antara riuh kendaraan yang mulai memadati jalanan, sejumlah aparatur sipil negara (ASN) tampak mengayuh sepeda menuju pusat kota. Mereka bukan sekadar berolahraga, melainkan sedang menjalankan sebuah pesan: hemat energi harus menjadi budaya.

Di barisan itu, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, turut ambil bagian. Bersama jajaran pimpinan dan staf organisasi perangkat daerah (OPD), ia bersepeda dari rumah masing-masing, lalu berkumpul di depan Masjid Raya Baiturrahman, Kamis (9/4/2026). Dari titik itu, rombongan bergerak menyusuri rute ikonik kota, Simpang Lima, Jalan Gajahmada, Imam Bonjol, Piere Tendean, Jalan Pemuda, Tugu Muda, Pandanaran, hingga kembali ke Simpang Lima dan berakhir di Kantor Gubernur.

Gowes pagi itu bukanlah seremoni. Bagi Ahmad Luthfi, itu adalah cara sederhana untuk menggerakkan perubahan besar.

“Saya lihat ASN kita ada yang naik sepeda, kendaraan listrik, hingga angkutan umum. Ini jangan semata-mata karena surat edaran, tapi jadikan budaya sehingga terasa ringan dan menyenangkan,” ujarnya.

Pesan yang dibawa Ahmad Luthfi melampaui sekadar aktivitas fisik. Ia ingin menggeser cara pandang masyarakat bahwa hemat energi bukan kewajiban administratif, melainkan gaya hidup yang lahir dari kesadaran.

Dalam pandangannya, kebiasaan kecil seperti datang tepat waktu, mematikan lampu saat tidak digunakan, hingga memanfaatkan skema kerja fleksibel seperti work from home (WFH), adalah bagian dari upaya besar efisiensi energi.

“Kita harus membudayakan hemat energi, berolahraga, kerja tepat waktu, mematikan lampu, hingga mencari energi terbarukan,” katanya.

Di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, langkah itu mulai diterapkan secara konkret. Salah satunya melalui kebijakan WFH yang diberlakukan bergiliran setiap Jumat bagi ASN. Kebijakan ini dirancang tidak mengganggu pelayanan publik, terutama di sektor vital seperti rumah sakit, Samsat, dan pendidikan.

Baca Juga :  Tingkatkan Kenyamanan Pengguna Jalan, PT Jasamarga Transjawa Tol Lakukan Rekonstruksi Jembatan di Ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek

“Sudah diatur. Tidak semua WFH karena pelayanan masyarakat tidak boleh terputus. Pimpinan tetap masuk,” jelasnya.

Namun, upaya hemat energi tidak berhenti di ruang kantor. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga mendorong kemandirian energi hingga ke tingkat desa. Saat ini, sekitar 2.000 desa mandiri energi telah berkembang di 35 kabupaten/kota.

Di sisi lain, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) seperti PT Jateng Petro Energi mulai memanfaatkan energi terbarukan melalui produk Compressed Natural Gas (CNG) untuk kebutuhan rumah tangga. Pemerintah juga memberikan insentif pajak bagi industri yang beralih ke energi ramah lingkungan, sebagai bagian dari strategi membangun industri hijau.

“Ini harus menjadi rule kehidupan masyarakat Jawa Tengah ke depan, lebih hemat, nyaman, dan mandiri energi,” ujar Ahmad Luthfi.

Dijelaskan, Surat Edaran Mendagri Nomor 800.1.5/3349/SJ berisikan tentang Transformasi Budaya Kerja Aparatur Sipil Negara dan Surat Edaran Gubernur Jawa Tengah Nomor B/000.8.3/3/2026 Tentang Transformasi Budaya Kerja Aparatur Sipil Negara di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Dalam SE yang dikeluarkan oleh Pemprov Jateng tersebut, di antaranya penerapan kerja dari rumah atau Work From Home (WFH) bagi sebagian ASN setiap Jumat, membatasi atau mengurangi pelaksanaan perjalanan dinas, mengutamakan pelaksanaan rapat, bimbingan teknis, seminar, konferensi dan lain-lain dilaksanakan secara hybrid (luring dan daring) dengan memaksimalkan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi.

ASN juga dibatasi dan dikurangi penggunaan kendaraan dinas jabatan maksimal 50%, meningkatkan penggunaan kendaraan listrik, transportasi umum, sepeda dan alat transportasi lain yang tidak berbasis bahan bakar fosil.

Selain itu, transformasi budaya kerja ASN juga dilakukan melalui penggunaan listrik di ruangan kerja dihidupkan pukul 06.30-15.30 sesuai kebutuhan riil, dan di luar ruangan/ruang terbuka secara terbatas jam 17.30- 05.30.

Baca Juga :  Dadang Supriatna Puncaki Hasil Survei Pilkada Kabupaten Bandung

Adapun penggunaan AC diaplikasikan pada suhu efisien 24-26ºC sesuai kebutuhan; lampu/pendingin ruangan (AC) yang ditinggalkan 2 jam atau lebih dimatikan sesuai kebutuhan. Pemakaian air bersih dikontrol sesuai kebutuhan riil di lapangan, dan memulai inisiatif pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) seperti sel surya di lingkungan kantor, dan lainnya.

Para ASN juga dapat berjalan kaki, diutamakan bagi pegawai dengan jarak tempat tinggal dan kantor kurang atau sama dengan kurang lebih 1,5 kilometer. Kemudian bisa menggunakan alat transportasi non bahan bakar minyak seperti sepeda dan sepeda listrik, diutamakan bagi ASN dengan jarak antara tempat tinggal dan kantor kurang dari 10 kilometer dan kontur relatif datar.

Selain itu, dapat menggunakan angkutan umum bagi yang memungkinkan dari aspek aksesibilitas, jarak dan waktu tempuh, serta ketersediaan sarana angkutan. Penggunaan kendaraan bersama (carpooling atau ride-sharing) untuk beberapa pegawai sesuai dengan kapasitas kendaraan.

Terkait energi baru terbarukan, Pemprov Jateng menggalakkan desa mandiri energi. BUMD yang bergerak dalam bidang energi yaitu PT Jateng Petro Energi (JPEN) juga sudah menggunakan energi terbarukan sebagai sumber energi rumah tangga melalui produk tabung Compressed Natural Gas (CNG).

Selain itu, pemprov memberikan insentif pajak kepada perusahaan-perusahaan yang sudah menggunakan energi baru terbarukan. Semua itu dilakukan untuk mendukung hemat energi dan menyiapkan industri hijau di Jawa Tengah.

Di tengah tantangan energi global, langkah-langkah yang dimulai dari gowes pagi hingga kebijakan strategis itu menjadi potret pendekatan yang membumi. Sebuah upaya yang tidak hanya berbicara soal kebijakan, tetapi juga tentang membangun kebiasaan dan kesadaran.

(D. Miranoor)

Berita Terkait

Ngopi Bareng di Angkringan, Ahmad Luthfi: Untuk Menyerap Masalah dan Aspirasi Petani
Kisah Wagub Jateng “Membocorkan” Nama Aslinya Diganti Mbah Moen di Depan Ribuan Alumni Ponpes 
Tesla berhasil kalahkan penjualan BYD di 2026
Persatuan Media dan LSM Pagedangan Gelar Halal Bihalal, Perkuat Sinergi Antar Anggota
Pemerintah kaji skema haji tanpa antrean
Tidak Ada Keharusan 340 Siswa Ikuti Acara Syukuran Perpisahan, Kepala Sekolah SMAN 03: Semua Atas Dasar Sukarela Dapat Ijin Orang 
Harga minyak global turun drastis menyusul gencatan senjata
Masyarakat Tidak Perlu Khawatir Stok Elpiji Jateng Melimpah 6 Kali Lipat, Ahmad Luthfi: Tak Ada Alasan Untuk Panik

Berita Terkait

Kamis, 9 April 2026 - 20:12 WIB

Ngopi Bareng di Angkringan, Ahmad Luthfi: Untuk Menyerap Masalah dan Aspirasi Petani

Kamis, 9 April 2026 - 19:58 WIB

Berangkat Kerja Gowes hingga WFH, Cara Ahmad Luthfi Budayakan Efesiensi dan Hemat Energi di Jateng

Kamis, 9 April 2026 - 19:12 WIB

Kisah Wagub Jateng “Membocorkan” Nama Aslinya Diganti Mbah Moen di Depan Ribuan Alumni Ponpes 

Kamis, 9 April 2026 - 18:35 WIB

Tesla berhasil kalahkan penjualan BYD di 2026

Kamis, 9 April 2026 - 17:54 WIB

Persatuan Media dan LSM Pagedangan Gelar Halal Bihalal, Perkuat Sinergi Antar Anggota

Berita Terbaru

Berita

Tesla berhasil kalahkan penjualan BYD di 2026

Kamis, 9 Apr 2026 - 18:35 WIB