Kronologi Penangkapan Presiden Venezuela oleh Pasukan Elite AS

Minggu, 4 Januari 2026 - 15:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(CARACAS – NEW YORK) – Dunia internasional dikejutkan dengan operasi militer kilat Amerika Serikat yang berhasil menangkap Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, pada Sabtu (3/1/2026) dini hari waktu setempat. Operasi yang diberi sandi “Absolute Resolve” ini melibatkan pasukan khusus Delta Force dan serangan udara di ibu kota Caracas.

Detik-Detik Penangkapan Presiden AS Donald Trump mengonfirmasi bahwa Maduro dan istrinya, Cilia Flores, ditangkap langsung dari kamar tidur mereka di Istana Kepresidenan. “Saya menyaksikannya langsung dari ruang taktis. Kecepatan dan kekerasannya sungguh luar biasa,” ujar Trump dalam keterangannya di Mar-a-Lago (4/1).

Baca Juga :  23 Juli Diperingati Sebagai Hari Anak Nasional, Simak Sejarah Dan Tujuannya

Setelah ditangkap, Maduro langsung diterbangkan menggunakan helikopter menuju kapal induk USS Iwo Jima sebelum akhirnya mendarat di New York pada Sabtu malam untuk menghadapi persidangan.

Alasan Mengapa Nicolas Maduro Ditangkap AS

Departemen Kehakiman AS melalui Jaksa Agung Pam Bondi telah menyiapkan empat dakwaan berat terhadap Maduro, di antaranya:

  1. Konspirasi Narco-terrorism: Tuduhan memimpin Cartel de los Soles untuk mengirim ribuan ton kokain ke AS.

  2. Impor Narkotika: Membanjiri wilayah AS dengan narkoba sebagai senjata politik.

  3. Kepemilikan Senjata Otomatis: Menggunakan perangkat destruktif untuk melindungi perdagangan narkoba.

  4. Manipulasi Pemilu: AS tidak mengakui legitimasi Maduro sejak pemilu 2024 yang dianggap curang.

Baca Juga :  Perkuat Nilai Spiritual dan Kebersamaan, BRI KC Jakarta Jelambar Gelar Pengajian Pekerja

Reaksi Dunia: Venezuela Darurat Nasional

Wakil Presiden Venezuela, Delcy Rodriguez, mengecam tindakan ini sebagai “agresi kolonial” dan pelanggaran berat terhadap kedaulatan negara. Pemerintah Venezuela langsung mengumumkan keadaan darurat nasional dan menuntut bukti keberadaan Presiden mereka.

Sementara itu, Rusia dan China mengecam keras serangan tersebut, menyebutnya sebagai tindakan yang melanggar hukum internasional. Di Indonesia, pemerintah mendorong solusi damai dan meminta semua pihak menahan diri guna menghindari eskalasi perang lebih lanjut.


Berita Terkait

Hilangnya Marwah Demokrasi Berpengaruh Pada Hilangnya Rasa Kepercayaan Terhadap PDIP Kedepannya.
Lurah Binong Hadiri Isra’ Mi’raj Di Masjid Al-Hidayah: Ratusan Warga Babakan Antusias Peringatinya
Buntut Konfercab PDIP Di Semarang Terus Berlanjut, Disinyalir Perolehan Suara Pemilu Depan Bakal Tergerus 
Musrenbang Kelurahan Sukabakti, Imam Sucipto Anggota DPRD Kabupaten Tangerang Fraksi Pks Akan Kawal Hingga terealisasi 
Akses Padang–Bukittinggi Dipulihkan, Kementerian PU Bergerak Cepat
Pintu Partai Golkar Terbuka Untuk Bekas Simpatisan PDIP Brebes Yang Mau Bergabung
Momen Istimewa Untuk 24 Pasangan Jalani Nikah Gratis, Hadiah Spesial Di Hari Jadi Brebes
Petugas PMI Segera Evakuasi Jenazah ABK Brebes Yang Mengalami Naas Di Perairan Laut Jawa

Berita Terkait

Sabtu, 17 Januari 2026 - 17:51 WIB

Hilangnya Marwah Demokrasi Berpengaruh Pada Hilangnya Rasa Kepercayaan Terhadap PDIP Kedepannya.

Jumat, 16 Januari 2026 - 22:08 WIB

Lurah Binong Hadiri Isra’ Mi’raj Di Masjid Al-Hidayah: Ratusan Warga Babakan Antusias Peringatinya

Jumat, 16 Januari 2026 - 16:15 WIB

Buntut Konfercab PDIP Di Semarang Terus Berlanjut, Disinyalir Perolehan Suara Pemilu Depan Bakal Tergerus 

Jumat, 16 Januari 2026 - 13:01 WIB

Musrenbang Kelurahan Sukabakti, Imam Sucipto Anggota DPRD Kabupaten Tangerang Fraksi Pks Akan Kawal Hingga terealisasi 

Kamis, 15 Januari 2026 - 19:11 WIB

Akses Padang–Bukittinggi Dipulihkan, Kementerian PU Bergerak Cepat

Berita Terbaru

Advetorial

MTQ ke-56 Resmi Ditutup, Tuan Rumah Raih Juara Umum

Jumat, 16 Jan 2026 - 21:33 WIB