Brebes, Dinamikanews.net –Para Petugas Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Brebes melakukan evakuasi jenazah seorang anak buah kapal (ABK) yang sebelumnya dilaporkan jatuh ke laut saat bekerja di perairan Laut Jawa.
Evakuasi dilakukan pada Kamis (15/1/2026) dini hari di Pelabuhan Perikanan Desa Kluwut, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes. Peristiwa bermula pada Minggu (11/1/2026) sekitar pukul 12.40 WIB.
Saat itu, sebuah kapal nelayan tengah beroperasi menebar jaring di perairan Laut Jawa pada koordinat 4°21’361″S 106°37’104″E. Korban diketahui sedang mengurai tali tambang yang kusut. Namun setelah tambang berhasil terurai, kaki korban diduga terlilit tali hingga terjatuh ke laut.
Mengetahui salah satu ABK terjatuh, nahkoda kapal langsung menghentikan laju kapal dan berusaha memutar balik untuk memberikan pertolongan. Sayangnya, korban sudah tidak terlihat di permukaan air.
Nahkoda kemudian menginformasikan kejadian tersebut kepada pemilik kapal melalui radio serta meminta bantuan kapal-kapal lain yang berada di sekitar lokasi untuk melakukan pencarian.
“Upaya pencarian dilakukan selama tiga hari. Korban akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia,” kata Dalops PMI Brebes, Bagus Prasojo dalam laporannya, Kamis (15/1/2026).
Pada Kamis (15/1/2026) sekitar pukul 01.30 WIB, kapal KMN Kharisma Putri 2 dengan bobot 98 GT bersandar di Pelabuhan Perikanan Desa Kluwut dengan membawa jenazah korban. PMI Brebes melakukan evakuasi dan membawa jenazah ke Puskesmas Kluwut untuk dilakukan pemeriksaan medis sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
PMI Kabupaten Brebes mencatat, proses evakuasi berjalan lancar meski terdapat kendala berupa kondisi jenazah yang sulit diidentifikasi. Dalam kegiatan tersebut, PMI memobilisasi satu staf dan empat relawan PMI Kabupaten Brebes.
“Selain evakuasi jenazah, PMI juga melakukan mobilisasi jenazah hingga ke pemakaman serta melaporkan kejadian tersebut ke Posko PMI Provinsi Jawa Tengah,” tambahnya.
Peristiwa ini tidak menimbulkan dampak lanjutan bagi masyarakat sekitar. Namun, kejadian tersebut menjadi pengingat akan tingginya risiko keselamatan kerja di sektor perikanan laut. (D. Miranoor)











