BANJARNEGARA – Bupati Banjarnegara, dr. Amalia Desiana, mengirimkan pesan kuat kepada seluruh jajaran PT BPR BKK Mandiraja (Perseroda): Majukan perusahaan jika ingin sejahtera. Pesan ini disampaikan dalam acara pembinaan pejabat eksekutif di Aula BPR BKK Mandiraja, pada Selasa (10/3/2026) lalu, sebagai bagian dari upaya akselerasi pemulihan bank milik daerah tersebut.
Dalam arahannya di depan 150 karyawan, Bupati Amalia menekankan pentingnya mengubah pola pikir statis ala birokrasi menjadi pola pikir bisnis yang dinamis. Menurutnya, rasa memiliki terhadap kantor layaknya rumah sendiri adalah kunci utama untuk mencetak laba.
“Jadikan kantor ini sebagai rumah sendiri. Jika rumah ini maju dan profitnya besar, kesejahteraan karyawan juga akan meningkat melalui bonus produksi,” tegas Bupati.
Ia mengingatkan bahwa sebagai Perusahaan Umum Daerah (Perusda), BKK Mandiraja memiliki tanggung jawab besar untuk menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Integritas dan Pelayanan Humanis
Tak hanya soal profit, dr. Amalia juga memberikan peringatan keras mengenai integritas moral. Beliau mewanti-wanti agar tidak ada satu pun oknum yang berani menyentuh atau menyalahgunakan dana nasabah.
“Rezeki itu sudah diatur Tuhan. Lebih baik sedikit tapi berkah daripada banyak tapi menyengsarakan,” imbuhnya, seraya meminta karyawan tetap teguh pada kode etik perbankan.
Dalam hal pelayanan, Bupati menginstruksikan agar BKK Mandiraja tampil lebih humanis dan solutif, terutama dalam menghadapi kendala nasabah terkait BI checking. “Gunakan kalimat yang santun, terutama saat penagihan. Perlakukan nasabah sebagaimana kita ingin diperlakukan,” pesannya.
Performa Keuangan: Tren Positif Menuju Sehat
Menanggapi arahan tersebut, Plt. Direktur BPR BKK Mandiraja, D. Tri Ristanto Budiono, SE, M.Si, memaparkan bahwa saat ini manajemen sedang berada dalam jalur pemulihan yang solid. Angka defisit yang sebelumnya mencapai Rp16 miliar, kini berhasil ditekan hingga tersisa Rp8 miliar.

Untuk tahun buku 2026, manajemen memasang target laba sebesar Rp12 miliar. “Per Februari 2024 saja, kita sudah membukukan laba Rp1,7 miliar atau sekitar 14% dari target tahunan,” ungkap Tri Ristanto.
Pada kesempatan tersebut Tri Ristanto menyampaikan potret performa keuangan BPR BKK Mandiraja hingga Februari 2024. Ia mengatakan jika Total Aset: yang dimiliki sebesar Rp. 721 miliar (Aset bersih Rp.607 miliar). Dana Pihak Ketiga (DPK) sebanyak Rp527 miliar (Tabungan Rp284 miliar dan Deposito Rp243 miliar).
Inovasi dan Ekspansi Layanan
Untuk memperkuat jangkauan di akar rumput, BPR BKK Mandiraja telah melakukan pengadaan unit mobil kas keliling untuk melayani wilayah pelosok seperti Batur, Bawang, Pandanarum, hingga Sigaluh. Selain itu, sinergi pengelolaan Dana Desa kini juga telah dipercayakan kepada bank ini.
Inovasi digital juga terus digenjot, salah satunya dengan rencana peluncuran fitur pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang ditargetkan mulai beroperasi pada semester kedua tahun ini.
Hadir mendampingi Bupati dalam kegiatan tersebut, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda, Riatmojo Ponco Nugroho, serta Kepala Bagian Perekonomian, Fajar Anggun Sawitri. Dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah, BKK Mandiraja kini optimis kembali menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan di Banjarnegara. (gena s)















